alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Massa PDIP Kembali Geruduk Radar Bogor, Tuntut Minta Maaf
3.29 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b11b5565a51633e4d8b456a/massa-pdip-kembali-geruduk-radar-bogor-tuntut-minta-maaf

Massa PDIP Kembali Geruduk Radar Bogor, Tuntut Minta Maaf



VIVA – Massa simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali mendatangi kantor redaksi Radar Bogor di Graha Pena, Jalan KH Abdullah bin Nuh. Massa PDIP dikomandoi kader PDI Perjuangan yang juga anggota DPR RI Diah Pitaloka dan politikus senior PDIP, Rudi Harsa Tanaya.

Diah menyampaikan, dengan mempertimbangkan pentingnya peran media dalam menegakkan demokrasi, kader PDIP menyampaikan keberatan terhadap berita utama Radar Bogor berjudul 'Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 juta' yang dimuat Rabu, 30 Mei 2018.

Menurut dia, keakuratan berita menjadi penting, mengingat media sebagai rujukan untuk pembuatan kebijakan publik. Untuk itu, kader PDIP akan menyampaikan keberatan atas pemberitaan tersebut. 

“Berdasarkan penjelasan Menteri Keuangan Sri Mulyani, angka tersebut adalah hak keuangan yang sampai saat lni tidak diterima oleh yang bersangkutan (lbu Megawati Soekarnoputri)," kata Diah di kantor Radar Bogor, Jumat, 1 Juni 2018.

Dia menyebut, berdasarkan penjelasan Sri Mulyani, gaji pokok Megawati sebagai ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) hanya Rp5 juta. Kemudian, ditambah dengan tunjangan jabatan, asuransi kesehatan, hingga biaya transportasi mencapai angka Rp112 juta.

"Tunjangan operasi (paling besar), antara lain untuk biaya transportasi dan komunikasi serta fasilitas lainnya seperti biaya dinas dalam dan luar negeri beserta akomodasi,” lanjut Diah.

Kader Geruduk Radar Bogor, PDIP: Ada Aksi, Ada Reaksi

Merujuk dasar tuntutan, kata dia, PDIP meminta Radar Bogor segera melakukan klarifikasi berita ‘Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 Juta’. Lalu, Radar Bogor diminta untuk menyampaikan permohonan maaf kepada Megawati Soekarnoputri.

Klarifikasi Radar Bogor

Sebelumnya, pada Kamis 31 Mei 2018, Pemimpin Redaksi Radar Bogor, Tegar Bagja, mengatakan, pihaknya dengan menulis judul tersebut tanpa ada maksud tendensi menyudutkan salah satu pihak. Namun, bila ada yang keliru, seharusnya ada prosedur dalam proses klarifikasi. Hal ini diatur dalam Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Aksi geruduk massa sebelumnya, yang merupakan kader dan simpatisan PDIP keberatan dengan penggunaan kata gaji dalam berita headline Radar Bogor tersebut. Mereka menilai Rp112 juta bukan gaji, tetapi penghasilan.

Selain itu, kader PDIP meminta redaksi Radar Bogor memberitakan Megawati belum pernah dan tidak mau mengambil penghasilan tersebut. Menanggapi hal itu, pihak Radar Bogor siap mengoreksi berita sebagai ruang klarifikasi.

Kemudian, redaksi Radar Bogor juga bersedia menerbitkan berita lanjutan terkait Megawati yang belum mengambil penghasilan Rp112 juta pada Kamis 31 Mei 2018. "Kami pasti menaikkan berita itu," katanya.

https://www.viva.co.id/berita/nasional/1042006-massa-pdip-kembali-geruduk-radar-bogor-tuntut-minta-maaf

