alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Cinta ku ini milik siapa .. ??
4.75 stars - based on 16 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b12b59b902cfec85e8b4567/cinta-ku-ini-milik-siapa

Cinta ku ini milik siapa .. ??

Trit ini adalah lanjutan dr trit 
https://www.kaskus.co.id/thread/55df...her-problem/13

Silahkan membaca trit itu terlebih dahulu untuk memudahkan memahami karakter2 yg sudah diceritakan sebelum nya


Part 1 : Pisang goreng tepung selama nya

Bismillah saya mulai cerita saya ini pada bulan akhir bulan maret 2004 pas keluar dari lapas jl veteran

Pagi itu sekitar jam 9 saya melangkah keluar dr lapas

Quote:


Sesosok perempuan di atas kursi roda memakai baclava warna perak dengan tersenyum tapi air mata nya keluar tapi roman muka bahagia nya tidak bisa dia tutupi. Dengan berjalan pelan saya datangi perempuan tersebut. Saya menunduk dan saya taruh kepala saya di atas pahanya dan berkata 

" apa sekarang kamu akan tetap disini ? " tanyaku dengan memeluk kedua kaki nya
" iyaa, aku pulang sayank " ucap nya

Pagi itu saya dijemput oleh nisa, umi, abi dan bang fandi. Setelah sungkem dan minta maaf kepada abi dan umi kami pun lgsg jalan keluar dari area lapas. 

" bisa mampir ke makam nya rere ? " tanya ku 
" iyaa, kita ziarah dulu trus makan " jawab umi

Saat itu saya duduk di belakang sedan bersama umi dan nisa. Tangan kiri ku tidak bisa melepas tangan kanan nisa saat itu aku genggam erat. Wajah nisa yg bahagia tidak bisa menutupi rasa sakit yang saat itu masih di derita nya

" sayang kamu bagaimana keadaan mu sekarang ? " tanya ku saat itu
" aku akan rutin periksa ke RSPP, medical check up ku sudah aku kirim kesana " ucap nya dengan menyandarkan kepala nya ke pundak kiri ku
" sementara nanti nisa tinggal sama kamu ham di kebayoran, sembari menunggu bu almas " ucap umi
" iyaa umi, aham akan jaga nisa "

Setelah sampai di kawasan TPU dekat parung kami semua turun. Nisa pun bersikukuh ingin ikut, dengan sedikit bersusah payah saya berhasil menggendong nisa hingga sampai di makam rere. Kembali disana saya ngobrol sdri di dpn makam rere sambil memperkenalkan nisa sekalian berpamitan kalau mungkin saya akan jarang ke makam rere. Setelah selesai semua abi umi kembali ke mobil tapi kami di belakang mereka

" re bukan gw merebut aham dari elo, tp gw cma menjaga aham di saat lu udah ga ada " ucap nisa pada makam rere 

Setelah dr makam kami pun melanjutkan perjalanan pulang dan mampir ke kedai masakan timur tengah yg ada di jl veteran dekat masjid istiqlal

Melihat kedatangan kami sang empu sangat bahagia

" ahlan, ahlan " ucap pemilik kedai. " kayfaa antum, sehat ta ? " lanjut sang pemilik kedai
" bii khoiirr alhamduliilah yek " ucap abi. " biiddu'a i aja yeek ( doakan saja ) " lanjut abi
" allahumma barik bah " 

Alhamdulillah kedai tersebut sampai sekarang masih jadi favorit keluarga besar kami kalau lagi makan ramai2. 

Setelah selesai makan dan sholat dluhur di masjid istiqlal kami pun pulang ke rumah.

