alexa-tracking

Penganut Konghucu Sumbang Mushaf Alquran Sulaman Raksasa

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b13aed19478684d0d8b4568/penganut-konghucu-sumbang-mushaf-alquran-sulaman-raksasa
Penganut Konghucu Sumbang Mushaf Alquran Sulaman Raksasa
Jakarta - Tan Sri Lee Kim Yew, seorang penganut Konghucu taat yang bersimpati pada Islam menyumbangkan mushaf Alquran sulaman raksasa kepada dunia Islam melalui Presiden Joko Widodo. Tan Sri Lee Kim Yew adalah seorang pengusaha besar warga negara Malaysia. Ia juga memimpin lembaga sosial yang berbasis di Malaysia, Cheng Ho Multicuture Education Trust.

Mushaf Alquran sulaman raksasa yang dibuat secara manual dengan tangan (hand-made) merupakan produk peradaban yang bernilai tinggi sebagai sumbangan dari masyarakat Tiongkok untuk dunia Islam. Mushaf ini dibuat oleh komunitas Muslim Haiyuan, Ningxia, Provinsi Otonomi Khusus Muslim di Tiongkok, yang memiliki tradisi kuat dalam menyulam.

Dalam rilis yang diterima redaksi, Minggu (3/6), disebutkan proses pengerjaaan sulaman mushaf sepanjang 17 meter ini membutuhkan ketelatenan dan keterampilan khusus sulam. Seorang penyulam profesional, dalam sehari maksimal hanya bisa menyelesaikan tiga baris tulisan Alquran.



Proses penyulaman Alquran.

Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerja Sama Antar-Agama dan Peradaban, Prof M Din Syamsuddin menjelaskan sumbangan mushaf itu bermula dari pertemuannya dengan Tan Sri. Din mengisahkan, sekitar setahun lalu saat bertemu di Kuala Lumpur, Tan Sri menceritakan bahwa sudah hampir dua tahun sejak 2015 dirinya meminta seorang ibu di Ningxia untuk menyulam mushaf Alquran raksasa.

"Tan Sri Lee berniat menyumbangkannya kepada umat Islam melalui raja Arab Saudi, yang dikenalnya sebagai pusat agama Islam. Lantas saya usulkan mengapa tidak melalui presiden Indonesia, negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia,” kata Din.

Gayung bersambut, Tan Sri pun setuju dan meminta Din Syamsuddin mengirim proofreader untuk memastikan kebenaran penulisan mushaf. Pada Februari lalu, Din mengirim Dr Ghilmanul Wasath, alumnus Universitas Al-Azhar Mesir, ke Ningxia. Dari proofreading tersebut diketahui hanya ada beberapa kesalahan minor yang segera diperbaiki.

Din Syamsuddin menjelaskan bahwa dipilihnya Indonesia sebagai pihak untuk menerima mushaf Alquran sulaman raksasa merupakan cerminan pentingnya posisi Indonesia bagi dunia Islam. Karenanya, penyerahan tersebut memberikan makna simbolik bagi kerukunan warga Tionghoa dan non-Tionghoa, sekaligus menjadi jembatan kebudayaan di Indonesia, serta merekatkan hubungan dan pemahaman budaya Tiongkok dan dunia Islam.

Din menyebut pembuatan mushaf Alquran sulaman ini sebagai proyek besar, bukan hanya karena besar secara fisik, tetapi kebesaran niat baik dari seorang non-Muslim untuk membuat mushaf Alquran sulaman.

Tan Sri telah mengeluarkan dana besar mewujudkan mushaf Alquran sulaman raksasa.

"Mungkin ini satu-satunya mushaf Alquran yang ditulis di atas kain dengan sulaman dan dalam ukuran besar yang ada di dunia. Pada hemat saya, mushaf Alquran sulaman besar yang dibuat di Tiongkok dan disumbang oleh seorang Tionghoa beragama Konghucu ini adalah lambang kedekatan Tiongkok/Tionghoa dengan Islam.

Penyerahan mushaf ini kepada umat Islam adalah bentuk dialog antar-peradaban. Dialog itu menggunakan medium kitab suci, karena dialog antar-agama maupun antar-peradaban, haruslah berlangsung dalam kesucian hati dan pikiran. Kita semua, umat Islam di Indonesia, perlu berterima kasih kepada Tan Sri Lee Kim Yew atas sumbangan mushaf Alquran sulaman besar ini," katanya.

