alexa-tracking

Terkenang

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b11e1f1c2cb17e6208b4573/terkenang
TERKENANG (REAL STORY)
Terkenang

Quote:


Part 1

Perkenalkan.
Nama gue yama.
Anak dari tiga bersaudara yg mempunyai kelamin laki laki.
Anak yang suka dengan segala hal yang berbau tentang seni.
Bokap gue adalah seorang pelukis.
Mungkin darah seni dari bokap yang mengalir di tubuh gue ini,sampai apapun hal yg berbau tentang seni,gue pasti menggelutinya.
Dimulai dari TK.
Semasa gue TK,gue termasuk anak yang sangat pemalu.
Gue selalu ngerasa canggung setiap ada anak yg seumuran dengan gue ada di sekitar gue.
Entah apa yg gue alamin pada waktu itu.
Dan karena perasaan itu lah yg ngebuat gue jarang keluar rumah dan ga punya temen sama sekali di kehidupan gue saat itu.
Satu satunya temen dalam hidup gue cuma segerombolan crayon yg ada di dalam koper ukuran mini,yang di belikan bokap gue.
Setiap hari gue selalu menggambar di buku gambar yg bertuliskan A3 di cover depanya.
Mulai dari power ranger,jiraya,saint saiya dan yg yang paling favorite adalah son go ku dan geng gengnya.
Sewaktu TK,gue tinggal di daerah jakarta selatan.
Dan di saat gue mau masuk ke SD.
Bokap memutuskan untuk menyuruh nyokap dan ketika anaknya untuk kembali ke kampung halaman gue.karena bokap parno dengan pergaulan anak muda di sekitaran komplek rumah yg gue tinggali waktu itu.dan sore setelah pengambilan rapor gue dan kakak kakak gue,kita pun kembali ke semarang dengan menggunakan bis tunggal dara yg berwarna merah menuju ke kota yang sampe sekarang gue tinggali.yaitu Semarang ..

Berbeda saat gue dulu di jakarta.
Disini gue banyak temen,karena gue udah bisa untuk membaur dengan anak anak yg seumuran dengan gue.
Entah apa yg terjadi dengan gue saat itu.
Tapi gue bersyukur,bahwa dengan banyak teman.hidup gue jadi berwarna sewaktu kecil.
Gue bisa ngalamin yang namanya petak umpet dan permainan semacamnya.
Merasakan betapa indahnya kebersamaan bersama teman teman tanpa di penjara dengan teknologi seperti jaman sekarang.
Semasa sd entah kenapa gue jadi ga berminat dengan menggambar.
Crayon gue dulu pun gue simpan di gudang belakang rumah dan ga pernah gue sentuh sama sekali.
Gue juga ga tau kenapa..
Mungkin itulah proses hidup yg diberikan tuhan ke gue waktu itu.
Sampai pada di saat gue kelas 4 sd.
Sewaktu bokap pulang ke semarang dan gue coba iseng iseng menggeledah isi kopernya waktu itu.
Dan saat itu gue menemukan walkman dan 1 buah kaset bertuliskan
Nirvana "nevermind".
Disaat itu juga gue mendengarkan lagunya.
Dan disaat itu juga hati gue seperti tergerak.
GUE HARUS JADI ANAK BAND..!!.
Waktu itulah awal gue mulai mencintai musik.
Gue suka petikan guitar,gue suka dentuman kick bass drum dan suka suara vocal yang teriak,tapi tetap dalam nada yg benar.
Dan setelah itu walkman milik bokap,sekarang jadi milik gue.
Hari ketiga saat bokap dirumah,bokap mengajak gue jalan jalan ke toko kaset waktu itu.

"Ayo sana ambil satu kaset yg kamu suka"
Kata ayah gue waktu itu.