Kok bisa berlanjut aksi premanisme, persekusi, gmn nih pak Pol ? emoticon-Big Grin
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 4
Si oneng turun gunung emoticon-Ngacir2
Diubah oleh congormaut
Horang kita gpp emoticon-Big Grin
Ayo bakar lagi hutannya buat ekspor sawit ke cina emoticon-Traveller
Miris!!
Hukum dikangkangin partai preman!!
sungguh pancasilais
Miriplah sama panastak cebong yg d kaskus melakukan persekusi ke id2 pengkritik pemerintah padahal yg disampaikan itu fakta. Bedanya, dimari mereka berani keyboard doang emoticon-Ngakak
Jiwa oposisinya keluar wkwkwkwk... tp gak bakal ditangkep kalo ada persekusi juga
Ada aksi ada reaksi
Jika kamu diperangi maka perangilah

emoticon-Ultah
wah, radar bogor digeruduk-geruduk terus
Maklum partai paling pancasilais seIndonesia

emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
"Staf Khusus Wapres, Pak Alwi Hamu untuk menengahi dan menyudahi ini karena memang ekskalasi kegaduhan sangat tinggi," lanjutnya.
Sempat terjadi kericuhan saat massa tiba di kantor Radar Bogor. Beruntung kericuhan tidak berujung perusakan.
Menyikapi tuntutan dari PDIP tersebut, Radar Bogor masih melakukan pertemuan internal untuk mengambil keputusan yang tepat.
"Kemungkinan minta maaf terbuka tidak. Manajemen Radar Bogor sedang merumuskan bagaimana menyikapi tuntutan PDIP itu, agar situasi di Bogor secara khusus bisa reda," pungkasnya.

https://news.detik.com/berita/404879...or-radar-bogor

MANCING di KORAN, Tulis ONGKANG2 ke MAMAK BANTENG pula dan belum minta MAAF??
Sesuatu NEMEN, nek di zaman ORBA langsung di-nganu, nganggur tenan staff-nya kuwi....emoticon-Leh Uga

Maaf Oot emoticon-Hammer2 emoticon-Hammer2 Maaf Oot emoticon-Hammer2 emoticon-Hammer2 Maaf Oot emoticon-Hammer2 emoticon-Hammer2
Diubah oleh scorpiolama
bubarin pdip boleh?
Grudug... kaya banteng beneran aja.
terinpirasi kelompok daster?
hahaha malu maluin aja ihhhh semoga cepet minggat deh
dulu tv wan sekarang radar bogor , nanti besok besok pos jawa terus aja gitu kalo berita ga sesuai ekpetasi emoticon-Cape d...
Gak boleh perkusi kecuali kami
rusuh adalah dinamika

emoticon-Ngakak
BEN Utek-e BERISI lan ADEM, emoticon-Kaskus Radio

KODE ETIK JURNALISTIK (KEJ)
PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA (PWI)

BAB II:CARA PEMBERITAAN DAN MENYATAKAN PENDAPAT
Pasal 5
Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dari kecepatan serta tidak mencampur adukkan fakta dan opini sendiri. Karya jurnalistik berisi interprestasi dan opini wartawan, agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya.
Pasal 6
Wartawan Indonesia menghormati dan menjunjung tinggi kehidupan pribadi dengan tidak menyiarkan karya jurnalistik (tulisan, suara, serta suara dan gambar) yang merugikan nama baik seseorang, kecuali menyangkut kepentingan umum.
Pasal 7
Wartawan Indonesia dalam memberitakan peristiwa yang diduga menyangkut pelanggaran hukum atau proses peradilan harus menghoramti asas praduga tak bersalah, prinsip adil, jujur, dan penyajian yang berimbang.

BAB III
SUMBER BERITA

Pasal 10
Wartawan Indonesia dengan kesadaran sendiri secepatnya mencabut atau meralat setiap oemberitaan yang kemudian ternyata tidak akurat, dan memberi kesempatan hak jawab secara proporsional kepada sumber atau obyek berita.

Ada gerangan apa dgn JAWA-P???
emoticon-Wkwkwk emoticon-Kaskus Radio
Diubah oleh scorpiolama
Ngapain minta maaf kalo itu fakta rakyat yg menjerit. emoticon-Traveller
partai pling munafik di.muka bumi cuma pdip emoticon-Big Grin
Halaman 1 dari 4


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di