Lebih lanjut Din menyampaikan bahwa Tan Sri Lee Kim Yew juga berniat menyumbangkan sebuah masjid dari tembaga yang akan dibangun di Pesantren Modern Internasional Dea Malela di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Pesantren ini diasuh Din Syamsuddin.

"Semoga segera menjadi kenyataan," kata Din.

Dalam rangka penyerahan mushaf, Kantor Unit Kerja Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar-Agama dan Peradaban bekerja sama dengan Cheng Ho Multi Culture Education Trust akan menyelenggarakan "Forum Dialog Islam-Konghucu" di Hotel Mandarin Oriental Jakarta, pada 4 Juni 2018 pukul 14.00-18.00 WIB. Dialog berskala regional ini merupakan wadah silaturahmi dan silatulfikri antara tokoh Muslim dan Tionghoa. Dialog akan dihadiri sekitar 60 tokoh Muslim dan Tionghoa dari Indonesia, Malaysia, dan Republik Rakyat Tiongkok, dan diakhiri dengan buka puasa bersama.

http://www.beritasatu.com/nasional/495207-penganut-konghucu-sumbang-mushaf-alquran-sulaman-raksasa.html

kaperr goblog emoticon-Traveller
kapan nih mesjid sumbang ke penganut yg lainnya
Hidup itu sederhana, tetapi kita cenderung membuatnya rumit,
kata bijak dari Confucius
emoticon-2 Jempol
KASKUS Ads
image-url-apps
Cheers emoticon-Angkat Beer
image-url-apps
emoticon-I Love Indonesia
image-url-apps
Penganut Konghucu Sumbang Mushaf Alquran Sulaman Raksasa
image-url-apps
bakar klenteng dibalas sumbang quranemoticon-Leh Uga
Quote:


kagak sekalian sumbang bendera palu arit buat dipasang di istana negara emoticon-Big Grin
indahnya perbedaan emoticon-Big Grin
Quote:


maksudnya sumbang bom
udah kok agan mau
image-url-apps
verifikasi dulu dah ayat2 di mushaffnya biar niat baik beneran barokah emoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:


Ini namanya hidayah
image-url-apps
Quote:


Sumbang api gan
image-url-apps
Menyumbang buku yg berisi perintah membunuh si penyumbang?
Quote:


bukanya pemerasan yah
kasih uang aman gak kasih uang bakar

Konghucu lebih tepat dikatakan sebuah aliran drpd agama, namun aliran ini berkembang pesat juga di China dengan jumlah pemeluk sekitar 100-150 juta jiwa.

Konsep Ketuhanan menurut Konghucu :

1. Sepenuh Iman kepada Tuhan Yang Maha Esa (Cheng Xin Huang Tian)

2. Sepenuh Iman menjunjung Kebajikan (Cheng Juen Jie De)

3. Sepenuh Iman Menegakkan Firman Gemilang (Cheng Li Ming Ming)

4. Sepenuh Iman Percaya adanya Nyawa dan Roh (Cheng Zhi Gui Shen)

5. Sepenuh Iman memupuk Cita Berbakti (Cheng Yang Xiao Shi)


Hmm... rada mirip juga dengan Rukun Iman ternyata.

Agama Khonghucu juga mengajarkan hubungan antar sesama manusia atau disebut "Ren Dao" dan bagaimana penganutnya melakukan hubungan dengan Sang Khalik/Pencipta alam semesta (Tian Dao) yang disebut dengan istilah "Tian" atau "Shang Di".

Orang-orang mengatakan Konsep Ketuhanan Konghucu tidak jelas. Mereka keliru, Konghucu mengakui adanya satu Tuhan, Allah Tuhan Yang Esa.
SUMBER:https://www.facebook.com/notes/zaynur-ridwan-full/terbukti-delapan-agama-terbesar-di-dunia-menyembah-allah-yang-maha-esa/433105041427/

Innadiina indahil Islam.
image-url-apps
Quote:


wkwkwk wahid kok nomor
image-url-apps
Quote:


sabar coy
Quote:


Penganut Konghucu Sumbang Mushaf Alquran Sulaman Raksasa

umatnya rajin nyumbang kok emoticon-Angkat Beer
image-url-apps
Nunggu gerung berkomentar emoticon-linux2
image-url-apps
coba beritsnya ad gmbr kan enak liatnya
emoticon-Ngakak anjir ts nya.emoticon-Ngakak
×