alexa-tracking

Cerita Petani Cengkeh yang Enggan Memilih NH di Pilgub

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b13fcff902cfe6f788b4567/cerita-petani-cengkeh-yang-enggan-memilih-nh-di-pilgub
Cerita Petani Cengkeh yang Enggan Memilih NH di Pilgub
Cerita Petani Cengkeh yang Enggan Memilih NH di Pilgub
Makasar, Harga cengkeh yang pernah melambung tinggi dan secara tiba-tiba lansung saja merosot, petani cengkeh mengalami keresahan dimana dana simpanan wajib khusus petani cengkeh (SWKP), senilai Rp 115,7 milyar disalahkan gunakan Nurdin Halid atau akrab disapa dengan NH.
“Saya tidak tau pasti asal muasal turunnya cengkeh pada saat itu. Saya hanya tau Nurdin Halid (NH) yang membuat patani cengkeh merasa sakit hati. Kenapa tidak harga cengkeh yang dulunya Rp. 100 ribu perkilogram nya ablas menjadi Rp. 50 ribu. Pada saat itu juga ternyata ada penyalahgunaan anggaran. Uang yang seharusnya dialokasikan untuk petani cengkeh malah dirampok,” kata petani cengkeh, (2/10/2017).
Ia menjelaskan dimasa NH para petani cengkeh juga merasa terjepit dengan keadaan. NH telah menghisap darah patani cengkeh secara tidak langsung. Pasalnya kasus korupsi dana penyertaan modal milik petani cengkeh terus menjadi perbincangan panas.
Dana KLBI yang seharusnya disalurkan ke petani cengkeh disalahgunakan. Nurdin Halid adalah mantan Ketua Induk Koperasi Unit Desa (Inkud). Lembaga itu merupakan salah satu anggota BPPC yang bertugas mengumpulkan cengkeh dari para petani. Petani hanya menerima Rp 4 Ribu dari harga Rp 10 Ribu.
Kejaksaan hingga saat ini belum menetapkan kerugian negara akibat korupsi di BPPC. Penetapan tersangka pun baru dilakukan terhadap Tommy Soeharto selaku ketua BPPC pada masa itu.
NH sendirinya diketahui sekarang telah menghirup udara bebas setelah keluar masuk penjara. Dirinya juga dikenal akan maju pada perhelatan akbar pada Juni 2018 mendatang sebagai calon gubernur Sulsel, dengan visi Tri Karya yang berbasis infrastruktur dan kearifan lokal.
Saat menjabat Ketua Umum PSSI pada 2004. Di antaranya dugaan kasus penyelundupan gula impor ilegal, korupsi distribusi minyak goreng dan pelanggaran kepabeanan impor beras dari Vietnam.
Dia pernah dijadikan tersangka atas dugaan penyimpangan penggunaan dana Bulog sebesar Rp 169 miliar, tapi dibebaskan dari tuntutan penjara 20 tahun dan denda Rp 30 juta oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Walaupun ia sempat dipenjara pada 2004, namun setahun kemudian NH dinyatakan tidak bersalah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kemudian Nurdin Halid divonis penjara 2 tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Agustus 2005 dalam kasus dugaan pelanggaran kepabeanan impor beras dari Vietnam.
Hanya berselang setahun kembali dibebaskan lagi setelah mendapat remisi dari pemerintah. Kemudian pada 2007 divonis dua tahun penjara akibat tindak pidana korupsi dalam pengadaan minyak goreng.

Spoiler for Berita:



Sumber Berita : [email]http://www.inikata.com/cerita-petani-cengkeh-yang-enggan-memilih-nh-di-pilgub/[/email]

BONUS : 

Cerita Petani Cengkeh yang Enggan Memilih NH di PilgubCerita Petani Cengkeh yang Enggan Memilih NH di PilgubCerita Petani Cengkeh yang Enggan Memilih NH di PilgubCerita Petani Cengkeh yang Enggan Memilih NH di PilgubCerita Petani Cengkeh yang Enggan Memilih NH di PilgubCerita Petani Cengkeh yang Enggan Memilih NH di PilgubCerita Petani Cengkeh yang Enggan Memilih NH di PilgubCerita Petani Cengkeh yang Enggan Memilih NH di PilgubCerita Petani Cengkeh yang Enggan Memilih NH di PilgubCerita Petani Cengkeh yang Enggan Memilih NH di PilgubCerita Petani Cengkeh yang Enggan Memilih NH di PilgubCerita Petani Cengkeh yang Enggan Memilih NH di PilgubCerita Petani Cengkeh yang Enggan Memilih NH di PilgubCerita Petani Cengkeh yang Enggan Memilih NH di PilgubCerita Petani Cengkeh yang Enggan Memilih NH di Pilgub

image-url-apps
Pada enggan gan.
image-url-apps
Partaik bandit uclim emoticon-Takut
KASKUS Ads
image-url-apps
ni orang yang korup waktu masih jadi ketua pssi bukan si...
×