KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
#CerpenReligi Senyuman Bunda Surga Kecil Ku
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b0e154eddd770ef428b4581/cerpenreligi-senyuman-bunda-surga-kecil-ku

#CerpenReligi Senyuman Bunda Surga Kecil Ku

#CerpenReligi Senyuman Bunda Surga Kecil Ku

#CerpenReligi Senyuman Bunda Surga Kecil Ku

ilustrasi gambar via google images & re-edit oleh TS


Bunda merupakan wanita hebat dalam hidup ku. Wanita yang tidak pernah mengeluh apapun yang terjadi dan selalu tersenyum di depan kedua anaknya. Bunda mendidik ku dan adik ku dengan penuh kesabaran ketulusan dan kasih sayang, walaupun aku yang paling bandel dibanding dengan adik ku. Aku belajar kemandirian kerja keras pantang menyerah dari Bunda. Pesan Bunda yang paling aku ingat selalu

Quote:


Semua pesan dari Bunda membuat ku menjadi seorang anak yang mandiri dan bekerja keras hingga saat ini, tapi sekarang Bunda terbaring dengan wajah pucat dan tubuh yang lemas di atas tempat tidur rumah sakit. Kabar tentang Bunda yang jatuh sakit hepatitis dan gejala stroke ringan aku dapat dari Papah dua minggu sebelum ramadhan tiba.

Nama ku Syam, anak pertama dan paling nakal dari Bunda. Bunda dan Papah menjadikan ku seorang anak yang mandiri, dari Papah aku belajar bagaimana menjadi seorang yang disiplin dalam semua hal. Bunda juga mengajari ku bagaimana menjadi anak yang sholeh dan taat beragama. Aku bersyukur dalam sujudku dan berterima kasih untuk Bunda dan Papah yang sudah mendidik ku.

Aku menjalani rutinitas bekerja seperti biasa setiap hari, bekerja untuk masa depan yang belum pasti. Setiap pagi aku menggunakan bus untuk menuju tempat bekerja, karena aku sudah hafal kalau menggunakan kendaraan pribadi itu pasti macet lama. Didalam bus aku mengecek beberapa note di smartphone, aku memang selalu membuat catatan kecil untuk mengingatkan apa yang aku kerjakan nanti.

“Dua minggu lagi mau bulan puasa ramadhan, aku harus siap-siap pulang nih” Kataku

Aku tersenyum sendiri melihat note kalender di smartphone. Bulan puasa ramadhan tahun ini aku mau ijin pulang selama satu bulan penuh ke rumah bunda.

Siangnya, setelah menunaikan ibadah shalat dzuhur aku pergi menuju resto untuk makan siang. Baru duduk menunggu pesanan datang, smartphone ku bergetar tanda ada panggilan masuk. Waktu aku lihat siapa yang telpon ternyata dari Papah.

“Assalamualaikum Syam, masih sehat kah disana” Ucap Papah dengan suara tegasnya

“Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Papah, Syam masih sehat pah ini lagi nunggu makanan dateng ” Ucapku

“Alhamdulilah anak Papah sehat, papah mau kasih kabar tentang Bunda tapi Syam harus tenang ya ” Ucap Papah

“Iya ini Syam tenang tapi Bunda kenapa pah? Ada apa dengan Bunda Syam” Ucapku dengan penuh tanda tanya


Papah memberitahu ku kabar tentang Bunda yang jatuh sakit dan sekarang lagi rawat inap di rumah sakit. Penjelasan dari Papah, Bunda didiagnosa oleh dokter mengidap penyakit hepatitis dan gejala stroke ringan. Aku yang mendengar kabar dari Papah langsung syok bingung.

“Selamat siang Bapak, maaf telah lama menunggu ” Ucap pelayan ramah

“Halo Bapak” Ucap pelayan lagi

“Eh iya maaf mbak, mana bill pembayarannya” Ucapku sembari kaget

Selesai membayar makanan, aku pun masih tidak percaya Bunda jatuh sakit. Bunda yang ngobrol banyak kemarin dengan ku masih tersenyum manis dan masih terlihat sehat, tidak ada keluhan yang di obrolin sama Bunda.