Begitu sampai di rumah tampak kak ipit, dek imo dan bbrp sahabat saya sudah di rmh menunggu kedatangan saya. Ada faizin, reski, puput, althaar dan beberapa teman lain nya

SELAMAT PULANG DAN MARI LEBIH BAIK

Poster yang dipampang depan rumah

Malam itu saya duduk di kursi teman dengan nisa kembali di temani pisang goreng tepung ( kl di jawa mungkin nama nya godho gedang ) dan teh hitam

" nis, kamu tahu dr siapa ? " tanya ku
" dari umi, umi yg menelepon ku dan meminta ku pulang kesini sblm kamu keluar dari penjara ham " jawab nya
" aku ga habis pikir ham kenapa kamu sampai seperti itu. Harus kah semua permasalahan mu diselesaikan dgn kekerasan ? " tanya nya dg melihat wajah ku
" ntahlah sayang, semoga ak lbh bs mengontrol emosi ku lagi " dengan memeluk nya dari samping. " jangan tinggalin aku lagi yaa, gorengan mu ini ga ada yg menggantikan "

Dari parkiran rumah terlihat muka marah puput melihat ke arah kam ketika dia datang ke rumah bersama papa nya

" ingat tugas lu ham masih ada kuliah ham, bukan nikah lagi " teriak puput

Dan konflik cinta pun segera dimulai

Spoiler for INDEX:
Diubah oleh lmg101
Halaman 1 dari 37
jangan di singkat gan mengurangi penjiwaan bacanya
Quote:


Siap gan. Edited
ijin pasang patok di Mari emoticon-raining
nongkrong dimari ya mas aham...
Penasaran siapa mamahnya anna sekarangemoticon-Smilie

Setuju ama atas ane
Alurnya berasa kecepetan
Kalo bisa banyakin dialognya
siap subscribe buat lanjut baca
Quote:


Silahkan gan

Quote:


Siap. Ini lg ngedit yg sudah saya ketik td

Quote:


Makasih gan
Diubah oleh lmg101
Numpang nongkrong gan emoticon-Big Grin

Baru selesai marathon season 1nya

Keep update and stay healthy
Part 2 : Konfrontasi pertama

" ingat tugas lu ham masih ada kuliah ham, bukan nikah lagi " teriak puput

_________________

" oiy iyaaa, pasti gw ingat kuliah gw put " teriak ku pada puput

" itu siapa sih sayang ? Kok daritadi siang ngelihat aku dengan tatapan muka yang nggak enak banget. Sedikit risih ak " ucap nisa
" dia itu puput, putri nya om johan kenalan e abi sayang. Ya memang dia seperti itu muka nya nyebelin apalagi suara cempreng nya " jelas ku kepada nya
" oh iya kenapa aku ga pernah tahu dia ya sayang ? " tanya nusa lebih lanjut
" lah bagaimana mau kenal, siapa yang sejak april sudah tidak disini ?! " goda ku ke nisa dengan sedikit menggelitik badan nya
" udah ah sayang jangan godain aku. Lagi malas niih " ujar nisa
" oh ya sayang kamu ga minum obat dulu ? Dan tadi kata umi besok kamu kontrol. Ak antar sepulang kuliah aja ya ? "
" abis ni antar masuk sayang, ak minum obat lalu antar aku ke kamar ya sayang. Masalah besok gampang. Aku bisa sama bang fandi atau bang helmi "
" baiklah kalau begitu sayang "

Saya pun mengantar nisa masuk ke rumah, terlihat abi sedang mengobrol dengan pak johan dan ada puput di samping nya. Setelah aku melewati ruang tamu terdengar suara fals yg sedang risau.

