alexa-tracking

Pencurian bagasi, First Travel, dan visa ke Israel

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1240f5d675d4ca778b4578/pencurian-bagasi-first-travel-dan-visa-ke-israel
Pencurian bagasi, First Travel, dan visa ke Israel
Pencurian bagasi, First Travel, dan visa ke Israel
Rangkuman foto dari artikel menarik sepekan
Trio bos First Travel sepertinya tidak akan menikmati perayaan Idulfitri 2018 dengan bebas bersama keluarga.

Rabu (30/5/2018), Pengadilan Negeri Depok telah menjatuhkan vonis untuk ketiganya. Vonisnya tak kenal ampun; yakni hukuman maksimal sesuai yang diajukan Jaksa Penuntut Umum.

Sepanjang pekan ini, bukan hanya trio bos First Travel saja yang harus berhadapan dengan hukum di meja pengadilan. Pengacara yang beken karena kontroversinya, Fredrich Yunadi, juga demikian.

Pada Kamis (31/5/2018), Fredrich mendapatkan tuntutan 12 tahun penjara karena menurut jaksa dirinya merintangi penyidikan KPK atas Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Selain berita hukum, jelang mudik Lebaran 2018 ini juga dihiasi kabar pencurian bagasi di Terminal 3 Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang. Pencuri sudah berhasil ditangkap, tapi Anda tetap harus berhati-hati, apalagi jelang masa mudik ini.

Kabar membanggakan datang dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Setelah empat tahun tak pernah mengantongi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), tahun ini Pemprov DKI berhasil membawa pulang tropi itu.

WTP yang diberikan adalah untuk Laporan Keuangan Pemda DKI Tahun 2017. Anies mengklaim perolehan itu karena kerja keras jajarannya, tapi ada suara lain yang menyatakan itu adalah buah jerih payah gubernur sebelumnya.

Kabar yang tak kalah menarik juga datang dari Israel. Pemerintah Israel memutuskan untuk menolak masuk kunjungan dari turis Indonesia. Alasannya, karena sikap yang ditunjukkan oleh Indonesia saat terjadi pertumpahan darah di Jalur Gaza.

Seperti apa lengkapnya kabar di atas? Anda bisa menyimaknya dalam ringkasan berita menarik pada pekan akhir Mei 2018 berikut ini
Modus pencurian bagasi Pencurian bagasi, First Travel, dan visa ke Israel
Seorang pekerja membersihkan lantai tempat pengambilan bagasi di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, April 2017.
Kepolisian Resor Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, berhasil menangkap pencuri koper penumpang yang hilang dua pekan lalu, pada Sabtu (26/5/2018).

Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno Hatta, Kompol James Hasudungan Hutajulu kepada Suara.com mengatakan, pelaku berinisial DV itu berstatus sebagai pelajar kelas 3 di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Tangerang.

Polisi menangkap DV di kediaman orang tuanya di kawasan Tigaraksa, Tangerang, Banten. Bersama pelaku, turut diamankan sepuluh koper yang diduga dicuri dari penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Identitas DV terungkap setelah petugas kepolisian mendalami rekaman kamera pengawas di sekitar tempat pengambilan bagasi Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas, modus yang dilakukan DV dalam aksi pencuriannya adalah dengan berpura-pura menjadi penumpang.

Awalnya DV tiba di Terminal 3 dengan menumpangi Toyota Limo B2268QZ. Mobil tersebut diparkir di area kedatangan domestik Terminal 3.

Saat masuk ke area bandara, DV turut membawa sebuah koper berwarna hitam. DV kemudian mengelabui petugas dengan berpura-pura koper lain miliknya tertinggal di dalam terminal.

DV langsung berjalan ke arah pengambilan bagasi. Tampak begitu mahir dalam aksinya, DV langsung berdiri di depan ban berjalan (conveyor belt) bagasi tempat penumpang pesawat Garuda Indonesia GA417 yang baru tiba dari Denpasar, Bali.