“Apa aku harus pulang sekarang ya” Ucapku sembari keluar resto

Dalam perjalanan menuju tempat kerja, aku yang masih dalam kebingungan berusaha tenang seperti yang Papah pesan tadi. Bunda juga pernah berpesan bagaimana mengatasi kebingungan.


Quote:


Quote:



#CerpenReligi Senyuman Bunda Surga Kecil Ku

ilustrasi gambar via google images


Aku pun teringat pesan Bunda untuk melakukan shalat sunnah dua rakaat dan memohon ampun kepada Allah SWT untuk dimudahkan dalam mengambil keputusan serta kesembuhan Bunda yang paling aku sayangi.

Malamnya, aku berangkat menuju masjid terdekat untuk menunaikan ibadah shalat isya' berjamaah. Selesai shalat, aku pun niat berdoa meminta kesembuhan Bunda kepada Allah SWT. Tidak menghiraukan jamaah lain,air mata ku pun menetes dengan sendirinya.

#CerpenReligi Senyuman Bunda Surga Kecil Ku

ilustrasi gambar via google images


Akhir salam selesai doa dan shalat sunnah, aku pun beranjak menuju keluar masjid.

"Ya Akhi kemarilah " Ucap Ustad Razak
Aku kaget ada apa dipanggil oleh Ustad.

"Assalamualaikum Ustad " Ucapku sembari salam tangan

"Waalaikumsalam, duduk dulu sebentar disini" Ucap Ustad
Aku pun duduk di teras masjid yg sudah sepi jamaah.

"Ustad tadi lihat Akhi berdoa sambil meneteskan air mata, Akhi ada masalah yang begitu berat kah" Ucap Ustad
Aku malu dan tersenyum ternyata Ustad sedari tadi memperhatikanku waktu berdoa.

"Syam berdoa supaya Bunda diberikan kekuatan supaya berjuang melawan penyakitnya Ustad" Ucapku sendu sembari melihat langit yg begitu cerah malam ini

"Innalilahi Akhi yang sabar, semua pasti diberi kemudahaan oleh Allah swt" Ucap Ustad

Aku mengobrol banyak dengan Ustad hingga larut, Ustad memberikan penjelasan yang panjang tentang bagaimana perjuangan menjadi ibu, senyuman seorang ibu yang terdapat surga kecil didalamnya dan surga di bawah telapak kaki ibu.

Quote:


Penjelasan Ustad tadi malam membuat hati ku tenang, aku pun sudah memutuskan pulang lebih awal dari jadwal yang sudah ku ajukan ke Mr. Robert. Paginya aku ingin menemui Mr. Robert untuk meminta ijin.

"Halo Miss Nancy apa kabar? Mr. Robert sudah di tempat" Ucapku

"Hai Syam kabar baik nih, oh Mr. Robert sedang meeting klien membahas proyek, nanti siang baru di tempat" Ucap Nancy

"Saya akan menemui Mr. Robert nanti siang ya" Ucapku

"Okay Syam, eh nitip makan siang ya seperti biasanya" Ucap Nancy

Aku menemui Mr. Robert yang sudah di tempat menurut info Nancy lewat chat message. Aku pun menjelaskan perihal masalah dan kebingungan yg ku hadapi sekarang kepada Mr. Robert dan diluar dugaan Mr. Robert mendukung ku agar segera mengurus semua yg ku perlukan. Sebelum nya aku berfikir Mr. Robert tidak akan mengijinkanku ijin cuti lebih awal.

Sesudah mengurus semua keperluan yang aku butuhkan termasuk pesan tiket pulang. Aku pun memberi tahu Papah soal kepulanganku yang lebih awal dan Papah juga senang mendengarnya, terlebih Bunda yang terlihat senyum dengan wajah pucat dan lemas waktu aku video call. Akupun menuju bandara waktu sore, tidak lupa aku info ke Papah untuk menjemput nanti.

Aku sampai dengan selamat di kota kelahiran, sopir yang diberi tugas menjemputku dateng. Info dari Papah, aku tidak bisa langsung menemui Bunda karena jam besuk rumah sakit sudah tutup serta belum mempunyai akses besuk. Papah memberitahuku agar menemui Bunda pagi hari.

