alexa-tracking

Sejarah Peci, Soekarno Orang RI Pertama yang Memadukannya dengan Jas

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b14e5cca2c06ed4188b4575/sejarah-peci-soekarno-orang-ri-pertama-yang-memadukannya-dengan-jas
Sejarah Peci, Soekarno Orang RI Pertama yang Memadukannya dengan Jas
Sejarah Peci, Soekarno Orang RI Pertama yang Memadukannya dengan Jas

Jakarta, IDN Times- Peci, jika merujuk kepada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah penutup kepala yang terbuat dari kain atau sebagainya. Peci biasanya berbentuk meruncing di kedua ujungnya dan biasanya digunakan oleh para pria. Nama lainnya adalah kopiah atau songkok.

Saat ini, peci sudah memiliki banyak varian. Selain peci hitam polos yang identik dengan Soekarno, ada juga peci putih yang biasanya digunakan untuk pergi haji, dan peci bulat yang terbuat dari rotan. Tidak sedikit publik figur yang memiliki peci dengan gayanya masing-masing.

Sebenarnya, peci merupakan sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada umatnya. Sebab, peci menjadi alat yang membantu untuk menyempurnakan salat agar dahi saat bersujud tidak terhalang rambut. Bisa dikatakan peci merupakan anjuran dalam ajaran Islam.

Meski begitu, banyak pemimpin non-Muslim di Indonesia yang terpotret menggunakan peci, seperti Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Harry Tanoesoedibjo, atau Ignasius Jonan.

Dengan kata lain, peci sudah menjadi identitas bangsa dan tidak semata-mata identik digunakan oleh mereka yang beragama Islam.

Lantas, bagaimana sebenarnya sejarah peci? Kemudian, bagaimana peci yang awalnya identik dengan umat Muslim bisa menjadi identitas bangsa? Yuk baca artikelnya.


1. Peci dibawa masuk ke Tanah Melayu oleh pedagang Arab
Sejarah Peci, Soekarno Orang RI Pertama yang Memadukannya dengan Jas
Berdasarkan keterangan Rozan Yunos dalam The Origin of The Songkok or Kopiah, peci diperkenalkan oleh para pedagang Arab yang masuk ke wilayah Asia Tenggara. Lebih khusus mereka yang masuk ke Tanah Melayu, seperti Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Dalam tulisan yang dimuat oleh The Brunei Times edisi 23 September 2007, peci lumrah di kalangan masyarakat sejak ajaran Islam mulai diminati oleh penduduk setempat.

Ketika beraktivitas, para pedagang Arab menggunakan penutup kepala yang terbuat dari kain atau sorban yang dikenal dengan nama turban. Namun, turban baru digunakan oleh para ulama atau tokoh agama Islam. Seiring berjalannya waktu, ajaran Islam yang disebarkan oleh para pedagang mulai diterima oleh masyarakat.

"Ketika Islam datang ke Brunei Darussalam, sekitar 600 atau 700 tahun yang lalu, popularitas penutup kepala (sejenis turban) mulai mendapat perhatian lebih. Sebelum peci, kebudayaan Brunei sudah mengenal dastar atau tanjak," tulis Rozan.

Rozan menjelaskan, asal-muasal masuknya peci ke Tanah Melayu masih mengalami perdebatan. Sebab, di beberapa negara, terlihat adanya penutup kepala yang lebih serupa dengan peci. Seperti fez di Turki, tarboosh di Mesir, rumi cap di India dan Pakistan, atau kepi di Prancis. Kendati begitu, penutup kepala khas Arab lebih diterima oleh kalangan Muslim Melayu karena penutup kepala merupakan sunah Nabi Muhammad.