" om punya menantu baru lagi ta ? Kok sudah ada yang tidur di kamar tamu lagi ? " tanya puput dengan sedikit nada yg di perkeras

Mendengar pertanyaan puput dengan nada yang sedikit tidak menyenangkan nisa pun bereaksi

" iya nih, umi sudah punya punya menantu baru " jawab nisa dg nada yang tegas
" apaan siih sayang ?! " tanya ku kepada nisa. " ngapain kami ladenin si puput ?! " lanjut ku
" yaah habis dia nanya dengan nada yg dibuat2 seperti itu " jawab nisa dengan ketus

Umi yg mendengar omongan dua cewe itu dr ruang makan pun tertawa

" hahahaha.... Hayooo ada apa ini ?! Ada yang cemburu yaa ?! Apa dek puput juga mau tidur disini juga ? " teriak umi dr ruang makan
" apaan siih umi ikut2an juga " ucap ku sambil mendorong kursi roda nisa ke meja makan
" ya gpp loh ham. Kali aja dek puput nya juga mau tinggal disini " ucap umi
" oh umi mau biarkan anak umi yg ganteng dan sedang ranum ini jadi rebutan ? " ucap kak ipit yg mau ikut nimbrung
" apaan sih kalian ini ? " tanya ku
" iyaa umi aku mau tinggal disini kalo di bolehin sama umi " teriak puput dr ruang tamu

Dan deal sejak saat itu puput juga tinggal di rumah kebayoran. Hari2 suram pun akan saya lalui

Setelah mengantar nisa ke kamar dan membantu nya naik ke kasur nisa memegang tangan ku

" temani ak aham, temani ak sampai tertidur "
" iyaa sayang ak temani kamu " sambil mencium nisa. " apa yg kamu ingin ak lakukan sekarang ? "
" duduk saja disini sayang " ucap nisa

Saya pun mematikan lampu kamar, tiba2 ..

" kamu sama puput ada hubungan apa ? " tanya nisa

Makjleeeb, saya pun kikuk menjawab nyaa. Karena tidak mungkin saya cerita kl saya dan puput adalah Friend With Benefit. Dengan sedikit keraguan dan sedikit tergagap saya pun menjawab

" puput cuma teman sayang, teman sekolah, teman kampus dan teman dr abi " jawab ku
" hmm.. Untuk sekarang ak percaya sama kamu sayang. Beruntung dia sekarang tinggal disini jadi aku bisa tahu secara langsung hubungan kalian seperti apa " ucap nisa. Ucapan yg membuat saya sedikit ketakutan membayangkan bila saja ada sedikit kesalahan pasti kemarahan nisa yang keluar dan saya belum pernah tahu kemarahan nisa seperti apa. Ibarat pepatah " jangan sampai melihat marah nya orang sabar "

Setelah nisa tertidur saya pun kembali ke ruang makan, disana udah ada kak ipit, umi dan puput

" dek sabtu besok ikut kakak ke kampus. Ada convention. Ntar kakak kenalin ke mahasiswa kakak yang cantik " ucap kak ipit dengan melirik puput. Dan puput semakin merah padam muka nya

FYI : Selepas dari melbourne, kak ipit menjadi dosen di Mercu Buana

Dan keesokan pagi nyaa neraka saya di mulai

" sayaaang anterin ke rumah sakit " teriak nisa
" ahaaam jangan lupa kuliah lu antar gw, gw ga bawa mobil " teriak puput

Ya Allah .......

Diubah oleh lmg101
Quote:


Monggo gan. Makasih doa nya
Diubah oleh lmg101
Ijin gelar tikar dirumah barunya ganemoticon-Cool
Quote:


Monggo gan
ready..hadir di trit terbaru ente gan
Diubah oleh intotheabyss
ane maraton part awal dulu lah emoticon-Jempol
Part 3 : Hadapi Konsekuensi

" woiy kalian berdua hari ini aham milik saya yaa !! " kata kak ipit membuka pagi di meja makan kala itu. " jangan ada yang mengganggu aham selama masih sama saya, okee ?!. Paham kalian " tegas kak ipit sambil nyengir melihat kelakuan puput dan nisa pagi itu yang mencoba menyiapkan sarapan buat saya.

Yaap, kehadiran mereka berdua di rumah memberi warna tersendiri. Seandai nya ada kloning mungkin saya sudah meng-kloning diri saya sendiri demi menuruti nisa dan puput. Mengantar nisa ke rumah sakit, menghabiskan waktu bersama nisa, pergi ke kampus sama puput, belum lg harus menunggu nya di kampus dan keusilan kak ipit di rumah itu semua 100% membuat tenaga saya terkuras habis.

