alexa-tracking

Artidjo, Sebuah Pakta Integritas

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b150e8056e6af64198b4569/artidjo-sebuah-pakta-integritas
Artidjo, Sebuah Pakta Integritas
Artidjo, Sebuah Pakta IntegritasMalam itu, 2 Juni, acara buka bersama di hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, istimewa. Ritual puasa itu sekaligus pelepasan Dr. Artidjo Alkostar yang pensiun setelah 19 tahun menjabat hakim di Mahkamah Agung. Penyelenggara acara adalah firma hukum Ari Yusuf Amir & Erwin M. Singajuru and Partners dan AIL Amir and Associates. 
Baca juga : MA Minta KemenPAN RB Rekrut 11.500 CPNS Non Hakim
Perilaku kedua firma hukum ini terasa cukup aneh, mengingat Artidjo lebih dikenal sebagai hakim yang kurang bersahabat dengan kaum advokat. Tapi perayaan itu lebih personal daripada profesional karena kedekatan hubungan pribadi yang panjang antara para personel kedua firma dengan Artidjo. 
Kebanyakan mereka adalah eks mahasiswa Artidjo  di FH UII Yogyakarta, sekaligus anak-anak spiritual dan ideologisnya; orang-orang yang mendapat banyak inspirasi dari dosen Hukum Pidana itu. Terutama dalam soal integritas dan semangat keras untuk tak takluk pada kekuasaan yang menindas di masa mereka mahasiswa.
Baca juga : KY Angkat Bicara Perihal Mutasi Hakim Praperadilan Kasus Century 
Buka bersama juga diisi tausiyah Prof. Mahfud MD, yang akhir-akhir ini mengaku gamang memberi ceramah semacam itu, berhubung kontroversi di seputar gaji di BPIP tempat ia menjadi salah satu penasihat. 
Kapolri Tito Karnavian menuturkan cerita yang mengesankan. Ia menyejajarkan Artidjo di MA dengan Pak Hoegeng di Kepolisian dan Baharuddin Lopa di Kejaksaan. "Tokoh-tokoh seperti mereka hampir tak pernah ada lagi di instansi masing-masing," katanya.
Baca juga : Mahkamah Agung Hormati Putusan Praperadilan
Sebagai perwira di Polres Jakarta Pusat di awal 2000an, Tito menangani tawuran pemuda kampung di Kali Pasir dan Kwitang. Ia kaget ketika seorang warga memberitahu bahwa di salah satu gang kecil di sana, tinggal seorang hakim agung, yang tiap hari naik bajaj.
Saya pernah ke rumah Artidjo yang dimaksud Jenderal Tito, saat ia baru beberapa hari menempati rumah itu. Di dalamnya belum ada meja-kursi tamu, jadi kami duduk menggeletak di lantai berlapis permadani murah.Baca selengkapnya...

Sumber: www.law-justice.co