alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
WNI Terpidana Mati di Saudi, Juara Menghafal Al Qur'an
1.57 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b135f88ded7708b668b4571/wni-terpidana-mati-di-saudi-juara-menghafal-al-quran

WNI Terpidana Mati di Saudi, Juara Menghafal Al Qur'an


WNI Terpidana Mati di Saudi, Juara Menghafal Al Qur'an

Jakarta, CNN Indonesia -- Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengunjungi Penjara Kota Dawadmi dan Kota Shaqra untuk menemui langsung sejumlah warga Indonesia (WNI) yang menghadapi proses hukum dengan ancaman hukuman mati.

Pada kunjungan ke Penjara Kota Dawadmi yang berjarak sekitar 300 km dari Kota Riyadh dan waktu tempuh 3 jam perjalanan darat, Senin (28/5), Dubes Maftuh Abegebriel didampingi Raden Ahmad Arief, Minister Consuler dan Atase Hukum KBRI Riyadh, Muhibuddin. 

Kehadiran Dubes Agus Maftuh di Penjara Dawadmi disambut hangat Kepala Penjara Kota Dawadmi, Fahd Hamud Al Otaibi. 

Dalam kesempatan ramah tamah di ruang kerjanya, Fahd Al Otaibi secara khusus memuji Dubes Agus Maftuh yang berkenan mengunjungi dan melihat langsung kondisi WNI di Penjara Dawadmi. 


Fahd menuturkan bahwa selama bertugas di penjara tersebut sangat jarang ada Pejabat Perwakilan setingkat Dubes yang datang menjenguk warga negaranya. 

Kepala Penjara juga menjelaskan bahwa ketiga WNI adalah warga penjara Dawadmi yang dinilai baik akhlaknya, sangat patuh dengan disiplin, bahkan sering mendapat penghargaan sebagai juara dalam perlombaan hafalan al-Qur'an.


Pertemuan Dubes Agus Maftuh dengan 3 WNI di Penjara Kota Dawadmi berlangsung akrab dan ketiganya terlihat sangat ceria. 

Dua diantara 3 WNI tersebut masih sedang menjalani proses hukum dengan ancaman hukuman mati, masing-masing atas nama SMD, asal Karawang dalam kasus pembunuhan dan JSD, asal Ketapang dalam kasus sihir, sementara SFA, asal Cianjur, sudah divonis dengan hukuman penjara selama 3 bulan atas tuduhan melarikan diri dari rumah majikan dan bekerja secara illegal.

Sementara kunjungan ke Penjara Kota Shaqra yang berjarak sekitar 120 km dari Kota Dawadmi dan waktu tempuh 95 menit perjalanan darat, dilaksanakan pada Senin (28/5).

Kepala Penjara Kota Shaqra, Dhaifullah Muhammad Al Otaibi, menyambut hangat kedatangan Dubes Agus Maftuh di Penjara Shaqra.


Dalam kesempatan ramah tamah di ruang kerjanya, Dhaifullah Muhammad Al Otaibi menyampaikan terima kasih atas kunjungan Dubes Maftuh Abegebriel untuk melihat kondisi WNI di Penjara Shaqra. 

Ia menjelaskan bahwa ada 3 WNI yang berada di penjara Shaqra, dua diantaranya RNS, asal Indramayu yang dituduh melakukan sihir dan YHB asal Cianjur yang dituduh membunuh bayi, telah selesai diproses hukum dan saat ini sedang menjalani masa hukuman. 

Sementara satu orang lagi LSS asal Situbondo yang dituduh melakukan sihir (santet) masih dalam proses hukum di Pengadilan. 

Pihaknya sedang mengusahakan pengajuan amnesti kepada Raja untuk kedua WNI yang sudah menjalani 2/3 dari masa hukuman.

Lihat juga: Saudi Beri Akses Dua Putri Presiden RI Mencium Hajar Aswad


Dalam kesempatan berbincang dengan para WNI di penjara Kota Dawadmi dan Kota Shaqra tersebut, Para WNI mengaku diperlakukan baik oleh pihak penjara dan cukup sandang dan pangan, bahkan setiap bulan mereka mendapat tunjangan hidup sebesar SAR 150 ditambah dengan honorarium sebesar SAR 225 sebagai petugas kebersihan.