Ketika selesai sarapan hari sabtu itu saya dan kak ipit pun berangkat ke kampus nya.

" eh dek kek nya hidup lu seru banget sekarang dengan adanya puput dan nisa di rumah " kata kak ipit di dalam mobil
" gw capek kak, berasa pingin patah ni badan. Ga jarang gw sampe ketiduran di mobil demi mereka " ucap ku dengan nada mengeluh
" yah lu hadapi konsekuensi nya lah dek, mereka berdua kelihatan bgt memperebutkan mu. Kwkwkwkw "
" bahagia bgt lu kak ngelihat adek lu sengsara, huuh "
" dek nanti ak kenalin ke mahasiswa gw yaa, baik2 ma dia. Dia cma ingin wawancara dengan pengusaha muda, okee ?! "
" iyaa deh kak, gw manut ama lu kak. Yg ptg hari ini gw tenang kak ga di ributin ma nisa dan puput " ucap ku sambil memejamkan mata

Sekitar sejam kemudian kami sudah tiba di kampus Mercu Buana. Disana tidak ada hal yg menyenangkan selain melihat pemandangan dan suasana baru ( selain cewe2 nya )

" kak mahasiswa lu mana ?! " tanya ku ke kakak ku siang itu
" bentar laah, ga lihat gw masih sibuk ! " jawab kakak ku
" males diih kak kl cuma gini doang "
" ya elu jalan sendiri lah, cari kenalan baru " ucap kak ipit dengan senyum yang bikin sebel

Ya begitulah kakak saya, paling suka godain saya. Dibanding 2 adik ku yg lain, saya yang paling menerima banget kalau harus digodain meski yang menggoda adalah kedua adik saya.

Siang itu pun saya pergi meninggalkan kakak saya yang sedang sibuk dengan urusan nya sendiri. Syaa pun berjalan mengitari kampus hingga tiba di suatu bangku2 DPR ( Dibawah Pohon Rindang ), saya pun duduk di situ. Semilir angin yang ringan membuat saya tertidur.

" bang bangun " terdengar suara cewe dan tiba2 ada yang menggoyang badan saya
" iya - iyaa sayang aku bangun " jawab ku dengan mengigau. Sekejap saya pun tersadar kalau saya tidak berada di rumah. Dan langsung kulihat lah cewe itu yang sedang duduk di samping saya
" waah abang nya mengigau dibangunin pacar nyaa ya ?! " tanya yaa.
" haa hee haa hee, iyaaa " jawab ku dengan mengusap kedua mata. " maaf ya mbak " ucap ku
" santai aja bang. Lagian capek banget ya sampe tidur nya susah dibangunin ?! " ucap cewe itu
" iyaa nih akhir2 ini lagi susah istirahat " jawabku
" jurusan apa bang ? Kok ga pernah kelihatan di DPR sini ? " tanya nya lagi
" gw nggak kuliah disini, cuma nganter kakak gw yg ngajar disini " jawab ku
" oh ya ?! Siapa nama kakak nya bang, kali aja kenal ? " tanya cewe itu

Tiba2

" eh dek receh banget siih, ditinggal sebentar udah godain cewek sini " teriak kak ipit
" gw ketiduran kak " ucap ku. " itu kakak ku " ujar ku ke cewek itu
" ooh bu ipit akuntansi " ucap cewe tersebut
" eh mbak gw pamit dl yaa " ucap ku sambil berlalu
" iyaa bang, met istirahat " ujar nya

Saya pun berlalu meninggalkan cewek tersebut, tapi ada 1 hal yg menjadi notif ku saat itu. Itu cewe seperti nya nyentrik karena dia membaca buku karangan Michel Focault

