alexa-tracking

Ekspor Pakai Kapal Raksasa Tingkatkan Daya Saing Produk RI

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b15347dc1d7709f0a8b4569/ekspor-pakai-kapal-raksasa-tingkatkan-daya-saing-produk-ri
Ekspor Pakai Kapal Raksasa Tingkatkan Daya Saing Produk RI
Ekspor Pakai Kapal Raksasa Tingkatkan Daya Saing Produk RI
Jakarta, Presiden Joko Widodo secara resmi melepas ekspor langsung (direct call) produk-produk buatan Indonesia, ke Amerika Serikat (AS) menggunakan kapal berukuran raksasa, dengan sistem pelayaran langsung tanpa singgah di pelabuhan mana pun.
Kepala Negara mengatakan, direct call sangat efektif karena dapat menurunkan biaya logistik dan waktu tempuh, kapal berukuran raksasa itu akan mengangkut komoditas barang nonmigas asal Indonesia sebanyak 4.300 TEUs petikemas.
Ini bertujuan untuk memangkas biaya logistik berkisar US$ 300-500 per petikemas, direct call juga dapat mengurangi waktu tempuh ke tempat tujuan. Ada pun komoditas barang nonmigas yang diekspor ke AS terdiri atas, produk-produk tekstil dan machinery metal.
“Artinya, pengiriman ini besar sekali. Dilakukan secara efisien melalui fasilitas direct call dan menurunkan biaya logistik. Setiap kontainer menghemat biaya US$ 300 dan ini akan memberikan daya saing produk-produk kita dengan negara lain. Dan, saat ini yang dikirim adalah produk alas kaki, garmen, elektronik, dan banyak lagi yang lain,” kata Kepala Negara.
Untuk meningkatkan ekspor nasional, Presiden menambahkan saat ini, Indonesia tidak lagi mengekspor bahan mentah. Indonesia memiliki peran yang sangat penting di Indo Pasifik.
Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya menyatakan, saat ini Indonesia sudah berada di jalur yang tepat untuk menjadi poros maritim dunia.
"Keberadaan kapal-kapal terbesar ini menunjukkan bahwa IPC siap mengelola pelabuhan bongkar muat terbesar di Indonesia. Didukung dengan IT System dan peralatan modern yang ada, kami bekerja sefektif dan seefisien mungkin untuk mendukung peningkatan ekspor,” kata Elvyn.
Selain kapal CMA CGM Tage terdapat sejumlah kapal besar (mother vessel) yang rutin berlabuh di Tanjung Priok, seperti generasi Post-Panamax APL Salalah dan Vessel Pelleas. Kapal APL Salalah memiliki kapasitas di atas 10 ribu TEUs dengan bobot hampir 130 ribu GT, dan panjangnya mencapai 347 meter. Rute layanan langsung call yang ditawarkan antara lain, tujuan Eropa Utara, pantai barat Amerika Serikat, dan Intra-Asia.
Elvyn menambahkan, kapal-kapal ukuran raksasa tersebut menawarkan layanan angkutan barang yang lebih kompetitif dan waktu pengiriman yang lebih cepat sehingga berpotensi meningkatkan daya saing produk-produk ekspor Indonesia, khususnya di Amerika Serikat.
BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia pada 2017 surplus sebesar US$ 11,84 miliar. Angka ini lebih tinggi dibandingkan surplus pada 2016, yang sebesar US$ 9,53 miliar. Surplus neraca perdagangan pada 2017 menunjukkan level tertinggi sejak 2013 dan 2014 yang mengalami defisit, dan kemudian kembali surplus pada 2015 dan 2016.

Spoiler for Berita:



Sumber Berita : https://m.liputan6.com/bisnis/read/3...aing-produk-ri

jadi gini... ekspor air tinja pak jo

ntap
goyang puting item
Ekspor Pakai Kapal Raksasa Tingkatkan Daya Saing Produk RI
ntaps pak Dhe..
Ekspor, dari jaman soeharto juga udah ekspor.
Masalahnya di jaman jokowi ini impornya meningkat tajam, sampai2 garam pun impor, bahkan tenaga kerja kasar juga impor.

emoticon-Traveller
halah cuma melepas satu kapal, tp faktanya ekpor justru berkurang dan impor bertambah sampe defisit transaksi berjalan melebar

klo cuma buat gimmick buat apa, masyarakat butuh kerja nyata bukan pencitraan emoticon-fuck2
omong kosong