Dan dengan girangnya gue pun mencari kesana kemari di antara kaset kaset yg terpampang di toko kaset itu.
Dan waktu itu mata gue selalu memandang ke arah satu kaset.
"Oasis whats the story morning glory"

Kenapa gue memilih kaset itu.?
Ya karena gue juga ga tau.
Entah kenapa gue pengen kaset itu.
Entah karena covernya atau dia terletak di paling di depan di tatanan kaset kaset.
Gue juga ga tau.
Itulah kaset tape pertama gue.
Dan hari hari setelahnya,gue lebih banyak waktu dikamar untuk mendengarkan lagu lagu di walkman gue.dan karena kecintaan gue dengan musik membuat gue lagi lagi males bergaul dengan teman teman gue.
Di awal awal smp,gue di beri hadiah sebuah guitar sama bokap pas gue ulang tahun.

"Ko ga beliin drum si pah..?"

"Haha,asal kamu tau ya nak.guitarist itu lebih keren dari drummer"

Kata bokap gue waktu itu ke gue yg saat itu emang pengen banget belajar dan punya sebuah drum.

Entah kenapa bokap selalu ngedoktrin gue untuk jadi guitarist.apa karena dia fans beranya john lennon sama paul gilbert.
Tapi karena gue ngehargain pemberian bokap.disaat itu jug gue mulai belajar guitar.
Sampai pada akhirnya gue udah bisa bermain guitar,gue pun membentuk band pertama gue bareng bareng temen smp.
Nama band gue waktu itu TANKTOP.
Sebuah nama yg muncul dari anak anak labil yg baru barunya kenal yg namanya punk.kita selalu bawain lagu lagu dari greenday,blink182 sama band indo Superman is dead.
Gue sebagai guitar vocal,temen gue dani bass vocal dan yusuf sebagai drum.
Kita sering banget latihan waktu.
seminggu kita bisa latihan sampe 3 kali.
Tapi band gue ini sama sekali ga pernah yg ngerasaain yg namanya manggung.
Karena setiap ada pensi di smp gue.lagu lagu yg mau kita bawain selalu di tolak sama guru guru.
Mereka bilang lagu lagu yg kita bawain ga jelas.
Mereka pun pernah ngasih syarat agar kita bisa tampil di pensi.
Kita harus bawain lagu macem raja dkk.
Tapi disitu juga kita bertiga sepakat.
Lebih baik ga maen daripada maen tapi bawain lagu begituan.
Dan sampai akhirnya kita bertiga lulus,
Kita sama sekali belum ngerasain gimana rasanya manggung.
Dan di fase itu gue sempet punya pikiran untuk berhenti untuk bermain musik.
Sampai gue masukan guitar gue ke dalam gudang dan gue tutup rapat rapat gitar itu dan ga akan gue mainkan lagi.
Hari demi hari gue jalanin sampai pada hari dimana gue harus menuju ke SMA yg gue daftar untuk melihat.
Apakah gue keterima atau enggak di sekolah itu.
Dan sampai dimana gue harus berdesak desakan dengan orang orang yang juga punya tujuan seperti gue.
Gue membaca list nama siswa yang terdaftar di sekolah ini.
Dan terlihat nama gue di antara ratusan nama nama siswa yang diterima.
Nama gue terpampang dengan jelas di lembaran kertas yg tertempel di papan hitam yg ada di depan gue.

Arianda Ramon Prianggara

Part 2

Gue agak gugup ketika masuk ke dalam gerbang sekolah ini.
Berikatkanya bendera merah putih di kepala gue.serta helm dari bola plastik yg di potong setengahnya.dan papan nama yg terbuat dari kardus ada di dada gue.
Gue cuma bisa celingukan diantara banyaknya calon siswa di sma gue.
Di tempat gue duduk,gue melihat anak anak panitia mos yang berdiri sok sibuk memandangi kami yg duduk di lantai lapangan basket sekolah ini.
Cuaca pagi ini bisa dibilang agak sedikit mendung.

"Heh,dari smp mana lo.?"
Tanya seorang laki laki yang ada di belakang gue.

"Dari smp ** "
jawab gue sembari menengok kebelakang

"Kenalin bro,nama gue restu"

"Gue ramon.lo dari smp mana.?"