" dek kita ke senayan, mahasiswa kakak disana "

Menjelang sore kami sudah tiba dan langsung menuju ke tempat yang sudah ditentukan.
Quote:


" oh kamu mahasiswi nya " ucap ku dengan mengajak jabat tangan
" iyaa gw mahasiswi nyaa, masalah buat lu ?! " tanya nya dengan ketus
" et dah mbak jangan ketus2 bikin susah jodoh " ucap ku dengan ketus juga
" eh gw masa bodoh ya, gw cuma butuh hasil dari penelitian ini " lanjut lena
" udah2 kalian jangan adu argumen disini. Len kamu ga bawa kendaraan kan ? Bareng kita aja, pindah tempat ke rumah gw len. Gw pingin tidur " ucap kak
" yu whaaaat kaaaak ?! Ga ingat di rumah ada 2 predator ? " ucap dengan melongo
" ya itulah seni nyaa dek. Wkekwkw " ucap kak ipit dengan nyengir bahagia

Ilustrasi mengenai lena saat it. 165 cm, sekitar 45 kg, rambut sebahu di highlight karena lagi nge-trend, outfit nya seksi, tank top ditutup jaket dan celana seperti model skinny stretched jeans dan yg bikin terpana adalah muka nya percampuran antara arab dan oriental jadi gampang nya dia super cantik.

Setelah kami sampai di rumah, kami pun lgsg memulai interview tersebut di ruang tamu dan di belakang sedang diawasi dua predator dan jujur saat itu bikin bulu kuduk berdiri .. Ampuuunnn ..
Quote:


Makasih gan

Quote:


Monggo gan, pelan2 saja
Part 4 : Kamu yang kucinta

" mas teh nya saya taruh disini ya " ujar bi shinta kepada saya sambil menuangkan ke atas 2 cangkir sore itu. " silahkan di minum mbak " ucap bi shinta

" hmm tehnya enak " ucap lena
" itu teh hitam, baru bbrp waktu ini jd favoritku " ucap ku
" maaf ya tadi ak nyebelin banget pas disana "
" gw orang nya nyantai aja len. Ga pernah musingin hal2 kek gituan "
" kamu tipe2 cowo yg ga suka menuntut yaa ? " tanya lena
" gw lebih suka diam, ngelihat, tidur kl ga ada kegiatan dan gw suka duduk2 " jawab ku
" seperti nya keluarga mu ramai ya ? " tanya lena lagi
" sebenar nya sepi rumah ini len " jawab ku. " berhubung ada 2 cewe yang menginap disini jadi terdengar nya rame " lanjut ku sambil menunjuk ke arah puput dan nisa yang sedang mengintip dan mencoba mendengarkan percakapan kami
" siapa mereka ? " tanya lena
" yang pakai kursi roda itu pacar ku nama nya nisa dan samping nya itu puput putri dari rekan abi ku " jawab ku
" enak ya di rumah mu banyak cewe, banyak teman ngobrol juga " sambil melihat ke arah bang fandi dan bang helmi yg lagi mencuci mobil. Terdengar suara helaan napas dari lena. " Maaf " ucap nya
" len kalau memang kamu sedang banyak pikiran lanjutkan lain waktu saja interview nya " ucapku sambil berdiri dan meninggalkan lena di ruang depan

" sayang kenapa tamu nya kamu tinggal ? " tanya nisa
" sepertinya dia sedang bersedih. Biarkan saja dia " jawab ku sambil berjalan ke arah ruang makan

Tak lama kemudian kulihat nisa menuju ke ruang depan. Dan mulai terdengar suara obrolan lena dan nisa, saya yang kala itu sedang di ruang makan bersama dengan puput cuma bisa tersenyum mendengar nya. Tak lama kemudian terlihat kak ipit turun dari kamar nya yang berada di lantai 2