Dubes Agus Maftuh menegaskan komitmen untuk terus mengawal proses hukum yang dihadapi WNI dan akan berusaha semaksimal mungkin memberikan perlindungan hukum dengan harapan membawa WNI pulang pulang ke Indonesia dalam keadaan selamat. 

Dubes Agus Maftuh berpesan agar para WNI yang sedang menghadpi masalah hukum tidak berputus asa dan terus berdoa kepada Allah SWT sehingga terbuka tabir kebenaran yang berpihak kepada keduanya.

Para WNI di kedua penjara tersebut menyampaikan terima kasih kepada Dubes dan jajaran KBRI yang penuh perhatian terhadap keadaan mereka baik dalam rangka pendampingan di persidangan maupun kunjungan rutin ke penjara.

Lihat juga: Ratusan WNI Tinggal di Najran, Daerah Saudi Rawan Rudal Yaman


Pada akhir pertemuan dengan WNI di kedua penjara tersebut, Dubes Agus Maftuh memberikan santunan dana dan bantuan peralatan shalat sebagai wujud berbagi ceria menghadapi hari raya Idul Fitri, sekaligus menghimbau agar para WNI di dalam penjara tidak perlu merasa sendirian karena keberadaan KBRI adalah untuk melayani dan membela kepentingan WNI di seluruh Arab Saudi.

Lobi via Jalur Kabilah
Dubes RI beserta rombongan juga melakukan lobi-lobi antropologis dengan mendatangi tokoh-tokoh masyarakat Dawadmi khususnya yang memiliki network/jaringan kabilah kesukuan. 

Hal ini dimaksudkan untuk mencari jalan keluar dari masalah-masalah hukum yang sedang mendera WNI yang ada di kedua penjara tersebut karena power kesukuan memegang peranan yang sangat strategis di Saudi.

Tim KBRI juga tidak sungkan untuk melakukan meeting tengah malam "bergaya Badui" di tengah peternakan kambing yang berada di pedalaman sahara Dawadmi dengan berharap pendekatan kultural semacam ini menjadi lorong pembuka untuk menyelamatkan para WNI yang sedang menghadapi masalah hukum di Saudi.

https://m.cnnindonesia.com/internasi...hafal-al-quran

Subhanallah
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
jadi makin dekat dengan NYAemoticon-Smilie
biar Allah yg menilai emoticon-Jempol
JSD, asal Ketapang dalam kasus sihir,


emoticon-Gila terus pembuktiannya gmn ?
Tak guna tuh
penzoliman ga ni? ga demo demo ni?
Anjriiiit......
Kenapa mulusnya si palkon??
Quote:


WNI Terpidana Mati di Saudi, Juara Menghafal Al Qur'an
1000 jin mijon siap menyelamatkan wni sang ahli sihir
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
hukuman mati nya gantung ya?
Kalo Kasus ginian... NasbungTAIK 212 pada Mingkem... meskipun hapal... Kagak ada gunanya...

Apa lagi "Boss Besar" NasbungTAIK yang Kabur ke sana karena Cabul di Kebon Fisang... pura2 Gak Liat...


WNI Terpidana Mati di Saudi, Juara Menghafal Al Qur'an
Diubah oleh president.trump
subannalloh
Yg bantu bebasin adalah pemerintah yg sering di hina hina nasbung dan para konco"nya

Sedangkan nasbung jangankan bantu...doa aja kagak....lebih dungu dr pada udang..nunduk aja kalo mau di makan majikan...


emoticon-Leh Uga
semua terjadi atas ijin (partai) Allah emoticon-Smilie
Juara menghafal al quran tp dihukum mati gr2 kasus sihir??

Ironis
Ngarab keras n rusuh men,kasian yg seimin pun di hukum fancung,coba bandingin ma negara non ngarab pasti orangnya ga sebrutal gitu emoticon-Cool
Lumayan buat bahan pencitraan 2019, blm ada yg bantu kah??
semoga yang terbaik buat mereka
ada kasus sihir emoticon-Bingung
nastak emang susah ya klo goblok gak mudeng baca berita jelas2 berbuat kejahatan kok disuruh bela😂.biar aja dihukum yg penting kbri sudah mendampingi dan membela. klo memang salah ya dihukum aja.kyk gini mau mbok goreng tak😂😂😂
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di