alexa-tracking

(Misteri) Rumah Kosong Sebelah

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b14da8d14088d867c8b4569/misteri-rumah-kosong-sebelah
(Misteri) Rumah Kosong Sebelah
Quote:




(Misteri) Rumah Kosong Sebelah


Prolog

    Saya merupakan pria yang mau tidak mau harus keluar dari yang namanya kemanjaan, saya harus hidup mandiri tanpa bantuan dari orang tua sedikit pun.

   Karena bagi saya, proses menuju mandiri adalah hal yang harus diambil mau tidak mau, ingin tidak ingin.

   Keputusan saya sudah bulat, dan saya teringat betul bagaimana saya meminta izin kepada kedua orang tua yang sebenarnya tidak ingin saya pergi namun mau bagaimana lagi, karena alasannya adalah untuk belajar mandiri maka mereka pun setuju.

"Ibu dan bapak, saya mau izin untuk hidup mandiri bersama dua kawan saya".

"Bapak, tidak dapat menahanmu meskipun sebenarnya tidak rela untuk kamu tinggalkan".

   Sedih rasanya jika mengingat masa-masa tersebut karena sebenarnya saya ingin kembali namun itu sulit.

   Mereka yang ada di rumah kosong sebelah seperti memantau keberadaan saya dan dua kawan saya.
"Jo, kamu seperti merasa tidak kalau kita sedang dipantau oleh mereka".

"Iya Ko, saya merasa kan itu juga".

    Suara mistis, gangguan secara nyata sering kali saya dan dua kawan saya (Eko dan Mahfud) alami setelah memutuskan untuk menyewa rumah.

   Apes memang yang saya dan dua kawan saya alami, bagaimanapun cerita ini bakal terus berlanjut.
   Karena saya dan kawan saya tidak bisa menyerah dan kalah dengan makhluk mistis yang bersemayam di rumah kosong sebelah tempat kami menyewa rumah..

(Misteri) Rumah Kosong Sebelah

Episode 1 : Misteri Ketukan Pintu

Tanggal 4 Juni tahun 2013 atau sekitar 5 tahun yang lalu, saya ditinggal sendiri oleh kedua sahabat saya dirumah baru.
(Misteri) Rumah Kosong Sebelah

Eko harus pulang kampung karena ibunya tiba-tiba kritis sementara Maman harus pulang kampung karena keperluan sekolah.
   Mereka pamit bebarengan seperti sudah direncanakan, tentunya saya percaya mereka tidak bakal berbuat jahat kepada saya. Namun ini benar, itu semua sudah direncanakan oleh penunggu dirumah kosong sebelah.

   Saya beranggapan seperti itu, karena setelah mereka berdua pergi hanya ada saya sendiri dirumah dan itulah kesempatan mereka mengganggu saya.

   Saya beberapa kali mencatat gangguan ghoib yang saya alami selama tinggal sendiri dirumah kontrakan tersebut.
    Tanggal 4 Juni 2013 malam, angin rasanya memang tidak ingin muncul malam itu yang membuat cuaca pada malam yang juga bertepatan dengan Malam jumat tersebut menjadi panas.

    Konsentrasi untuk menggarap tugas dari klien pun sepertinya bakal terganggu, meskipun sudah saya hidupkan kipas angin dengan putaran maksimal namun tetap saja tidak dapat membuat keringat mengering.
"Ciiiitttt"..

   Suara itu mengagetkan saya dengan keadaan tubuh basah kuyup akibat keringat, dan menambah lagi tiba-tiba bulu kuduk saya berdiri.

   Pertanda apa ini ? apakah ada tamu dari rumah sebelah ? tetapi itukan rumah kosong ? pertanyaan-pertanyaan itu malah membuat saya tambah merinding.

   Dengan memberanikan diri, saya berjalan menuju pintu depan yang saya rasa adalah pintu yang terbuka tadi.
"Tenang Jo, itu hanya angin mungkin kamu belum menguncinya" Cara ini saya rasa bisa meredakan rasa takut saya.

    Pintu depan memang terbuka, sambil bersiap membawa sapu jikalau saja ternyata maling rumah yang datang.
    Saya mencoba sok berani dengan meneliti apakah ada jejak di lantai, jika ada maka itu mungkin maling namun jika tidak ada berarti itu...

   Sudahlah lupakan, positif thinking saja, siapa tahu memang itu hanya angin yang cukup kencang untuk mendorong pintu.
"Tidak ada bekas kaki sama sekali, mungkin hanya angin saja..taaaaaappiiiiii tadi kan tidak ada angin sama sekali".
"Jedar" saya dengan reflek menutup pintu keras dan menguncinya langsung supaya tidak ada hal yang tidak diinginkan.
"Tok-tok-tok".

    Baru saja dikunci, sudah ada tamu saja yang dateng, mungkin ada orang yang lewat dan dikira saya tadi kenapa-napa karena membanting pintu kencang.