" dek lena kenapa sama nisa di depan ? " tanya kak ipit.
" lena sepertinya sedang bersedih kak, maka nya gw tinggal dan nisa yg nemenin " jawab ku
" dek ga penasaran dengan yang mereka obrolin ? "
" gw ga minat mencari tahu kak, mungkin lebih baik seperti ini "

Setelah memasuki waktu maghrib, lena pun berpamitan pulang

" bu ipit interview nya saya lanjutkan kapan2 lagi ya, saya sedang tidak enak badan " ucap lena ke kakak
" iyaa atur aja. Nanti urusan aham biar ak yg kabarin dia " ucap kakak
" makasih bu "
" iyaa len kabarin kakak aja, biar ak ngikutin jadwal elo " ucap ku
" makasih ham " lanjut lena. Entah kenapa saat itu saya melihat lena dengan tatapan berharap, berharap bertemu dia lagi. Karena sesuatu yang tidak saya jelaskan

Malam nya setelah membawa nisa kembali ke kamar nya saya pun ke depan rumah ingin mengajak kak ipit ngobrol

" kak gw ingin pulang ke pasuruan " ucap ku
" pulang aja dek, abi umi pasti senang " ucap kakak
" gw ingin curhat perihal nisa dan puput, gw sedikit tertekan kak "
" iyaa gw tahu, gw berharap lu bisa dekat ama lena dek. Entah kenapa kakak ngerasa lu ama kena bisa dekat. Dan kakak juga ngerasa lu ga pantas sama mereka berdua itu. Tapi ini cuma pendapat kakak dan jangan dimasukin hati"

Skip skip beberapa hari kemudian

Saya pun pulang ke pasuruan, setelah silaturrahmi ke rumah pakdhe dan paklek saya pun pulang. Sesampai nya di rumah umi pun menyambut ku. Entah mengapa saat itu sambutan umi sangat menenangkan, entah sudah berapa lama saya tidak merasakan perasaan seperti it.

" gimana keadaan mu ham ? " tanya umi
" ntahlah umi, seperti nya aham stress " jawab ku
" karena nisa dan puput ? " tanya umi lagi
" iyaa umi, aham ga bs terus2an seperti sekarang ini. Capek umi. Aham bingung umi "
" ya sudah besok balik ke jakarta nya umi ikut " ujar umi

Rutinitas kalau ada abi dan umi adalah selalu makan bersama satu meja, selain mengamalkan sunnah Rasulullah SAW makan semeja selalu ada hal yang bisa dibahas, mulai dari hal yg receh sampai yang rumit.

Seperti contoh ini

" bi shinta kenapa pisang goreng tepung nya ga bisa seperti punya nya nisa sih ? " keluh ku ke bi shinta. Abi ketika mendengar nya pun lgsg menimpali
" hei ham jaga sopan santun. Ga boleh kamu menghina makanan yang sudah tersaji. Itu sama saja kamu ga bersyukur " ucap abi
" bi kan aham cuma bilang rasanya kok ga sama " keluhku lagi
" itu sama saja ham. Abi jadi ingat ada salah satu riwayat. Dulu Siti Aisyah RA pernah salah menaruh gula dengan garam di minuman Rasulullah SAW dan rasul pun tetap meminum nya meski tidak sampai habis. Siti Aisya waktu itu juga bertanya2 ham kenapa sampai minuman nya tidak dihabiskan. Akhir nya Siti Aisyah bertanya ke rasul dan jawaban nabi Muhammad SAW pun sangat menenangkan hati. Kubiarkan dulu minuman ini disini nanti akan aku habiskan. Naah ham rasul aja sampai bisa menghargai kesalahan seperti itu trus kamu yg cuma beda rasa sedikit saja sudah protes. Ingat ya anakku tidak semua hal di dunia ini sama dan akan sesuai harapan " begitulah ucap abi yg bisa kuingat

Makan bersama di rumah itu simple entah mengapa sekarang banyak keluarga yang tidak menerapkan nya