2. Peci diperkirakan sudah ada di Jawa sejak abad 15
Sejarah Peci, Soekarno Orang RI Pertama yang Memadukannya dengan Jas
Dilansir dari www.historia.id, peci sudah terkenal di Indonesia sejak abad 15. Peci terkenal di Giri, salah satu pusat penyebaran Islam di Jawa. Kala itu, Raja Ternate Zainal Abidin sempat belajar agama di Madrasah Giri. Sekembalinya ke kampung halaman, dia membawa peci sebagai buah tangan. Saking berharganya peci, penutup kepala tersebut bisa ditukar dengan rempah-rempah atau cengkeh.

Memasuki era kolonial, Belanda sempat ingin mengubah gaya berpakaian kaum lelaki di Jawa. Berbagai pakaian yang saat itu terkenal di Barat mulai ditawarkan kepada penduduk Jawa. Alhasil, pria Jawa yang dekat dengan orang Belanda mulai meniru gaya berpakaian Barat. Menariknya adalah blangkon atau peci tek pernah lepas dari kepala mereka, meski gaya pakaian mereka berubah.

"Topi Eropa sama sekali tak populer. Demikia pula topi gaya kolonial. Kuluk atau tutup kepala berbentuk kerucut teropong yang digunakan oleh par priyai, dapat dikatakan hilang dari kebiasaan. Tutup kepala yang dililitkan dengan berbagai cara makin lama makin jarang," tulis Denys Lombard.


3. Soekarno menjadikan peci hitam sebagai identitas nasional
Sejarah Peci, Soekarno Orang RI Pertama yang Memadukannya dengan Jas
Surabaya, Juni 1921, tatkala Soekarno mengikuti rapat Jong Java, diyakini sebagai titik balik peci sebagai identitas bangsa. Kala itu Soekarno melihat rekan-rekannya yang berdebat dengan berbagai lagak tanpa penutup kepala. Mereka ingin tampil layaknya orang Barat. Tidak sedikit kaum intelegensia yang membenci pakaian daerah, seperti blangkon dan sarung. Pakaian tersebut seolah menandakan kaum kelas bawah.

Tampil memecah perdebatan, Soekarno muda berhasil merebut perhatian rekan-rekannya. "...Kita memerlukan sebuah simbol dari kepribadian Indonesia. Peci yang memiliki sifat khas ini, mirip yang dipakai oleh para buruh bangsa Melayu, adalah asli milik rakyat kita. Menurutku, marilah kita tegakkan kepala kita dengan memakai peci ini sebagai lambang Indonesia Merdeka.” tegas Soekarno.

Itulah kali pertama Soekarno mengenakan peci di hadapan publik. Keesokan harinya, bapak proklamator bangsa itu dikenal sebagai tokoh yang memadukan antara peci dengan jas. Sejarah mencatat, sebenarnya bukan Soekarno tokoh intelektual pertama yang mengenakan peci.

Pada 1913, ketika tiga serangkai, Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo, dan Ki Hajar Dewantara, diundang pada rapat Sociaal Democratische Arbeiders Partij (SDAP), masing-masing dari mereka sudah mengenakan penutup kepala sebagai identitasnya. Tjipto saat itu menggunakan kopiah dari beludru hitam.

Sebagai tokoh nasionalis, Soekarno berhasil menyebarkan citra peci sebagai identitas bangsa. Kini peci dipakai pada acara resmi kenegaraan. Peci bukan lagi penanda bahwa penggunanya adalah seorang Muslim. Lebih dari itu, kini peci telah menjadi busana formal.


Sumber : https://www.idntimes.com/news/indone...mpaign=network

---

Baca Juga :

- Sejarah Peci, Soekarno Orang RI Pertama yang Memadukannya dengan Jas Pemanasan Piala Dunia, 3 Tim Juara yang Difavoritkan Gagal Menang

- Sejarah Peci, Soekarno Orang RI Pertama yang Memadukannya dengan Jas PS TIRA Vs Barito Putera, Usung Misi Berbeda

- Sejarah Peci, Soekarno Orang RI Pertama yang Memadukannya dengan Jas 'Lord Bendtner' Absen, Inilah Skuat Timnas Denmark di Piala Dunia

itu kutipan.. emoticon-thumbsup