alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Hak korban bisa hilang jika aset First Travel disita negara
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1505b01ee5df4e498b4568/hak-korban-bisa-hilang-jika-aset-first-travel-disita-negara

Hak korban bisa hilang jika aset First Travel disita negara

Hak korban bisa hilang jika aset First Travel disita negara
Terdakwa Direktur Utama First Travel Andika Surachman (kedua kanan), Direktur Anniesa Hasibuan (kanan), dan Direktur Keuangan Siti Nuraida Hasibuan (kedua kiri) menjalani sidang kasus dugaan penipuan dan pencucian uang biro perjalanan umrah First Travel dengan agenda pembacaan amar putusan di Pengadilan Negeri Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (30/5/2018).
Selain menjatuhkan hukuman berat untuk trio bos First Travel, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok juga memutuskan untuk merampas aset biro perjalanan umrah itu untuk kemudian disetorkan ke negara.

Pada awal persidangan, penyidik menghitung jumlah aset yang dimiliki First Travel--kemudian menjadi barang bukti--berjumlah 820 barang. Dari seluruh jumlah itu, Majelis Hakim memutuskan untuk merampas 529 barang.

Beberapa di antara aset yang disita adalah dua pendingin ruangan merek Panasonic, senjata jenis airsoft gun berikut bulir dan tabung gas kecil silvernya.

Selain itu juga ada tiga nomor rekening atas nama Anugerah Karya Wisata. Rekening pertama memiliki saldo sebesar Rp34,8 juta, rekening kedua sebesar Rp3,7 juta, dan rekening ketiga sebesar Rp200 juta.

Anggota Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok, Teguh Arifianto, mengatakan keputusan untuk merampas aset First Travel itu adalah untuk menghindari ketidakadilan dalam proses eksekusi.

Menurutnya, aset-aset yang dimiliki First Travel berasal dari ribuan calon jemaah yang sudah dan batal berangkat. Oleh karenanya dibutuhkan tim pengelola aset untuk bisa membagikan dengan adil.

"Pihak kejaksaan dalam tuntutannya sudah meminta pengelola pihak kejaksaan dalam tuntutannya sudah meminta supaya (aset) diserahkan kepada jemaah melalui pengelolanya. Ternyata pengelolanya di persidangan menolak," sebut Teguh dalam Liputan6.com.

Keputusan Majelis Hakim untuk merampas aset First Travel itu mengundang banyak kritikan. Sejumlah suara menyepakati bahwa aset harus dikembalikan kepada jemaah.

Apalagi pada awal persidangan, tiga terpidana itu sudah mengajukan surat permohonan penjualan aset-aset yang disita untuk mengganti rugi uang jemaah yang gagal berangkat.

"Kami mohon kepada ketua pengadilan, majelis hakim... Demi kepentingan jemaah, untuk menjual aset-aset terdakwa," sebut surat tersebut yang dibacakan oleh pengacaranya, 26 Februari 2018.

Dosen Hukum Pidana Universitas Bung Karno Azmi Syahputra dalam Republika mengkhawatirkan keputusan hakim ini muncul menjadi polemik bagi para korban jemaah.

"Apabila aset pada kasus First Travel diputuskan menjadi milik negara, maka akibat hukumnya tidak akan dapat lagi dikuasai oleh jemaah selaku korban," sebut Azmi, Selasa (2/6/2018).

Azmi memaklumi keputusan Majelis Hakim diambil lantaran sulit menentukan siapa yang berhak atas harta tersebut, maka dibuatlah sebuah norma demi mengamankan aset. Namun, negara seharusnya memiliki upaya lain untuk mengembalikan aset tersebut.

Selagi putusan belum inkrah, Azmi menyarankan kepada jaksa untuk mengajukan kontra banding terhadap barang atau aset yang akan disita. "Atau, ditunjuk badan pengelola yang profesional dan diawasi oleh negara," sambung Azmi.

Saran yang sama juga diutarakan Abdul Fickar Hadjar, ahli hukum pidana Universitas Trisakti. Menurutnya, barang bukti hanya bisa disita ke negara apabila kejahatan yang terjadi merugikan negara.

Akan sangat berisiko jika aset First Travel diserahkan kepada negara. Sebab, aset-aset tersebut bisa saja berkurang nilainya. "Mekanisme perdata melalui kepailitan itu satu upaya proteksi perdata bagi masyarakat korban," sebut Fickar, mengutip Tirto.id.

Teguran senada juga datang dari Gedung Parlemen Senayan. Wakil Ketua Komisi Agama DPR RI, Sodik Mudjahid mengatakan, pemerintah seharusnya bisa merasakan penderitaan para jemaah yang tertipu.

"Banyak jemaah yang mungkin masih awam hukum dan mengumpulkan uang dengan susah payah. Mereka tidak peduli dengan berapa tahun bos First Travel dihukum, yang penting mereka bisa berangkat," sebut Soqik.
Misteri jumlah aset
Satu pertanyaan besar yang muncul sejak awal kasus ini bergullir adalah berapa sebenarnya jumlah aset yang dimiliki First Travel.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pernah menyebut, dari sekian banyak aset First Travel yang diamankan, ternyata totalnya hanya 10 persen dari total kerugian calon jemaah umrah yang digelapkan.

Padahal berdasarkan surat dakwaan--dikuatkan dengan putusan hakim, para terpidana disebut mengambil uang yang telah disetorkan calon jemaah dengan total Rp905,33 miliar. Uang itu berasal dari 63.310 orang yang masing-masingnya membayar paket umrah promo sebesar Rp14,3 juta.

Salah satu jaksa, Heri Jerman, mengatakan sebagian uang calon jemaah tak hanya digunakan untuk pembelian aset berupa barang, melainkan juga untuk sejumlah plesiran dan kegiatan lain, seperti pameran busana, yang dilakoni pasangan suami-istri, Andika Surrachman-Anniesa Hasibuan, beserta sang adik, Siti Nuraidah (Kiki) Hasibuan.

Hingga kini, jumlah aset itu tetap masih menjadi misteri. Pengacara First Travel pun bahkan urung berbicara tentang jumlah aset.

"Saat awal sidang, kami ngotot minta diberikan daftar aset First Travel. Namun hakim tidak mengizinkan," sebut Wirananda, pengacara First Travel.

Riesqi Rahmadiansyah, pengacara korban First Travel, menyayangkan campur tangan negara dalam perkara dana calon jemaah yang gagal berangkat.

Meski meyakini aset-aset tersebut tidak akan hilang, namun dirinya mengkhawatirkan ada pihak yang sengaja mengecilkan jumlah agar seakan-akan jemaah tidak lagi punya harapan untuk diberangkatkan dengan aset First Travel itu.
Hak korban bisa hilang jika aset First Travel disita negara


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-disita-negara

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Hak korban bisa hilang jika aset First Travel disita negara Premium kembali hadir di Jawa dan Bali menjelang Lebaran

- Hak korban bisa hilang jika aset First Travel disita negara Pilot Garuda tak akan mogok pada masa mudik

- Hak korban bisa hilang jika aset First Travel disita negara Susi dorong sertifikasi tuna lokal dan terus melobi Jepang

Urutan Terlama
Jijik ane lihat si Andhika sama Annisa ini

emoticon-Marah


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di