alexa-tracking

Polri: Penggerudukan Radar Bogor oleh PDIP Tak Ada Masalah Pidana

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1489425a51632e3d8b4568/polri-penggerudukan-radar-bogor-oleh-pdip-tak-ada-masalah-pidana
Polri: Penggerudukan Radar Bogor oleh PDIP Tak Ada Masalah Pidana
Polri: 
Penggerudukan Radar Bogor oleh PDIP Tak Ada Masalah Pidana
Minggu, 3 Juni 2018 18:48 WIB

Polri: Penggerudukan Radar Bogor oleh PDIP Tak Ada Masalah Pidana
Seorang Jurnalis berorasi saat menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Kebebasan Pers Dunia atau World Press Fredom Day 2016 di alun-alun tugu Malang, Jawa Timur, 3 Mei 2016. Dalam aksi tersebut, peserta aksi mengingatkan kembali pentingnya memperjuangkan dan mempertahankan kebebasan pers. TEMPO/Aris Novia Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian RI Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan kasus penggerudukan kantor surat kabar Radar Bogor oleh massa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP tidak mengandung unsur pidana.

Informasi itu, kata Setyo, dia peroleh dari Kepala Kepolisian Resor Bogor Kota Komisaris Besar Ulung Sampurna Jaya. "Informasi terakhir dari Polresta Bogor, yang pertama tidak ada masalah pidana," kata Setyo Wasisto di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Ahad, 3 Juni 2018.


Setyo menuturkan antara Radar Bogor dan PDIP sudah ada pertemuan. Dalam pertemuan itu, mereka membicarakan pemberitaan Radar Bogor berjudul Ongkang Ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta tentang gaji Ketua Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri.

Dalam berita itu, Megawati menjadi sampul depan. Setyo berujar kedua pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah secara damai. "Mungkin dalam waktu dekat ada pertemuan lagi dari asosiasi dan lainnya akan ketemu," ujar Setyo.

Sebelumnya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mendesak Kepolisian RI mengusut tuntas aksi kekerasan yang dilakukan oleh anggota PDIP Bogor. Aksi tersebut dinilai telah melanggar hukum dan mengancam kebebasan pers.


Pada 30 Mei 2017, Radar Bogor didatangi oleh massa yang mengatasnamakan dari PDIP Bogor. "Mereka datang sambil marah-marah, membentak, dan memaki karyawan. Bahkan mengejar staf sampai memukul dan merusak properti kantor," kata Direktur Eksekutif LBH Pers Nawawi Bahrudin dalam keterangan tertulis, Kamis, 31 Mei 2018.

Nawawi mengencam tindakan premanisme tersebut. "Itu merupakan pelanggaran hukum yang dapat dikategorikan perbuatan pidana yang sangat mengancam demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia. Lebih jauh lagi, sikap tersebut sangat bertentangan dengan Pancasila yang notabene Ketua Umumnya adalah Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)," ujar dia.


Menurut Nawawi, harusnya PDIP menggunakan mekanisme hak jawab sebagaimana yang sudah diatur di dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 Pasal 5 apabila ingin mengajukan keberatan atas berita yang beredar.

https://nasional.tempo.co/read/10950...masalah-pidana

Quote:


--------------------------------

Model penyerangan yang dilakukan PDIP  ke kantor Radar Bogor itu, termasuk ada penganiayaan (pemukulan)  dan pengrusakan aset kantor milik Rada Bogor, jelas itu suatu tindakan kriminal, maka bagaimana mungkin polisi mengatakan itu bukan tindakan pidana? Juga, bukankah pihak PDIP mengatakan dirinya bersalah, dan mendatangi kantor Radar Bogor itu untuk memimnta maaf, itu bukannya indikator yang jelas bahwa pihak PDIP bersalah? 

Yang dicemaskan banyak pihak ke depan nanti, dimana tensi politik semakin tinggi  setahun ke depan ini sehingga kemungkinan terjadinya gesekan semakin  tinggi pula, maka modus penyerangan dan penganiaayan ala PDIP di Radar Bogor itu, bisa jadi alasan pembenaran  untuk mengulangi kembali tindakan brutal seperti itu oleh anggota PDIP di daerah lainnya di Indonesia (dan juga bisa dicontoh parpol lainnya yang punya massa besar) untuk melakukan  hal sama di kemudian hari. Tersinggung sedikit saja, langsung serbu, tanpa diselesaikan secara hukum di Pengadilan. 

Itu bisa merusak semuanya. Iya kalau yang diserang seperti kemarin itu hanya kantor wartawan. Bagaimana bila yang diserang itu adalah kantor atau markas ormas atau parpol yang juga punya massa besar? Pasti pembalasan akan terjadi. Bentrok antar massa parpol atau ormas itu pun pasti akan terjadi pula karena adanya pembiaran di masa lalu. THINK!

emoticon-Hansip





emoticon-Ngakak Pe Ka I dimana mana ( lagu tak gendong)
udah SOP.di..buku putih emoticon-Wakaka
maaf..cuman lucu2 an
polri sahabat banteng

Polri: Penggerudukan Radar Bogor oleh PDIP Tak Ada Masalah Pidana
emoticon-Leh Uga
Ahhhh Nasbung giliran FPI persekusi ajah sampe Plitikus Demokrat digebugin diem2 aje....
puji Tuhan
Intinya mirip sama model yg grebek warung2 Pas puasa. Makanya nasbung nastak tawuran kapan ini ? Abis Lebaran siap? emoticon-Leh Uga
Geruduk cuma lucu lucuan Bray...
Lu ga tahu ya
Judulnya provokatif banget, "ongkang-ongkang kaki".
Karikaturnya juga bikin panas itu.
Menurut gw kedunya salah.
Hak jawab harusnya, tapi damage terlanjur terjadi dulu, simalakama.
Media juga hrs lebih hati2. Redakturnya harus benar2 jeli.
cuma lucu2an.

perlu di undang ke istana tuh yang nggruduk
Penguasa zolim.