alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / Green Lifestyle /
Ketika Bayi Anjing Laut Mati dengan Sampah Plastik di Perutnya
4.82 stars - based on 11 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b12a757d675d413608b4578/ketika-bayi-anjing-laut-mati-dengan-sampah-plastik-di-perutnya

Ketika Bayi Anjing Laut Mati dengan Sampah Plastik di Perutnya

Ketika Bayi Anjing Laut Mati dengan Sampah Plastik di Perutnya

Sekecil apa pun sampah plastik, itu dapat merusak kehidupan hewan.

Jumat lalu, bayi anjing laut harpa ditemukan mati di pulau Skye. Ia lalu dibawa ke Scottish Marine Animal Stranding Scheme (SMASS), sebuah badan pemerintah yang menginvestigasi kematian mamalia laut.

Di sana, Andrew Brownlow, ahli patologi hewan, melakukan autopsi pada mayat anjing laut tersebut dan menemukan secarik plastk di perutnya. Brownlow kemudian membagikan pengalamannya tersebut melalui laman Facebook SMASS.

Kira-kira, anjing laut itu berusia delapan bulan hingga satu tahun. Brownlow mengatakan, sangat jarang menemukan sampah plastik di dalam perut anjing laut. Biasanya, mereka lebih sering mati akibat terlilit jaring-jaring dan perangkap lainnya.

“Anjing laut yang menelan plastik sangat langka. Mereka merupakan hewan pintar dan biasanya mampu membedakan antara plastik dan mangsa,” papar Brownlow.

Insiden ini menyoroti betapa berbahayanya pencemaran sampah plastik. Bahkan, hewan laut paling cerdas pun menjadi salah satu korbannya.

Terdampar di perairan asing

Biasanya, SMASS mendapat laporan mengenai terdamparnya anjing laut abu-abu dan anjing laut pelabuhan. Ini sering terjadi di Skotlandia. Namun, untuk kasus anjing laut harpa yang tinggal di Arktika, fenomena ini sangat tidak biasa.

Anjing laut harpa tidak terancam punah. Mereka kebanyakan menghabiskan waktunya untuk berenang di air es di Atlantik dan laut Arktika, makan ikan dan krustasea, serta bermigrasi ke tempat berkembang biak mereka di Newfoundland.

Brownlow menduga, bayi anjing laut yang malang tersebut lahir di bagian utara Norwegia, namun tanpa alasan yang jelas, ia terbawa ke selatan. Bisa jadi, bayi tersebut sedang mengikuti mangsanya atau anjing laut lain sebelum akhirnya tersesat.

Dalam laman Facebook SMASS, Brownlow menulis, perubahan iklim mungkin juga berperan penting pada fenomena perpindahan hewan ini.

Sampah plastik tipis di dalam perut

Selama autopsi, Brownlow dan timnya menemukan plastik segiempat tipis berukuran dua inci dalam kondisi kusut di perut anjing laut harpa. Adanya luka terbuka menunjukkan bahwa plastik tersebut sudah berada di dalam sana dalam waktu yang cukup lama. Usus anjing laut pun diketahui mengalami peradangan.

Sampah plastik itu  kemungkinan menyumbat sfingter pilorus -- bagian dalam perut yang mengatur pergerakan makanan ke usus. Ini membuat perut bayi anjing laut kesulitan untuk mengosongkan makanan.

Ketika Bayi Anjing Laut Mati dengan Sampah Plastik di Perutnya

Brownlow mengatakan bahwa plastik tidak langsung membunuh anjing laut. Hewan tersebut sudah berada dalam kondisi sakit, dehidrasi, kurus, dan tidak makan apa pun sebelum kematiannya. Mayat anjing laut menunjukkan bukti sepsis dan bakteri, namun tidak ada trauma.

“Tampaknya potongan plastik itu membahayakan jaringan dalam perut sehingga memungkinkan bakteri dari usus mengalir ke darah. Bayi anjing laut itu memang akan mati karena kondisinya, namun sampah plastik mempercepat proses tersebut,” papar Brownlow.

Plastik tidak dapat terurai dalam perut. Jika anjing laut tersebut masih sehat, ada kemungkinan ia bisa selamat.

Krisis sampah

Anjing laut harpa bukan satu-satunya spesies yang ‘diganggu’ oleh sampah plastik. Singa laut dan spesies lainnya juga sering terlilit sampah di laut, seperti peralatan memancing, kantung plastik dan karet.

Sekitar 700 spesies – di antaranya penyu dan burung laut yang terancam punah -- bahkan menelan sampah plastik dan mengira itu makanan mereka. Namun, alih-alih memberikan gizi, sampah tersebut dapat menusuk selaput lambung dan menyebabkan kelaparan serta kematian.

Beberapa ikan juga berisiko memakan sampah plastik mikroskopis. Dan karena manusia mengonsumsi ikan, kita secara tidak sengaja juga menelan potongan-potongan kecil dari sedotan, tutup botol, serta kantung plastik.

Beberapa sampah plastik dapat terlihat dengan mudah, namun 90%nya memiliki panjang kurang dari setengah inci. Artinya, sebagian besar plastik yang tidak terdeteksi juga bisa menyebabkan kematian bagi hewan laut.

“Sekecil apa pun potongan plastik menjadi masalah bagi kehidupan hewan,” pungkas Brwonlow.


sumur
Halaman 1 dari 27
miris banget emoticon-Turut Berduka
kapan ya pemerintah disini mulai serius nanganin sampah? emoticon-Frown
kalo liat pedagang2 makanan gitu kalo ngeluarin plastik suka gak nanggung nanggung jd kesel sendiri emoticon-Blue Guy Bata (L)
"masalah plastik" dan sampah lainnya, ambil saja lingkup kecamatan dan cara terbaiknya dengan mensupport program bank sampah
Akan menjadi pekerjaan berat cenderung mustahil untuk merubah mindset masyarakat global menyoal masalah sampah ini (khususnya di negara kelompok dunia ketiga).

sangat menyedihkan emoticon-norose
emoticon-Turut Berduka miris sekali
kasihan bener emoticon-Frown
miris bgt gan !!! emoticon-Turut Berduka emoticon-norose
emoticon-Frown emoticon-Frown
Gilak parah
susah sudah nanganin hal kyk gini soalnya udah turun temurun orang2 membuang sampah sembarangan emoticon-Frown
emang manusia tuh makhluk yg harus segera punah lah
eh busyet dah kasian amat yah
sedih bgt gan, banyak sekali kejadian spt itu skrg emoticon-Turut Berduka
mirissss
kasian makhluk lain jd tersisihkan demi eksistensi manusia
Duh... Kasian banget... emoticon-Berduka (S)

JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN !!! emoticon-Marah
mejeng pejwan ht dulu gan
Lucknutt emoticon-Marah
mungkin suatu saat nanti yg tertinggal di bumi cuma manusia, hewan ternak dan hewan peliharaan emoticon-Matabelo
miris liat zaman sekarang emoticon-Ngacir Tubrukan
Diubah oleh harmagedon77
harus cari cara mengubah mindset masyrakat kalo buang sampah itu bahaya....
Halaman 1 dari 27


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di