"Dia menunggu momen, ketika situasi sepi, baru lah pelaku ini beraksi," ujar Kapolresta Bandara Soetta, AKBP Victor Togi Tambunan.

Togi juga menuturkan, dari pemeriksaan kepada DV, diketahui motif pelaku melakukan pencurian hanya karena menyukai koper penumpang.

Setelah berhasil membawa pulang sejumlah koper, pelaku langsung menuju parkiran dan pulang dengan mobil yang diketahui milik orang tuanya tersebut.

"Dia bawa mobil sendirian. Lalu setelah itu langsung pulang ke rumahnya," sambung Togi.

DV ternyata telah melakukan aksi pencurian koper penumpang sejak Juli 2017. Dalam kurun waktu tersebut, aksi pencurian yang sudah dilakukan sebanyak 5 kali.
Catatan opini WTP untuk DKI Jakarta Pencurian bagasi, First Travel, dan visa ke Israel
Presiden Joko Widodo (kanan) menyerahkan penghargaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) Award kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika menerima pengguna manfaat kartu tersebut di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/5/2018).
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) DKI Jakarta Tahun 2017 akhirnya mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Predikat yang diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu didasarkan pada hasil pemeriksaan keuangan berikut dengan implementasi atas rencana aksi yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI selama 2017.

Anggota V BPK, Isma Yatun dalam Tirto mengatakan, langkah yang dilakukan Pemprov DKI dalam menjalankan rekomendasi BPK pada tahun lalu, seperti misalnya rekapitulasi dan pencatatan aset-aset di Jakarta, sudah tepat.

Pencapaian ini tentu membuat bangga Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. "Ramadan tahun ini terasa membawa berkah bagi Pemprov DKI Jakarta," tutur Anies dalam ANTARA, usai rapat paripurna pembacaan hasil pemeriksaan laporan keuangan BPK di Gedung DPRD Jakarta, Senin (28/5/2018).

Anies kemudian mengunggulkan keberhasilan kepemimpinannya dibandingkan Gubernur DKI Jakarta sebelumnya. Sebab, terakhir kalinya Pemprov DKI mendapat opini WTP yakni pada 2012, atau pada akhir masa kepemimpinan Fauzi Bowo.

Perolehan WTP memang menjadi incaran Anies dan wakilnya, Sandiaga Uno. Makanya, Anies mengakui banyak hal yang dilakukan Pemprov DKI guna mencapai target itu, salah satunya intensitas pertemuan Sandi dengan BPK.

"Tiap minggu task force yang dipimpin langsung oleh Pak Wagub itu melakukan rapatmonitoring dan hasilnya dilaporkan melalui pertemuan dengan BPK, itu rutin, mereka bekerja siang malam dalam artian sesungguhnya," sambung Anies.

Rasa syukur berbeda diutarakan oleh Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi.

Prasetio turut mengapresiasi kerja keras yang dilakukan Pemprov DKI sehingga berhasil meraih WTP. Namun, politisi PDIP ini turut mengalamatkan ucapan terima kasihnya kepada tiga mantan Gubernur DKI Jakarta sebelumnya: Joko "Jokowi" Widodo, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama, dan Djarot Saiful Hidayat.

"WTP ini kalau tidak ada rentetan perubahan sistem pembayaran online, ini enggak akan terjadi. Mungkin saat ini lah yang menerima sesuatu yang baik," ucap Prasetio dalammerdeka.com.

Prasetio tak lupa berpesan kepada pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI baru untuk mempertahankan raihan tersebut serta sistem keuangan dan aset yang sudah baik.

"Yang sudah baik ditambah, jangan yang sudah baik diubah-ubah jadi tidak baik," pesannya.
Hukuman maksimal untuk bos First Travel Pencurian bagasi, First Travel, dan visa ke Israel
Terdakwa Direktur Utama First Travel Andika Surachman (kiri), Direktur Anniesa Hasibuan (kedua kanan), dan Direktur Keuangan Siti Nuraida Hasibuan (kedua kiri) dikawal petugas seusai menjalani sidang kasus dugaan penipuan dan penggelapan biro perjalanan umrah First Travel dengan agenda pembacaan pledoi di Pengadilan Negeri Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (16/5/2018).
Kasus penipuan oleh perusahaan jasa umrah First Travel mencapai klimaksnya lewat putusan di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (30/5/2018).

