alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Putaran Kedua IT-CEPA, Upaya Genjot Ekspor Indonesia ke Turki
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b0d6b13dbd770bc4f8b4568/putaran-kedua-it-cepa-upaya-genjot-ekspor-indonesia-ke-turki

Putaran Kedua IT-CEPA, Upaya Genjot Ekspor Indonesia ke Turki

Putaran Kedua IT-CEPA, Upaya Genjot Ekspor Indonesia ke Turki



JPP, JAKARTA - Perundingan Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA) telah memasuki tahap kedua. Perundingan yang berlangsung pada 28—30 Mei 2018 di Ankara, Turki ini merupakan salah satu upaya Indonesia meningkatkan ekspor ke Turki.

Pada putaran kedua kali ini, Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Perundingan Bilateral Ni Made Ayu Marthini, sementara Delegasi Turki dipimpin Direktur Jenderal urusan Uni Eropa Murat Yapici. Perundingan ini juga dihadiri Duta Besar RI untuk Turki Wardana.

“Perundingan ini merupakan kelanjutan dari perundingan sebelumnya yang digelar pada 8—9 Januari 2018 lalu di Jakarta. Melalui perundingan ini, diharapkan dapat mengurangi hambatan ekspor sehingga mampu meningkatkan ekspor ke Turki,” ungkap Made dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (29/5/2018).

Made menjelaskan, perundingan IT-CEPA dilakukan secara bertahap, artinya dimulai dengan perundingan perdagangan barang (trade in goods), kemudian perundingan dilanjutkan dengan bahasan lain seperti jasa dan investasi.

Pada putaran ini, kedua negara akan merundingkan isu perdagangan barang dari aspek kepentingan akses pasar barang. Selain itu, juga mengenai ketentuan perdagangan barang seperti peraturan asal barang, fasilitas perdagangan dan bea cukai, perbaikan perdagangan, hambatan teknis perdagangan, sanitasi dan fitosanitasi, serta masalah hukum.

Selanjutnya pada putaran kedua ini, Indonesia dan Turki akan memfinalisasi kerangka acuan (TOR) perundingan, modalitas akses pasar, dan pembahasan teks perjanjian. Modalitas perundingan akses pasar merefleksikan komitmen, cakupan isu runding, dan tingkat liberalisasi yang akan disepakati.

“Dari perundingan IT-CEPA ini, diharapkan adanya perlakuan preferensi perdagangan Turki terhadap produk-produk Indonesia agar dapat bersaing di pasar Turki. Selain itu, juga agar tidak tertinggal dari negara pesaing yang telah memiliki perjanjian perdagangan dengan Turki terlebih dahulu,” ujar Made.

Lebih lanjut Made menyatakan, salah satu tujuan perundingan adalah mengeliminasi hambatan perdagangan, baik tarif maupun nontarif. Hal ini agar produk Indonesia memiliki level yang sama dengan negara pesaing. “Hambatan perdagangan tersebut diyakini mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia ke Turki yang mengalami penurunan secara substansial dalam kurun waktu lima tahun terakhir,” terang Made.

Turki merupakan salah satu negara yang paling aktif melakukan perundingan perjanjian perdagangan bebas (FTA). Negara ini telah melakukan 21 perjanjian yang telah diimplementasikan dan 10 perjanjian masih dalam proses perundingan.

”Produk Indonesia akan mengalami kesulitan bersaing di pasar Turki apabila masih menghadapi tarif tinggi dan kebijakan antidumping atau safeguard Turki. Untuk itu, Perundingan ini penting untuk segera diselesaikan. Selain itu, perundingan minggu ini diharapkan dapat mencapai kemajuan signifikan untuk mengejar target penyelesaian tahap pertama pada awal tahun 2019,” imbuh Made.

Total perdagangan Indonesia Turki pada tahun 2017 mencapai USD 1,7 miliar. Turki merupakan negara tujuan ekspor nonmigas ke-28 bagi Indonesia. Pada tahun 2017, nilai ekspor Indonesia ke Turki mencapai USD 1,2 miliar. Produk ekspor utama adalahnya karet, tekstil, dan minyak kelapa sawit.

Sedangkan, Turki merupakan negara asal impor nonmigas ke-33 bagi Indonesia. Pada tahun 2017, total impor Indonesia dari Turki sebesar USD 534,1 juta dengan produk utama seperti besi baja, tembakau, produk kimia, dan katun. Sementara itu, nilai investasi Turki di Indonesia mencapai USD 1,5 juta. (dag)


Sumber : https://jpp.go.id/ekonomi/perdaganga...nesia-ke-turki

---

Kumpulan Berita Terkait EKONOMI :

- Putaran Kedua IT-CEPA, Upaya Genjot Ekspor Indonesia ke Turki Kemensos Salurkan Bantuan Rp345 juta untuk Korban Bom Jatim

- Putaran Kedua IT-CEPA, Upaya Genjot Ekspor Indonesia ke Turki Ke Turki, Wapres Hadiri KTT OKI Bahas Perkembangan Terakhir Palestina

- Putaran Kedua IT-CEPA, Upaya Genjot Ekspor Indonesia ke Turki Mengatasi Intoleransi Melalui Kebudayaan 

Urutan Terlama
Halaman 1 dari 3
wowwww... biarr banyakk lahh yahh ekspor nya.. haha
wah bagus ini ekspor
ane mejeng pejwan aje
njir bahasanya 'genjot'
ga 'geolan' sekalian
mejeng ht pekwan
Erdogan emoticon-Ultah
mejeng dulu..
page one emoticon-Shakehand2
coba ikut mejeng di pejwan ,geser brey
Banyak juga gan
gembok dulu
ane ikutan mejeng ya gan di trit HT ini emoticon-Traveller
Asal jaga mutu barang, perketat QC, pelangganpun puas emoticon-Embarrassment
wah negara junjungan dan impian nasbungtod
tapi tetap aja nasbungtod bakal nyinyirin si wiwi emoticon-Ngakak (S)
btw katanya turki lagi krisis yah? lebih parah katanya dibanding indonesia, apa erdogan masih akan tetap dipuja-puji oleh nasbungtod biadab?
Mending genjot binor
harus ekspor terus nih
genjot terus masemoticon-Malu (S)
pokoknya jgn impor aj
kalo misal perundingan itu berhasil. kepuasan pelanggan itu harus di utamakan. ga mau kan perjanjian yang susah dibuat batal
Diubah oleh aparat46
kualitas produk yang terpenting
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di