alexa-tracking

Masyarakat: Mengapa Pers Diamkan Kasus Setoran Fee Buat Sang Gubernur?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b13f8b732e2e63d6a8b4567/masyarakat-mengapa-pers-diamkan-kasus-setoran-fee-buat-sang-gubernur
Masyarakat: Mengapa Pers Diamkan Kasus Setoran Fee Buat Sang Gubernur?
Masyarakat: Mengapa Pers Diamkan Kasus Setoran Fee Buat Sang Gubernur?
Bandar Lampung, Kasus setoran fee proyek di Dinas Bina Marga, Provinsi Lampung sebesar Rp 14 Milyar, Sulit untuk ditutupi karena masyarakat masih terus membicarakan kasus setoran ini.
Ternyata, selain diduga terlibat persoalan perselingkuhan dan korupsi dana KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), ternyata Gubernur (non-aktif) Ridho Ficardo juga diduga terlibat dalam kasus setoran fee proyek di Dinas Bina Marga, Provinsi Lampung
“Jangan cuma KONI, KPK juga musti kejar kasus setoran. Kan anak buahnya sudah dipenjara. Pasti udah nyanyi siapa yang perintah. Koq pers pada bungkam, kan udah rahasia umum?” ujar Nasikin, pegawai swasta di Bandar Lampung, Sabtu (10/3).
Dan tidak mungkin pegawai Pemda berani mengambil setoran kalau tidak ada perintah dari atasannya. Beberapa waktu lalu media massa setempat juga ramai memberitakan hal itu.
“Sekarang dia nyalon lagi. Kalau didiamkan dan terpilih lagi, pasti aman dia dari jeratan hukum. Media harus tanggung jawab karena mendiam kasus ini,” tambahnya.
Dapat dilihat sebelumnya di [url=[youtube]OqL64z7kopo[/youtube]][color=#444444][youtube]OqL64z7kopo[/youtube][/color][/url] yang diunggah 14 September 2016, secara jelas bagaimana dua pejabat Pemerintahan Provinsi Lampung mengumpulkan setoran fee sebesar Rp 14 Milyar.
Mereka adalah mantan Kepala Biro Perekonomian Provinsi Lampung, Farizal Badri Zaini dan mantan Kepala Sub Bagian Sarana dan Prasarana Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakorluh) Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Provinsi Lampung, Djoko Prihartanto.
Sang gubernur sigap cuci tangan dengan mengumuman pemecatan kedua suruhannya itu setelah bukti video itu beredar. Padahal dalam rekaman yang dimilik Farizal Badri Zaini itu terungkap perintah langsung dari Gubernur (non-aktif) Ridho Ficardo untuk mengumpulkan setoran fee proyek di Bina Marga Lampung.
“Terlepas benar tidaknya biarlah dibuktikan oleh penyidikan aparat penegak hukum. Semoga saja kasus ini akan menjadi pintu masuk pembongkaran mafia fee proyek di seluruh kabupaten dan kota di Lampung,” ujarnya pasrah.
Yang sangat mencengangkan adalah pernyataan beberapa awak media di lapangan yang mengatakan bahwa sang Gubernur jauh dari kasus tersebut dan tidak mungkin bisa dijerat secara hukum.
“Karena bawahannya sudah dipenjara. Aparat hukum sudah cukup membuktikan kerjanya. Dia (Gubernur Ridho) sudah aman,” kata teman jurnalis kami yang tak mau disebutkan namanya.
Ini dibenarkan oleh seorang aktivis anti korupsi di daerah Lampung, Johny Fadli yang mengatakan bahwa kasus setoran fee proyek sudah didiamkan oleh media massa pertanda sudah ditutup.
“Kalau media massa sudah diam itu tandanya dia sudah aman,” katanya.
Masyarakat Lampung yang peduli dengan fenomena ini adalah Fatimah, pegawai bank di Bandar Lampung menyesali kasus yang secara nyata dimata publik sudah terungkap namun hilang dari pemberitaan hanya karena orang suruhan sudah dipenjara.
“Inikan tanda lemahnya hukum. Sudah jelas bawahan akan tunduk pada perintah atasannya yaitu Gubernur. Artinya dua orang pejabat tersebut diperlakukan tidak adil kalau yang memerintahkan tidak juga diperiksa dan mendapatkan hukuman,” katanya kesal.
Farizal Badri Zaini belum diketahui keberadaannya. Dan pihak Kepolisian Daerah Bandar Lampung tidak bisa dikonfirmasi ketika dihubungi via seluler, dan Djoko Prihartanto saat ini sedang mendekap di Penjara Way Hui.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kabarnya sedang terus mendalami kasus-kasus yang terkait dengan dirinya. Masyarakat masih terus menunggu dengan harap. Belum ketahuan apakah dugaan kasus setoran ataukah dugaan kasus korupsi di KONI yang akan menjeratnya.

Spoiler for Berita:



Sumber Berita : http://sinarharapan.net/2018/03/masy...sang-gubernur/


BONUS : 

Masyarakat: Mengapa Pers Diamkan Kasus Setoran Fee Buat Sang Gubernur?Masyarakat: Mengapa Pers Diamkan Kasus Setoran Fee Buat Sang Gubernur?Masyarakat: Mengapa Pers Diamkan Kasus Setoran Fee Buat Sang Gubernur?Masyarakat: Mengapa Pers Diamkan Kasus Setoran Fee Buat Sang Gubernur?Masyarakat: Mengapa Pers Diamkan Kasus Setoran Fee Buat Sang Gubernur?Masyarakat: Mengapa Pers Diamkan Kasus Setoran Fee Buat Sang Gubernur?Masyarakat: Mengapa Pers Diamkan Kasus Setoran Fee Buat Sang Gubernur?Masyarakat: Mengapa Pers Diamkan Kasus Setoran Fee Buat Sang Gubernur?Masyarakat: Mengapa Pers Diamkan Kasus Setoran Fee Buat Sang Gubernur?Masyarakat: Mengapa Pers Diamkan Kasus Setoran Fee Buat Sang Gubernur?Masyarakat: Mengapa Pers Diamkan Kasus Setoran Fee Buat Sang Gubernur?Masyarakat: Mengapa Pers Diamkan Kasus Setoran Fee Buat Sang Gubernur?Masyarakat: Mengapa Pers Diamkan Kasus Setoran Fee Buat Sang Gubernur?Masyarakat: Mengapa Pers Diamkan Kasus Setoran Fee Buat Sang Gubernur?Masyarakat: Mengapa Pers Diamkan Kasus Setoran Fee Buat Sang Gubernur?
image-url-apps
jadi gini... perstaik namanya

ntap
goyang puting item
Masyarakat: Mengapa Pers Diamkan Kasus Setoran Fee Buat Sang Gubernur?
image-url-apps
karena uda disogok
KASKUS Ads
image-url-apps
Oooh, gubernur PKS.........
×