alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Food & Travel / Travellers /
[CATPER] PENDAKIAN ARJUNO-WELIRANG via LAWANG turun TRETES (7-9 APRIL 2018)
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1152ffd9d7708d338b456f/catper-pendakian-arjuno-welirang-via-lawang-turun-tretes-7-9-april-2018

[CATPER] PENDAKIAN ARJUNO-WELIRANG via LAWANG turun TRETES (7-9 APRIL 2018)

            Menjelang libur Ujian Nasional SMA, saya dan 5 teman saya yaitu Adan,Kelly,Adit,Fajrul dan Hafiz menyusun rencana untuk mendaki Gunung Arjuno-Welirang via Lawang lalu turun lewat Tretes. Kami berencana mendaki kedua gunung tersebut dengan waktu tempuh 3 hari 2 malam. 
 
Sabtu,7 April 2018
           
Menuju Basecamp Wonorejo,Lawang
            Kami berkumpul di rumah Fajrul sejak hari Jumat sore. Kami melengkapi logistik serta beberapa peralatan pendakian yang masih kurang. Setelah itu, pada Sabtu, 7 April 2018, kami pergi ke Basecamp Wonorejo dengan menggunakan Grab. Untuk tarif hingga ke basecamp, kami membayar Rp. 15.000/orang. Setelah sampai di sana, kami mengurus perijijnan untuk masuk ke kawasan Tahura R Soerjo. Untuk tiket masuk sendiri tarifnya Rp. 10.000 per orang per malam. 
Spoiler for proses perijinan:


BC – Brak 2 (1 jam 10 menit)
            Setelah semua proses perijinan selesai, kami ber enam melakukan pemanasan serta tidak lupa berdoa agar bisa kembali pulang lagi dengan keadaan selamat. Kami memulai perjalanan pada pukul 07.35 WIB. Jalur yang kami lalui adalah hamparan kebun teh yang cukup luas. Banyak percabangan, pendaki rawan tersesat di sini. Saran saya tetap fokus melihat plang yang bertuliskan “Puncak Arjuna” yang biasa banyak tertempel di pohon-pohon dan berwarna warni. Setelah itu kita akan masuk jalur makadam yang cukup lebar dan sangat panjang. Jalur ini pun sangat menanjak. Satu jam berjalan, kami sampai di Brak 1. Kami istirahat selama sekitar 15 menit. Setelah itu, kami melanjutkan berjalan menuju Brak 2. Jalur yang dilalui masih sama. Kami, tidak menemukan Shelter seperti di Brak 1, namun hanya bekas reruntuhan bangunan seng yang kami simpulkan bahwa itulah Brak 2. Dan kami tiba di Brak 2 pada pukul 08.45 WIB.
Spoiler for istirahat di brak 1:



Brak 2 – POS 2 Lincing (2 Jam)
            Pukul 08.55 WIB, kami melanjutkan perjalanan menuju POS 2 Lincing. Perjalanan awal melewati jalan lurus yang sangat menanjak. Kini jalur pendakian sudah bukan melewati perkebunan teh namun sudah berganti dengan berbagai tanaman kebun milik warga. Setelah itu kita akan mulai memasuki hutan kaliandra. Hutan ini akan menemani perjalanan kita hingga menuju sabana. Jalur nya tidak begitu menanjak dibandingkan perjalanan awal tadi. Beberapa menit berjalan ,hutan mulai terbuka dan itulah tanda bahwa kita masuk ke kawasan Sabana Lincing. Tepat pukul 10.52 WIB kami tiba di pos 2 lincing. Di POS 2 ini terdapat shelter dan sebuah tanah lapang yang bisa digunakan sebagai lokasi camp. Setelah itu kami makan siang dengan menu telur,mie dan nasi yang dibawa dari rumah. Setelah makan, kami membagi tugas. Saya, Adit dan Adan pergi mengambil air.
            Kami sempat bingung mencari jalur menuju sumber air dan hanya berputar-putar selama 30 menit. Setelah melihat adanya plang bertuliskan sumber air kami langsung menuju sumber air dengan naik turun 2 bukit serta harus menuruni jurang untuk mengambil air. Air disini kurang bersih dan sedikit berbau amis. Setelah semua selesai dan kembali packing, pukul 12.35 WIB kita berangkat ke POS 3 Mahapena. Kami memutuskan untuk lewat jalur alternatif yaitu Lincing. 

