alexa-tracking

Hamburkan APBD Rp 20 Miliar, Pabrik Kakao Gowa KKN SYL dan IYL

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1529c8d675d412398b456f/hamburkan-apbd-rp-20-miliar-pabrik-kakao-gowa-kkn-syl-dan-iyl
Hamburkan APBD Rp 20 Miliar, Pabrik Kakao Gowa KKN SYL dan IYL
Hamburkan APBD Rp 20 Miliar, Pabrik Kakao Gowa KKN SYL dan IYL
Gowa, Penentuan lokasi pabrik dan pembangunan pabrik di daerah yang bukan penghasil kakao terkesan dipaksakan dan sangat kental aroma korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
Pabrik pengolahan kakao di Kawasan Industri Gowa (KIWA) di Biring Romang, Desa Panaikang, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa itu mangkrak karena terindikasi korupsi antara Gubernur Syahrul Yasin Limpo dan Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo.
APBD Sulsel sekitar Rp 20 miliar habis tersedot untuk pembangunan KIWA itu. Uang rakyat telah dihambur-hamburkan. Protes dan tuntutan masyarakat muncul agar pihak berwajib mengusut proyek yang dimulai tahun 2009 itu.
Djusman AR, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan melakukan pengusutan terhadap proses pengadaan dan pengelolaan pabrik kakao di Kabupaten Gowa yang sarat korupsi itu.
Direktur Lembaga Peduli Sosial Ekonomi, Budaya dan Hukum (LP-Sibuk) itu mengatakan ini harus di usut karena pembangunan ini menggunakan dana APBD.
"Sangat jelas dalam pengadaan dan pengelolaan itu telah terjadi unsur korupsi karena dalam pengadaan hingga pembangunan itu menggunakan anggaran APBD," ujar Djusman.
DPRD Sulawesi Selatan sebenarnya saat awal proses pembangunan sudah meminta Pemprov Sulsel agar merelokasikan pabrik pengolahan kakao Gowa ke Kawasan Industri Makassar (KIMA) di Makasar.
Relokasi ke KIMA ini cukup ideal karena infrastrukturnya cukup menunjang. Apalagi banyak eksportir yang mengumpulkan stok biji kakao sebelum diekspor yang ditampung di KIMA.
Anggota DPRD Sulsel, Yusa Rasyid Ali, mengatakan penentuan lokasi pabrik pengolah kakao di Gowa yang bukan daerah penghasil kakao sebagai salah perencanaan, terlalu dipaksakan, serta sarat dengan aroma korupsi antara Gubernur Syahrul Yasin Limpo dan Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo.
Faktanya lokasi pabrik berada di kawasan industri yang masih baru dan digadang-gadang menjadi pionir masuknya investasi di kawasan tersebut justru sepi investor.
"Agar pabrik tidak mubazir dan membuang uang miliaran rupiah, kami berharap langkah konkrit dari Pemprov Sulsel dan Pemkab Gowa serta Disperindag agar segera merelokasi pabrik tersebut. Sulsel adalah daerah produsen kakao potensial, sehingga pasti pabrik tersebut dapat berproduksi maksimal di tempat yang tepat," kata Yusa.
Buktinya setelah tiga tahun pabrik rampung, masih tetap tidak ada satupun industri lain yang masuk ke lokasi tersebut. Masyarakat Gowa sudah pernah mencoba membicarakan masalah ini dan memberikan saran, sayangnya saran kami oleh wakil rakyat itu tak pernah digubris.

Spoiler for Berita:


Sumber Berita : http://www.politikbone.com/2018/05/h...ar-pabrik.html

BONUS :
Hamburkan APBD Rp 20 Miliar, Pabrik Kakao Gowa KKN SYL dan IYLHamburkan APBD Rp 20 Miliar, Pabrik Kakao Gowa KKN SYL dan IYLHamburkan APBD Rp 20 Miliar, Pabrik Kakao Gowa KKN SYL dan IYLHamburkan APBD Rp 20 Miliar, Pabrik Kakao Gowa KKN SYL dan IYLHamburkan APBD Rp 20 Miliar, Pabrik Kakao Gowa KKN SYL dan IYLHamburkan APBD Rp 20 Miliar, Pabrik Kakao Gowa KKN SYL dan IYLHamburkan APBD Rp 20 Miliar, Pabrik Kakao Gowa KKN SYL dan IYL