Paginya aku menyuruh sopir ke rumah sakit dimana bunda dirawat. Sesampainya dirumah sakit akupun menuju ke informasi pasien

"Pagi mbak, saya mau menanyakan ruangan pasien dengan nama Ibu Khumaira?" Ucapku

"Pagi pak, sebentar saya cari dulu ya" Ucapnya sembari mencari nama pasien

"Pasien dengan nama Ibu Khumaira ada di lantai 3 pak, Bapak naik lift ke lantai tiga saja sesudah sampai Bapak jalan lurus terus belok kanan, nah itu ruangannya" Ucapnya ramah

"Terima kasih banyak mbak" Ucapku

Setelah mendapat informasi ruangan Bunda, akupun menuju lift ke lantai 3. Papah adik dan keluarga lainnya sudah berkumpul diruangan, aku yang sudah tidak tahan lagi menemui Bunda akhirnya masuk ke ruangan. Bunda masih terbaring diatas tempat tidur, tubuh yang lemas dan wajah pucat menjadi pemandanganku pertama kali waktu melihat Bunda. Bunda yang melihatku masuk tersenyum dan meneteskan air mata.

#CerpenReligi Senyuman Bunda Surga Kecil Ku

ilustrasi IGD Bunda via dok.pribadi papah


"Assalamualaikum Bunda, Syam pulang lebih awal buat menemani Bunda" Ucapku menahan air mata

"Waalaikumsalam Syam" Ucap Bunda sembari senyum lemah

Hari ini tanggal 30 mei 2018, alhamdulilah Bunda sudah kembali sehat walaupun masih pakai kursi roda. Aku berterima kasih kepada Ustad Razak yang sudah memberikanku ketenangan dalam mengambil keputusan dan Mr. Robert yang sudah memberiku ijin pulang dari jadwal yang aku ajukan sebelumnya. Awalnya aku akan mengambil keputusan resign tapi ditolak oleh Mr. Robert.


Quote:

***

Quote:


Real story by ebipo
Image pic by google images
Diubah oleh ebipo
Halaman 1 dari 27
Quote:

Quote:


Nih mbak baru inget emoticon-Frown
Quote:


Dapet koreksi dari ciwik insomemoticon-Malu
Quote:


Ngikutan juga nihemoticon-Peace
Quote:


Tumben melowemoticon-Embarrassment
Quote:

Diubah oleh ebipo
numpang mejeng di pejwan

dipaksa ts nya wat mampiemoticon-Big Grin
mampir dulu
Bacanya tar ya bi LG otw soalny
Diubah oleh kenditz
Quote:


ppfftt baca dong ahh
Quote:


iya kei selo dah emoticon-Wink
Quote:


okei kei ga pake ajaemoticon-Big Grin
Quote:


baru kelar baca omemoticon-terimakasih
Rate 4.9 doneemoticon-Big Grin
Quote:


woh cakep tuh emoticon-Peace
numpang nenda dulu kaka emoticon-siul
Quote:


ntar roboh loh ya emoticon-Malu
Quote:


Maaf ya bi

Quote:


Kei
Quote:


kok minta maap emoticon-gagalpaham
Quote:


oke fix kei
emoticon-Shakehand2
Quote:


Gpp

Quote:


Ok
Quote:


lah kok emoticon-Hammer2
Quote:


modus kah ini emoticon-Takut
Quote:


Maaf blm bisa review emoticon-Stick Out Tongue

Quote:


Nggak lah kan dia sukanya pedang2an sm besi karatan emoticon-Ngakak
Quote:

besi karatan mau dibuat apa le emoticon-gagalpaham

Quote:


iya dah selo emoticon-Malu
Quote:

Teganya dikau kei, lupakah engkau disaat kita mengucap janji dibawah pohon bambu sampjng rumah pak mamat dulu
emoticon-Turut Berduka

Quote:

Pcya aja, masih kputusan sepihak ituemoticon-Cape d...
Diubah oleh hobby.baru
Quote:


sama bot kah emoticon-Wow
Halaman 1 dari 27


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di