Spoiler for denah menuju lokasi sumber air di POS 2:

Spoiler for "Penampakan sumber air":


POS 2 Lincing – POS 3 Mahapena (3 Jam via Lincing)
           Untuk menuju jalur lincing kita mengambil jalur ke kanan dari POS 2. Setelah itu akan melewati sungai yang saudah kering dan langsung menanjak menaiki Bukit Lincing. Tanjakan cukup curam serta jalur yang sempit dengan kanan kiri jurang. Namun pemandangan dari atas sini sangatlah indah. Hamparan kebun teh serta sabana begitu memanjakan mata. Kami sempat diterpa badai ketika berada di jalur lincing ini. Hujan deras dan angina kencang pun menerpa kami sehingga membuat trek semakin licin dan membuat beberapa dari kami terpeleset. Namun tak berselang lama hujan pun reda. Setelah kurang lebih 3 jam berjalan, akhirnya kami tiba di pos 3. Hanya ada satu tenda yang berdiri di sini. Tidak tersedia lahan yang cukup luas. Mungkin hanya muat 2-3 Tenda saja. Tidak beristirahat terlalu lama, kami pun segera melanjutkan perjalanan ke POS 4 agar tidak terlalu malam di jalan.
Spoiler for "trek jalur lincing":

Spoiler for "view dari jalur lincing":



POS 3 Mahapena-POS 4 Nggombes (2 jam 30 menit)
            Trek kali ini kembali masuk ke hutan lagi. Tidak ada jalan landai sepanjang perjalanan, terutama dari pos 3 menuju pos 4. Jalur yang dilalui terus menanjak, hingga hampir malam dan udara semakin dingin, belum ada tanda-tanda keberadaan pos 4. Pukul 18.00 WIB, kami sempat putus asa dan memutuskan jika pukul 18.30 WIB tidak sampai ke pos 4, terpaksa kami mencari tempat untuk camp seadanya. Namun nasib baik masih berpihak kepada kami. Pukul 18.20 WIB, akhirnya kami tiba di POS 4. Sangat lega rasanya bisa tiba di POS 4 tidak terlalu malam. Setelah itu tim dibagi menjadi dua. Saya, Adit, dan Adan menyiapkan menu makan malam. Sementara Fajrul, Kelly dan Hafiz menyiapkan tenda dan mengatur barang-barang di dalam tenda. Menu makan malam kali ini adalah nasi, nugget, dan tempe goreng. Selepas makan, gerimis pun datang. Kami bergegas tidur agar nanti pukul 02.00 WIB kami dapat summit attack ke Puncak Ogal-Agil dengan berharap bisa mendapatkan Sunrise di puncak. Hingga pukul 02.00 WIB,ternyata hujan tak kunjung reda. Hal itu memaksa kami agar pergi ke puncak pada pagi harinya.
 
