alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Catatan Sumber Waras dan Cengkareng dalam WTP DKI
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b0cb58ddad770f06f8b4579/catatan-sumber-waras-dan-cengkareng-dalam-wtp-dki

Catatan Sumber Waras dan Cengkareng dalam WTP DKI

Catatan Sumber Waras dan Cengkareng dalam WTP DKI
Presiden Joko Widodo (kanan) menyerahkan penghargaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) Award kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika menerima pengguna manfaat kartu tersebut di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/5/2018).
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) DKI Jakarta Tahun 2017 akhirnya mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Predikat yang diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu didasarkan pada hasil pemeriksaan keuangan berikut dengan implementasi atas rencana aksi yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI selama 2017.

Anggota V BPK, Isma Yatun dalam Tirto mengatakan, langkah yang dilakukan Pemprov DKI dalam menjalankan rekomendasi BPK pada tahun lalu, seperti misalnya rekapitulasi dan pencatatan aset-aset di Jakarta, sudah tepat.

Pencapaian ini tentu membuat bangga Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. "Ramadan tahun ini terasa membawa berkah bagi Pemprov DKI Jakarta," tutur Anies dalam ANTARA, usai rapat paripurna pembacaan hasil pemeriksaan laporan keuangan BPK di Gedung DPRD Jakarta, Senin (28/5/2018).

Anies kemudian mengunggulkan keberhasilan kepemimpinannya dibandingkan Gubernur DKI Jakarta sebelumnya. Sebab, terakhir kalinya Pemprov DKI mendapat opini WTP yakni pada 2012, atau pada akhir masa kepemimpinan Fauzi Bowo.

Perolehan WTP memang menjadi incaran Anies dan wakilnya, Sandiaga Uno. Makanya, Anies mengakui banyak hal yang dilakukan Pemprov DKI guna mencapai target itu, salah satunya intensitas pertemuan Sandi dengan BPK.

"Tiap minggu task force yang dipimpin langsung oleh Pak Wagub itu melakukan rapat monitoring dan hasilnya dilaporkan melalui pertemuan dengan BPK, itu rutin, mereka bekerja siang malam dalam artian sesungguhnya," sambung Anies.

Rasa syukur berbeda diutarakan oleh Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi.

Prasetio turut mengapresiasi kerja keras yang dilakukan Pemprov DKI sehingga berhasil meraih WTP. Namun, politisi PDIP ini turut mengalamatkan ucapan terima kasihnya kepada tiga mantan Gubernur DKI Jakarta sebelumnya: Joko "Jokowi" Widodo, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama, dan Djarot Saiful Hidayat.

"WTP ini kalau tidak ada rentetan perubahan sistem pembayaran online, ini enggak akan terjadi. Mungkin saat ini lah yang menerima sesuatu yang baik," ucap Prasetio dalam merdeka.com.

Prasetio tak lupa berpesan kepada pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI baru untuk mempertahankan raihan tersebut serta sistem keuangan dan aset yang sudah baik.

"Yang sudah baik ditambah, jangan yang sudah baik diubah-ubah jadi tidak baik," pesannya.

Selama masa kepemimpinan Jokowi hingga Ahok, DKI Jakarta selalu mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) untuk laporan keuangannya. Ada dua hal santer disebut sebagai penyebabnya, yakni pembelian lahan RS Sumber Waras dan lahan Cengkareng.

Kepala Inspektorat DKI Jakarta, Zainal mengatakan, Pemprov DKI kini telah memperbaiki catatan akuntansi untuk dua kasus itu. Selain itu, Pemprov juga mengusahakan agar aset kedua lahan tersebut masih dikuasai DKI Jakarta.

Lagipula, sejak Anies-Sandi menjabat, Pemprov DKI kerap menagih Rp191 miliar yang merupakan selisih harga berdasarkan NJOP kepada Yayasan Sumber Waras, meski pihak yayasan selalu menolak untuk membayar.

"Makanya kami mau cari solusi, gimana teknisnya," sebut Zainal dalam KOMPAS.com.

Sementara untuk lahan Cengkareng, pihaknya mengaku akan mengajukan gugatan kembali.

"Makanya kami minta Dinas Perumahan mengajukan gugatan, sehingga nanti aset itu tetap tercatat di Dinas KPKP (Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian). Jadi ada dasar pencatatannya," sambung Zainal.

Sebagai catatan, Pemprov DKI membeli lahan seluas 4,6 hektare di Cengkareng, Jakarta Barat, pada tahun 2015, dengan harga Rp668 miliar dari Toeti Noezlar Soekarno yang diperuntukkan untuk pembangunan rumah susun.

Pembelian itu menjadi masalah di BPK lantaran lahan itu sudah terdata sebagai milik Dinas KPKP. Atau dengan kata lain, Pemprov DKI telah membeli lahannya sendiri.

Begitu juga dengan pembelian RS Sumber Waras pada 2014, lantaran BPK menemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp191 miliar. Indikasi ini berbeda dari pemeriksaan KPK yang menyebut tidak ada pelanggaran dalam pembelian lahan RS Sumber Waras.

Meski begitu, mendapatkan opini WTP bukan berarti laporan keuangan DKI Jakarta sepenuhnya tanpa cela. BPK tetap mengingatkan bahwa masih ada sejumlah permasalahan dalam laporan keuangan DKI Jakarta.

Mengutip CNN Indonesia, permasalahan tersebut terkait dengan temuan pemeriksaan atas sistem pengendalian intern (SPI) dan keputusan terhadap perundang-undangan.

Temuan SPI itu antara lain pemanfaatan sistem informasi aset fasos fasum dan penagihan kewajiban yang belum optimal, serta penatausahaan belanja dan kas atas dana BOS dan bantuan operasional pendidikan yang belum memadai.

Selain itu, juga ada temuan atas kepatuhan keterlambatan penyelesaian pembangunan rumah susun, gedung sekolah, gedung rumah sakit, dan gedung puskesmas.

"Ini perlu disampaikan, mengingat masih banyak terjadinya kesalahpahaman oleh sebagian kalangan mengenai makna opini WTP," sebut Isma Yatun, anggota V BPK RI.

Selain itu,
Catatan Sumber Waras dan Cengkareng dalam WTP DKI


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-dalam-wtp-dki

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Catatan Sumber Waras dan Cengkareng dalam WTP DKI THR untuk ormas, silakan selama tak dipaksa

- Catatan Sumber Waras dan Cengkareng dalam WTP DKI Morgan Freeman juga tersandung isu pelecehan seksual

- Catatan Sumber Waras dan Cengkareng dalam WTP DKI Trump dan Kim jadi bertemu, Singapura berbenah



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di