   Setelah dibuka kuncinya lagi, dan membukakan pintu....

"Loh kok tidak ada orang ?, sial merinding lagi"..

"Jedarrr".

   Mungkin lebih keras dari yang pertama karena kali ini saya benar-benar merasa tetangga sebelah yang tinggal dirumah kosong sebelah itu ingin berkunjung ke rumah kontrakan Saya, Eko dan Maman.

"Eko, Maman segera balik lah !!!".
(Misteri) Rumah Kosong Sebelah

Bersambung.....
image-url-apps
Cermis baru lagi nih.. emoticon-Matabelo
image-url-apps
Tongkrongan baru lagi.. Asseekkk...
KASKUS Ads
image-url-apps
masih hangat nih, ikutan nimbrung ya gan emoticon-Embarrassment
image-url-apps
cemungut apdet qaqah
image-url-apps
Ternyata baru mulai tritnya.
image-url-apps
Tandain dulu...ntar pulang kerja ane baca
image-url-apps
masih ada lanjutannya ga bray?
image-url-apps
asik cerita baruu, lanjut gann
Rumah kosong itu topik cerita horor yang klasik.
Ane suka yang klasik begini. emoticon-thumbsup
image-url-apps
Quote:


ada gan
image-url-apps
Quote:


sip, ane tunggu lanjutannyaemoticon-Cendol Gan
image-url-apps
Lanjut gan
lanjut dunk ah
image-url-apps
Belum ada update ya?
image-url-apps
Mejeng di page one gan. emoticon-Cool
image-url-apps
Lanjut gan.. Masih anget di goreng dadakan.. Asal jangan kentang berkepanjangan hahahaii
Quote:


Episode 2 : Hari Kedua Sendirian

Tanggal 05 Juni 2014, saya resmi ditinggal sendirian oleh Maman dan Eko dalam waktu 2 hari di rumah yang memiliki tetangga tidak tampak ini.

Hari kedua, jadwal hari ini hanya duduk-duduk dirumah saja karena memang belum ada panggilan untuk memfoto dari klien baik itu nikahan, sunatan atau hanya foto pribadi.

Saya tambah merinding teringat kejadian kemarin, seharian penuh saya diganggu oleh makhluk tidak tampak yang tinggal dirumah kosong sebelah.

"Krucuk..krucuk..krucuk"

"Sial apa lagi ini ? sudahlah, jangan ganggu saya tuan atau nyonya".

Suara yang jelas adalah keusilan dari pemilik rumah kosong sebelah, karena saya baru saja membuka mata dan belum sempat ke kamar mandi.

"Tidak mungkin lupa mematikan air di kamar mandi, toh kemarin juga air sudah penuh juga".

Dengan memberanikan diri saya menuju kamar mandi yang berada di belakang rumah tepat disamping rumah kosong tersebut.

Sambil membawa sarung, siapa tahu kalau takut bisa langsung menutup diri dengan sarung biar tidak menatap lama-lama tetangga sebelah.

Semakin mendekat, semakin juga bulu kuduk saya tambah berdiri dan tidak terasa kaki dan tangan saya bergetar hebat.

"Sial, kenapa juga ini tangan geter banget".

"La..le..lo..le..lo..le..lo..leddung".

Belum sempat saya membuka kamar mandi, suara nyanyian dengan langgam jawa didalam kamar mandi terdengar.

Tanpa pikir panjang saya berbalik badan dan bersiap untuk melarikan diri.

"Mas, saya Astrid"

"Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.....Setaaaaaannnnnnnnnnnn"

Sial, baru kali ini saya ditampakan setan yang benar-benar nyata dan berbicara langsung.

Tanpa pikir panjang saya keluar rumah secepat mungkin dengan tujuan utama "TIDAK BERTEMU ASTRID".

"Eh Mas ada apa ?".

"Buahhh,,, kaget saya pak, saya kira anda Setan".

"Lah Mas Bejo ini kenapa ? pagi-pagi kok ada Setan ki lo".

"Iya pak, saya melihatnya sendiri..bahkan dia mengenalkan namanya Astrid".

Pak Kirman setelah mendengar suara itu tidak membalas apapun dan langsung memilih untuk pergi begitu saja.

Ada apa ini ? kenapa Pak Kirman sepertinya menyimpan rahasia dari sosok "Astrid" ini...

Bersambung
image-url-apps
hmmm kayanya si bapak tau soal si mbak...hiiyyy
image-url-apps
Izin agan, ini kejadianya yang benar tahun 2014 atau 2018 ? Kalau boleh tahu lokasi nya dimana? Terus izin suhu itu episode nya kok longkap langsung ke 3 emoticon-Big Grin
Lanjutkan ya gan ane komen sekalian bikin jejak biar ke update terus emoticon-Big Grin
×