Minggu, 8 April 2018
           
POS 4 Nggombes – Puncak Ogal-Agil Gunung Arjuno (4 jam)
           Kami terbangun pukul 05.30 WIB dan hujan pun sudah reda. Dari POS 4 nampak puncak ogal-agil begitu jelas dan nampak gagah. Kami memasak untuk sarapan. Menu pagi ini yaitu mie instan dan energen. Setelah packing dan menunggu si Hafiz membuang ranjau, kami mulai berangkat ke puncak pukul 07.45 WIB. Jalur menuju puncak sangatlah menanjak dan hampir tidak ada bonus . Kami pun melewati Alas Lali Jiwo yang cukup legendaris. Setelah itu kami memasuki kawasan Cemoro Sewu yang ditandai dengan Hutan Cemara yang cukup lebat. Tak berselang beberapa lama, kami sampai di pertigaan antara jalur lawang dan jalur purwosari. Dari sini puncak kurang lebih masih kurang 1 jam perjalanan. Vegetasi pun sudah mulai berubah menjadi hamparan Edelweiss dan Cantigi khas tanaman ketinggian. Dan pukul 11.55 WIB kami tiba di Puncak Ogal-Agil Gunung Arjuno. Pemandangan di puncak cenderung berkabut walau sesekali kabut pergi. Dari puncak pemadangannya nampak Laut Utara Jawa, Pulau Madura, Gunung Penanggungan, Gunung Semeru, Gunung Raung, dan nampak pula Gunung Argopuro. Puncak Arjuno sendiri hanya berupa tumpukan batu batu besar yang sekilas akan jatuh jika terkena angin, maka dari itu dinamakan puncak Ogal-agil. Kala itu matahari bersinar cukup terik dan membakar kulit kami. Kami memasak mie instan dan kopi di puncak. Pukul 13.00 WIB kami melanjutkan perjalanan ke Pondokan. 
Spoiler for "view Puncak Ogal-Agil dari POS 4 Nggombes":

Spoiler for "tanda memasuki alas lali jiwo":

Spoiler for "Adit, Dirga(saya), dan Fajrul di Puncak Ogal-Agil":


Puncak Ogal-Agil-Pondokan (3 jam)
            Sekitar pukul 13.00 WIB kami melanjutkan perjalanan menuju pondokan. Trek pertama kita diharuskan menaiki satu bukit lalu sampailah ke pasar dieng yang terkenal angker. Di sini terdapat beberapa makam. Setelah itu trek kembali turun lalu naik lagi dan kita akan menemukan patok perbatasan Malang-Pasuruan. Jalur menuju Pondokan cukup curam dan ketika mendekati Lembah Kidang, jalur berubah menjadi tumpukan batu besar. Tidak terbayang bagaimana jika mendaki Arjuno via Tretes. Pukul 15.45 WIB akhirnya kami sampai di Lembah Kidang. Kami beristirahat di sumber air dan itu merupakan sumber air pertama yang kami temukan semenjak dari POS 2 Lincing. Lalu kami berjalan menuju Pondokan. Hanya 15 menit dari Lembah Kidang maka sampailah kami di Pondokan dan langsung membangun tenda. Malamnya Adan, Hafiz, dan Saya memasak untuk makan malam. Menu malam ini yaitu nasi, sayur sop, dan nugget. Nikmat sekali menu malam ini. Setelah makan bersama, kami bercengkerama hingga tertidur pulas. 
Spoiler for "view puncak dari lembah kidang":



Senin, 9 April 2018
 
Pondokan – Welirang (3 jam)
           Pagi harinya kami terbangun pukul 05.00 WIB. Setelah kami makan pagi dengan mie instan, kami bergegas menuju Gunung Welirang. Perjalanan kali ini, kami hanya berlima sedangkan Adit memilih untuk tetap berada di Pondokan dan enggan pergi ke Welirang karena dia sudah pernah ke Welirang bersama saya pada Juli 2017 lalu. Namun lain hal dengan saya yang memutuskan tetap pergi ke Welirang untuk menemani keempat kawan lainnya yang belum pernah pergi ke Welirang. Pukul 05.30 kami berlima memulai perjalanan. Jalur nya cukup menanjak dan menguras tenaga di awal. Selepas itu jalur landai, dan kembali menanjak. Lalu kita akan sampai di Taman Dewa, yaitu tempat lapang antara Gunung Kembar 1 dan Gunung Welirang. Perjalanan dilanjutkan dengan memutari sisi Gunung Welirang sebelah barat. Dari sini tampak pemandangan Gunung Kelud beserta pemandangan perkebunan di Cangar. Tidak berselang lama kami tiba di Gua Sriti, sebuah gua yang dekat dengan Puncak Welirang. Angin cukup kencang dan begitu dingin. Kami memasak telur dadar sebagai camilan pengganjal lapar. Sebelum melanjutkan perjalanan, kami memasak Nutrijel. Sambil menungu Jeli matang, kami melanjutkan perjalanan ke Puncak. Tepat pukul 08.30 WIB kami tiba di Puncak Welirang. Walau cuaca cukup terik dan tidak ada awan, udara sangat dingin karena angin sangat kencang. 
Spoiler for "Taman Dewa":