Bos First Travel, Andika Surachman mendapat hukuman maksimal, meski istrinya Anniesa Hasibuan mendapatkan hukuman lebih ringan ketimbang tuntutan jaksa.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Depok menjatuhkan vonis terhadap Direktur Utama First Travel, Andika Surachman dengan hukuman 20 tahun penjara dan istrinya, Direktur First Travel Anniesa Hasibuan dengan hukuman 18 tahun penjara.

Suami istri ini pun dihukum denda masing-masing Rp10 miliar subsider hukuman delapan bulan penjara.

Hakim juga menghukum Direktur Keuangan First Travel Siti Nuraida alias Kiki -adik dari Anniesa-- penjara 18 tahun dengan denda Rp5 miliar subsider kurungan 5 bulan penjara.

Andika dan Anniesa terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang dari duit setoran calon jemaah umrah. Total duit setoran jemaah umrah yang raib digunakan bos First Travel mencapai Rp905 miliar.

"Kami berikan waktu tujuh hari kepada terdakwa untuk menentukan sikap atas putusan tersebut," kata Ketua Majelis Hakim Sobandi ketika membacakan putusan kasus First Travel di Pengadilan Negeri Depok melalui Antaranews, Rabu (30/5/2018).

Vonis terhadap Andika dan Kiki itu sesuai dengan tuntutan jaksa. Hanya Anniesa yang mendapatkan vonis lebih ringan daripada tuntutan jaksa.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Andika dan Anniesa dengan hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp10 miliar subsider 1 tahun 4 bulan penjara.

Sedangkan Kiki dituntut dengan hukuman 18 tahun penjara dan dikurangi selama terdakwa dalam tahanan. Kiki dituntut lebih ringan karena bukan pelaku utama.

Selain menuntut hukuman buat tiga pelaku, jaksa juga menuntut agar aset First Travel yang tersisa dibagi buat para korban yang belum berangkat umrah. Aset itu berupa uang Rp8,8 miliar, aset tidak bergerak, serta aset bergerak.
Tuntutan 12 tahun penjara untuk Fredrich Yunadi Pencurian bagasi, First Travel, dan visa ke Israel
Terdakwa kasus perintangan penyidikan kasus korupsi KTP elektronik Fredrich Yunadi menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (18/5/2018).
Jaksa penuntut umum menuntut mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi dihukum penjara 12 tahun dan denda Rp600 juta subsider kurungan 6 bulan.

Fredrich diyakini jaksa terbukti merintangi penyidikan KPK atas Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (31/5/2018), jaksa KPK mengatakan Fredrich membuat rencana Setya Novanto dirawat di rumah sakit agar tidak bisa diperiksa kasus proyek e-KTP oleh penyidik KPK. Fredrich pun menghubungi dokter Bimanesh Sutarjo karena adanya kliennya ingin dirawat di RS Medika Permata Hijau.

"Menyatakan terdakwa Fredrich Yunadi terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah merintangi penyidikan dalam perkara tindak pidana korupsi," kata jaksa KPK dikutip Detikcom.

Seperti sidang-sidang sebelumnya, Fredrich tak luput menjadi perhatian. Sebelum jaksa membacakan tuntutan, Fredrich mengajukan keberatan kepada majelis hakim.

Dilansir Kompas.com, Fredrich keberatan dengan barang bukti yang disita KPK dan digunakan dalam pembuktian di persidangan.

Menurut Fredrich, barang bukti yang ditunjukkan jaksa tidak tercantum dalam berita acara penyitaan.

Fredrich sempat menunjukkan berita acara penyitaan yang dimilikinya di hadapan majelis hakim dan jaksa. Sempat terjadi perdebatan mengenai keberatan Fredrich tersebut.