"Smp gue di jogja.gue pindahan disini"

"Oo.." jawab gue singkat..

Setelah itu upacara hari pertama di sekolah pun dimulai.sewaktu upacara pernah pernik peserta mos wajib dicopot karena peserta mos harus menggunakan topi upacara.
Setelah kegitan upacara selesai,selain anak anak baru dipersilahkan untuk meninggalkan upacara.
Dan acara pertana mos waktu itu adalah pemberian nama di papan kardus yang kita bawa.waktu itu gue diharuskan memberi nama papan nama gue dengan nama SUMANTO.
Dan setelah itu acara mos berjalan seperti mos mos di sekolah sekolah pada umumnya.

Bell tanda istirahat ke dua pun berbunyi.
Kita pun melakukan sholat dzuhur dan setelah itu jadwal kita adalah untuk makan siang.
Kita anak baru dilarang untuk masuk ke kantin sebelum status kita menjadi siswa sekolah ini.dan kita semua di wajibkan membawa bekal dari rumah.
Disaat gue makan tiba tiba ada 2 cowok panitia mos memanggil gue.

"Heh sumanto sini lo.!!"

Gue pun berdiri lalu menghampiri mereka berdua dengan bekal makan di tangan kanan gue.

"Ada apa kak.??"

"Mau ngartis lo disini.??"

"Hah maksudnya kak.?"

"Gini lo man suman.LO MAU JADI ARTIS DISINI.?"

bentak mereka berdua ke gue.dan situasinya sekarang membuat semua peserta mos memandang ke arah gue.

"Enggak ko kak.kenapa kak.?"

"Rambut lo kepanjangan man.entar lo potong rambut lo atau besok kita berdua bakal botakin pala lo"

"Ohh iya kak.entar saya potong rambut saya"

"Yaudah balik lo sono.inget ya.potong tu rambut"

"Iya kak"

Gue pun kembali ke tempat tadi gue makan.
Dan lagi lagi semua orang memandang ke arah gue.
Baru gue duduk untuk melanjutkan makan,lagi lagi ada yang memanggil gue.
Kali ini ada 4 cewek senior memanggil gue.

"Heh sumanto,kesini lo"

Gue pun kembali berdiri dan kali ini gue tinggalkan makanan gue

"Ada apa kak.?"

"Ehh nama lo siapa.?"

"Sumanto kak"

"Heh aku tu nanyak nama asli lo"

"Ooo..ramon kak"

"Ohhh ramon.oh iya ramon aku kasih buat tugas sama kamu sekarang"

"Emmm boleh ngabisin makanan dulu ga kak.?.laper banget soalnya."

"Ehhh disuruh ko malah nawar.mau kita buang makanan lo.?"

"Iya deh iya.tugas apa.?"

"Jawabnya ko gitu.kaya ga terima"

"Enggak kak.saya iklhas ko kak"

Kemudian mereka berempat berbisik bisik sebentar lalu mereka memandang gue.

"Gini ramon.lo tau cewek yang disana itu"

Mereka menunjuk salah satu panitia mos yg lagi mengguntingi tali tali di pojok ruangan aula sekolah.

"Iya kak tau terus.?"

"Na,itu namanya vanya.tugas kamu sekarang minta nomer hp dia dan entar malem kamu harus telfon dia.tapi inget.kamu enggak boleh bilang kalo gue yang nyuruh lo buat minta nomer ke dia.ngerti.?"

"Yah kak.ko gitu"

"Eh eh ngelawan lo.?"

"Iya deh iya.sekarang.?" Tanya gue lemas

"Ya iyalah.sana cepet."

Gue pun lalu berjalan ke arah kak vanya untuk meminta nomernya.
Hati gue kali ini bener bener deg degan luar biasa.ini kali pertamanya gue meminta nomer hp ke seorang cewek.
Sampai pada akhirnya gue sampai di depan kak vanya yg lagi sedang mengguntingi tali tali itu.
Dan keberadaan gue di dekatnya langsung membuat dia langsung meresponya.