Spoiler for "Hafiz, Kelly, Dirga(saya), Fajrul, dan Adan":



Welirang - Pondokan (1 jam 30 menit)
           Pukul 09.00 WIB kami kembali ke Goa Sriti dan memakan nutrijel kami. Rasanya tawar karena kami tidak menambahkan gula, namun tetap enak dan dapat mengganjal lapar. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Pondokan. Perjalanan kali ini lebih cepat dari berangkat tadi dan pukul 10.30 WIB kami sudah tiba di Pondokan dan menemukan Adit sedang kelaparan dan memakan nugget mentah karena kami hanya menyisakan beras saja di tenda. Setelah itu kami memasak nasi dan membuat nasi goreng. Kami menghabiskan logistik yang tersisa. 
Spoiler for "Penampakan Goa Sriti":



Pondokan - Kopkopan (1 jam 20 menit)  
            Setelah packing kami memulai perjalanan turun pukul 13.35 WIB. Jalan turun cukup curam dan berupa jalan makadam bebatuan yang goyah ketika di pijak. Apalagi ketika melewati “Tanjakan Asu” yang semakin membuat lutut kami meronta-ronta. Langkah harus hati-hati agar tidak keseleo. Kami berjalan cepat dan cenderung berlari menuju Kopkopan. Dan pukul 14.55 WIB kami sampai di Kopkopan. Cukup sepi dan hanya ada beberapa pendaki yang turun saja. Di sini kami beristirahat dan mencuci muka dengan air yang cukup segar dan melimpah. Kami menemukan ada Sarden yang tersisa di keril saya. Lalu kami memakan nya dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Basecamp Tretes.
Spoiler for "Tanjakan Asu":


Kopkopan – BC Tretes (1 jam 20 menit)
            Pukul 15.47 WIB kami bergerak lagi dan langsung menuju Basecamp Tretes. Jalur masih tetap berbatu namun lebih tertutup karena kita masuk kawasan hutan lagi. Kami banyak menemukan jalur potong dan menggunakannya selama jalur utama masih terlihat. Kaki-kaki pun mulai terasa sakit, mungkin karena terlalu lama beristirahat di kopkopan tadi. 1 jam berjalan, kami melihat ada atap sebuah bangunan. Kami pun lega setelah 3 hari akhirnya sampai juga di peradaban. Bangunan tersebut adalah semacam Pos Perijinan di atas Pos Pet Bocor, setelah sampai Pet Bocor, jalan berubah menjadi jalan semen. Kami pun tiba di Basecamp pukul 17.00 WIB. Membeli STMJ sejenak sambil beristirahat, lalu kami melanjutkan menuju saudara saya dengan berjalan kaki karena tidak terlalu jauh dari basecamp.
 
            Setelah sampai di saudara saya, kami ber enam membersihkan diri lalu beristirahat dan pada keesokan harinya kami pulang dengan naik bus menuju Malang. Sekian catatan pendakian Arjuno – Welirang dan sampai bertemu di kesempatan selanjutnya. Salam Lestari

Spoiler for "Sebelum Mendaki":

Spoiler for "Setelah Mendaki":


Diubah oleh dirgapriyambada
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
jelas ga jalurnya yg via lawang??
insyaallah mau kesana tpi temen" pada belum pernah kesana

Jelas bgt gan, kalo mau lebih enak download file gps ntar dibuka di google earth di h

Balasan post rezaoy
Quote:


Diubah oleh dirgapriyambada
[CATPER] PENDAKIAN ARJUNO-WELIRANG via LAWANG turun TRETES (7-9 APRIL 2018)

Kyak gini ya gan ??
Tpi akurat ga nih ??
Takutnya malah nyasar 😂😂


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di