Selang sekitar 3 hari kemudian saya dan umi kembali ke jakarta. Di tengah2 perjalanan umi bertanya

" ham siapa yang akan kamu pilih sejujur nya ?/" tanya umi
" aham tetap dengan nisa umi " jawab ku
" kalau nisa meninggal ? " tanya umi lebih lanjut

Dan saat itu saya speechless
Diubah oleh lmg101
Ada lena... bakal nambah ledisnyaemoticon-Smilie

Kepikiran omongannya umi
ayok mas dilanjut critanya,,
Part 5 : Lebih baik

Malam itu ketika saya dan umi sudah sampai rumah semua sudah tertidur. Bi shinta dipanggil umi

" mbok tak takoni jawaben jujur yo " ucap umi ke bi shinta
" dawuh bu " jawab bi shinta
" antara puput ambek nisa mbok milih sopo ? "
" mbak nisa bu " jawab bi shinta dengan jelas
" kenapa bi shinta ?" Tanya ku
" soal nya mbak nisa yang bisa bikin mas aham mesem " jawab bi shinta dengan pamit kembali ke kamar nya
" jawaban umi sama dengan bi shinta ham. Jadi kamu harus tahu bagaimana ? " ucap umi

Keesokan pagi nya kami semua sarapan di meja makan. Semua diam melihat umi pagi itu yang sedikit terlihat masam

" oh ya dek puput setelah ini umi harap untuk tidak tidur disini lagi ya, karena setelah ini ada saudara2 kami yang akan tinggal disini. Sementara dek nisa masih disini sambil nunggu mama almas yaa " ucap umi pagi itu

Dan hari itu pun berlalu dengan ada nya selambu kelam di puput dan sebuah kemenangan di pihak nisa

Malam hari nya saya masih ingat dengan pasti obrolan saya dengan nisa di taman rumah saat itu

" sayang apa dengan ini umi menyetujui ku dengan mu ? " tanya nisa dengan senyum
" ntah sayang, kenapa kamu ga mencoba tanya sendiri ke umi ?! " tanya ku kepada nya
" aku malu sayang, tapi nanti kl mama udah disini ak akan bicara ke mama, biar aku tahu apa yg harus aku lakukan dengan hubungan kita ini "
" iyaa, sementara kita seperti ini dulu "
" sayang ak bukan rere, ak adalah nisa dengan segala kekurangan ku "
" aku mencintai mu dengan kekuranganmu " sambil mencium kening nya
" oh ya sayang besok aku ikut ke kampus mu yaa " pinta nisa
" okee "

Skip skip

Hari2 aku lalui dengan nisa di samping ku, kami lebih sering menghabiskan waktu bersama kemana saja karena memang puput waktu itu tidak ada di rumah sampai mama almas tiba dari china sekitar 2 minggu lebih dari keputusan umi saat itu. Dan alhamdulillah nya keadaan nisa lebih baik, karena menurut dokter bagaimanapun kondisi mental akan sangat membantu pemulihan.

Insyaallah 3 hari sebelum kedatangan mama almas balik ke indonesia saya kembali bertemu lena.

Kampus Mercu Buana awal juni 2004

Saat itu saya janjian dengan lena di DPR nya mercu buana

" hai ham, makasih yaa atas waktu nya " ucap lena dengan mengajak berjabat tangan
" oiy santai aja. Kakak yang bilang kalau laporan penelitian mu harus selesai sebelum UAS dimulai, jadi hitung2 aku membantu laah " ucap ku. " bagaimana kabar mu len ? Semoga lebih baik dari terakhir kita bertemu " lanjut ku
" syukur ham aku lebih baik " jawab nya

Kami pun segera melanjutkan interview yang tertunda. Setelah beberapa saat interview dimulai terlihat ada cowo yang sedang meneriak kan nama lena dan lena pun menghampiri nya. Sayup2 terdengar