"Ada apa.?" Kata kak vanya ke arah gue

"Emmm anu kak" jawab gue gugup

"Emmm apa.? Ditanya ko."

Vanya ini berbeda dengan panitia panitia yang laen.kata kata dia bener bener halus dan sama sekali ga ada ngebentak bentak seperti temen temenya yg lain.

"Boleh ga kak,aku minta nomer hp kakak"
Kata gue canggung waktu itu

"Hah buat apa.?"

"Buat telfon kakak entar malem"

Dia pun seperti clingak clinguk ke seluruh ruangan ini.dan seperti dia seperti tahu kalo gue ini suruhan temen temenya.

"Lo dikerjain temen temen gue ya.?"

"Emmm enggak ko kak."

"Udah jangan bohong.dikerjain kan.?"

"Beneran kak.enggak"

"Oo gitu.yaudah ni aku kasih"

Dia menulis di suatu kertas.dan kertas itu dia sobek dan dia berikan ke gue.

"Ni nomer gue.entar malem telfon ya"

Jawab dia sembari senyum.
Jujur gue kaget waktu itu.ga seperti cewek pada umunya yg selalu marah saat di tanya nomer hp sama orang asing.
Vanya sama sekali ga marah ataupun menolak permintaan gue.

"Makasih ya kak" jawab gue singkat

"Iya,udah sana balik ke barisan kamu"

"Siap kak"

Gue segera masuk ke barisan dan melanjutkan makan gue.
Sampai pada akhirnya sampai bell pulang.gue pun langsung pulang kerumah.
Sesampai dirumah,gue pun langsung pergi menuju salon yg ada di deket rumah untuk potong rambut.daripada keesokan harinya gue jadi bulanan senior senior gue.
Dan di saat malam tiba,gue mencoba mencatat nomer hp vanya yang di berikan tadi.
Gue ragu ragu waktu itu.sampai pada akhirnya nomer vanya gue save dan gue bener bener ga berani untuk menelfon dia.
Biarlah gue dihukum daripada gue harus telfon vanya.batin gue berkata seperti itu.
Dan di malam itu gue langsung merebahkan badan gue di kasur gue.dan gue niatkan untuk tidur malam itu.karena pagi jam 6 gue harus sampai di sekolah.
Hari pertama mos kala itu.
Bener bener memuakan.

Pagi harinya gue tiba di sekolah dengan seragam gue yg agak basah kuyup.
Pagi hari ini seluruh kota di temani dengan gerimis gerimis kecil.
Dan awalnya yg gue ngerasa gue bakalan telat karena hujan.akhirnya gue sampe sekolah pas tepat jam 6 pagi.
Belum juga gue duduk di barisan gue,2 cowok senior itu memanggil gue.

"Heh sumanto.sini dulu lo laporan"

Tanpa banyak kata gue pun menghampiri 2 senior gue itu.dan dengan keadaan rambut gue yg udah rapi ini mereka langsung menyuruh gue untuk masuk ke barisan.

"Yang sabar bro.tenang aja.seminggu ini juga"

"Haha.gue mah santai anaknya"

"Kirain dongkol lo ram"

"Enggaklah,ginian doang."

"Eh ram.gue ada gosip ni buat lo"

"Hah.gosip apaan.?"

"Senior yg disana tu.katanya anak anak naksir sama lo"

"Ah masak sih" kata gue singkat

"Iya ram.dia nyariin lo tadi"

"Ah enggak ah.biasa aja"

"Sok keren lo ram"

"Emang gue keren.haha"

Dan sampai selesai mos di hari itu.vanya sama sekali enggak ngajak gue ngomong.
Begitu juga dengan 4 cewek yg kemaren ngerjain gue.buat gue,hari kedua mos gue begitu damai.ga ada acara dimana gue dikerjain kaya hari pertama.
Dan sesampainya di rumah tiba tiba ada pesan masuk dari nomer yang ga gue kenal.
nongkrong pejawen..titip sempak gan.