Ketua majelis hakim Syaifuddin Zuhri menyatakan bahwa keberatan Fredrich akan dicatat oleh panitera. Menurut hakim, sah atau tidaknya barang bukti tersebut belum bisa dinilai oleh majelis hakim.

Fredrich diduga merekayasa agar Setya Novanto dirawat inap di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan. Ia dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan maksimal hukuman 12 tahun.

KPK juga menetapkan dokter Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka. Dokter spesialis penyakit dalam ini, bersama Fredrich, diduga merekayasa data medis Novanto untuk menghindari penyidikan KPK.

Fredrich menjalani sidang perdana sejak 8 Februari 2018 lalu. Rencananya sidang putusan terhadap Fredrich akan digelar 7 Juni nanti.
Balasan Israel untuk Indonesia Pencurian bagasi, First Travel, dan visa ke Israel
Foto ilustrasi paspor Indonesia
Israel dikabarkan menutup akses masuk para turis dari Indonesia. Menurut kabar yang dilansir pertama kali oleh Middle East Monitor, Rabu (30/5/2018), ini adalah langkah balasan Israel karena pemerintah Indonesia menangguhkan visa bagi warga negaranya.

Media itu menulis keputusan pemerintah Indonesia adalah imbas dari pertumpahan darah di Jalur Gaza, wilayah pertikaian Israel dan Palestina, sepekan lalu (13/5).

Juru Bicara Menteri Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon beberapa waktu lalu mengatakan bahwa pemerintahnya sudah berusaha mengubah keputusan Indonesia, tapi upaya itu gagal sehingga menerapkan cekal bagi turis dari Indonesia.

Kebijakan baru itu bakal berlaku mulai 9 Juni mendatang. Tak pelak, kebijakan ini membuat masyarakat peziarah rohani nasrani dan sebagian kecil muslim (ke Masjid Al Aqsa) kena imbasnya.

Adapun para biro perjalanan sudah menerima pemberitahuan soal ini dari Kementerian Dalam Negeri Israel. Misalnya, Rhema Tours yang dilansir Tempo.co menerima pemberitahuan pada Selasa (29/5).

"Kami sangat menyesalkan kejadian yang bersifat force majeur ini," demikian pernyataan Rio Pattiselanno, Direktur Rhema Tours.

Sementara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Israel tak boleh melarang warga negara Indonesia (WNI) untuk masuk ke sana, terutama ke Yerusalem. Apalagi Yerusalem dianggap sebagai kota suci oleh tiga agama Samawi; Yahudi, Kristen, dan Islam.

"...kota-kota suci itu milik bersama sebenarnya. Mestinya tidak boleh ada larangan untuk mengunjungi tempat suci sebab itu menjadi konsen semua umat beragama," kata Lukman dilansir Okezone.

Lukman memahami bahwa keputusan Israel adalah balasan dari kebijakan Indonesia yang tidak memberi visa turis bagi warga Israel. Namun, seharusnya mengecualikan larangan berkunjung ke Yerusalem bagi WNI.

Meski demikian, Lukman tak mau menanggapi lebih lanjut karena masih harus mencari tahu lebih detail ke Kementerian Luar Negeri RI.

Adapun Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Direktorat Jenderal Imigrasi menyatakan pemerintah Indonesiatidak akan memberikan visa kepada para pelancong dari Israel.

Sikap pemerintah Indonesia itu sekaligus untuk menyanggah berita dari media Israel,Haaretz, pada 3 Mei 2018. Di media tersebut tertulis bahwa warga Israel bisa mengunjungi Indonesia mulai 1 Mei 2018 meski tak ada hubungan diplomatik resmi.
Pencurian bagasi, First Travel, dan visa ke Israel


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...visa-ke-israel

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Pencurian bagasi, First Travel, dan visa ke Israel Hoax selalu mengiringi erupsi Merapi

- Pencurian bagasi, First Travel, dan visa ke Israel Erupsi Merapi dan force majeure dalam penerbangan

- Pencurian bagasi, First Travel, dan visa ke Israel Masyarakat Indonesia paling rentan dari serangan buaya

×