" oh lu ngajak putus gw karena ingin dengan dekat cowo itu ? " tanya cowo tersebut.
" nggak ron, bukan seperti itu. Gw udah ga tahan ama elo " ujar lena
" ga tahan apa nya lu dasar cewe gatal. Siapa dia ? " ucap cowo tersebut dengan mendekati ku

" eh boy lu siapa ? Gw pacar nya lena " ucap cowo tersebut dengan berdiri di hadapan ku
" gw cuma sumber interview nya " ucap ku
" eh ditanya siapa malah jawab aneh " lanjut cowo tersebut dengan mencengkeram pundak baju ku
" eh sob, gw udah bilang ya gw cuma sumber interview nya lena dan ini tangan tolong singkirkan kalau bisa. Urusan pacaran kalian tolong selesaikan sendiri " ucap ku dengan posisi berdiri sementara cowo tersebut mencengkeram pundak kiri ku
" ah banyak mulut lo " teriak cowo tersebut dengan mencoba melempar ku ke arah kiri dan lena yg sedang berada di belakang nya mencoba menahan lengan cowo tersebut. Tiba2 cowo tersebut melepas cengkeram nya dan mengibaskan tangan kanan nya hingga mengenai lena dan membuat lena terjatuh. Saya pun langsung bereaksi dengan mencengkeram kerah baju cowo tersebut
" bos kalau lu cowo jangan kasar kepada cewe " ucap ku dengan mendekatkan kepala saya
" baik " teriak nya dengan mencoba memukul ku. Seketika pula saya pun menundukkan kepala nya ke bawah dengan cara menarik kerah baju nya ke bawah sampai terjatuh.
" bangsaaaat " teriak cowo itu lg sambil berdiri dan mengayunkan pukulan2 ga jelas ke segala arah yang bisa saya hindari hingga akhir nya security kampus menahan kami berdua karena sudah bikin onar

" ealah dek, ga bisa apa ya bikin tenang hidup gw " ucap kak ipit
" eh kak gw ga salah. Tanya lena tuh kak "
" iyaa bu bukan salah aham, salah ronald. Dia mantan pacar saya " ucap lena
" lah kenapa mantan lu sampai kemari dan marah2 len ? " tanya kak ipit lagi
" dia ga terima bu karena saya putuskan "
" owalaah. Yaudah kalau gitu. Interview mu sekarang bagaimana. Kelarin aja lah sambil ngobrol dimana " ucap kak ipit

Akhir nya kami melanjut kan interview nya di kedai kopi luar negeri di kawasan senayan.

" ham maafin gw masalah tadi " ucap lena
" woles laah, uda gw bilang kan gw santai aja " ucap ku mencoba menenangkan nya
" dia memang susah kontrol emosi " lanjut lena dengan sedikit menjelaskan
" sama aja len, semua cowo pasti lepas kontrol kalau masalah seperti itu " ucap ku. " tapi seperti nya hubungan kalian buruk yaa ? " tanya ku
" aku capek dibohongin ronald ham, dia uda terlalu sering membohongi ku " ucap nya sambil berpangku dagu. Terlihat oleh mataku saat itu kalau di pelipis lena ada sedikit memar
" dia sering mukul lu ga len ? " tanya ku dengan berpindah bangku duduk yang sebelum nya berhadapan berpindah ke samping nya
" iyaa ham, dia sering mukul gw kalau mood hati nya jelek " ucap lena
" sabar ya len " dengan mencoba melingkarkan tangan ku ke pinggang nya. Dan akhir nya lena pun menyenderkan kepala nya ke pundak kanan ku sambil sedikit sesenggukan.

Tak lama kemudian ada panggilan suara yang sangat familiar

" ahaaam siapa itu .... ?! "

Mampus hidup ku .....
Diubah oleh lmg101
Quote:


Woyadoong. Ladies nya nanti banyak kok

Quote:


Maaf gan baru selesai acara di kota sebelah
Halaman 1 dari 37


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di