alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Dikenal Dekat Dengan Ulama ‘Elit’ Hingga Ulama ‘Kampung’
4 stars - based on 8 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b0c3ae1620881ac258b4567/dikenal-dekat-dengan-ulama-elit-hingga-ulama-kampung

Dikenal Dekat Dengan Ulama ‘Elit’ Hingga Ulama ‘Kampung’

Dikenal Dekat Dengan Ulama ‘Elit’ Hingga Ulama ‘Kampung’
CINTA ULAMA – Soeharto bersama sejumlah ulama, antara lain Ketua MUI Buya Hamka dan KH Fathurrozi (Gus Fahrur), pengasuh Pondok Pesantren An-Nur, Malang, Jawa Timur, di Istana Negara, Jakarta, pada 1971.


Di mata rakyat, Soeharto merupakan sosok pemimpin yang tegas, berani dan berwibawa. Bahkan, ia dianggap tidak kenal kompromi dengan siapapun, termasuk dengan pemimpin-pemimpin negara-negara adikuasa.

INDOPOS.CO.ID - Namun, siapa sangka, di balik ketegasannya itu, ternyata ia mempunyai kedekatan khusus dengan para ulama. Terbukti, hampir setiap kegiatan di Istana Negara, selalu ada ulama di dekatnya.

"Pak Harto ini pemimpin wisdom atau bijaksana. Makanya selalu ada ulama di dekatnya," ungkap Profesor Dr Mudzakir saat berbincang dengan INDOPOS, Kamis (24/5).

Tidak hanya dengan ulama-ulama ‘elit’, Soeharto bahkan juga dikenal dekat dengan ulama-ulama yang berada di perkampungan atau pedalaman di daerah.

Terlebih, Soeharto ini merupakan satu-satunya pemimpin yang paling rajin mengunjungi atau bersilaturahmi dengan para ulama.

"Tidak hanya di kota, ulama di daerah-daerah terpencil pun kerap ia kunjungi. Apalagi kalau ada kegiatan keagamaan di daerah, ia juga selalu datang," ungkap Mudzakir.

Maka dari itu, selama berkuasa selama 32 tahun, Soeharto tidak mempunyai musuh dari kalangan ulama. Sebaliknya, Soeharto kerap didoakan oleh para ulama, lantaran kepedulian dan kecintaannya terhadap umat Islam.

Oleh karenanya, para ulama pun kerap mendukung segala kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Salah satunya soal program Keluarga Berencana (KB).

"Awalnya, program ini sempat mendapat pertentangan dari beberapa ulama. Namun karena Pak Harto memberikan alasan yang sesuai dengan ajaran Islam. Akhirnya program KB pun difatwakan halal untuk umat Islam," kata Mudzakir, yang juga saksi sejarah orde baru.

Hanya saja, telah disepakati bahwa program KB tetap di bawah kontrol ulama. Kesepakatan ini bertujuan agar program tersebut tidak disalahgunakan, khususnya bagi mereka yang melakukan hubungan di luar nikah atau kumpul kebo'. Karena itu, pemerintah dan ulama kala itu sepakat melarang program KB bagi masyarakat yang di luar nikah.

"Semula, (program KB) sempat ditentang ulama-ulama di kampung. Tapi karena ada kesepatan harus ada kontrol begini-begini, akhirnya fatwa yang semula haram menjadi halal. Tapi ini luar biasa, sukses menekan jumlah pertambahan penduduk," ucap Mudzakir.

Mudzakir juga mengapresiasi tindakan yang dilakukan Soeharto dalam menghadapi kritik dari masyarakat dan tokoh ulama. Menurutnya, tidak pernah ada tindakan tegas yang diberikan kepada masyarakat atau ulama.

"Kriminalisasi memang ada, tapi tidak sebanyak sekarang. Kalau ulama yang nyerang paling tidak diajak ngomong, gitu aja. Tidak sampai masuk penjara atau dikriminalisasi," ujarnya.

Berbeda dengan sekarang ini, ketika ulama mengeluarkan suatu kritikan kepada pemerintah, maka ia akan dicari-cari kesalahannya. Bahkan, tidak sedikit ulama yang dikenakan pelanggaran Undang-Undang ITE, dengan bukti-bukti yang kurang jelas.

"Yang sekarang ini interpretasinya terhadap UU ITE itu terlalu berlebihan. Makanya saya dulu sering mengingatkan, bahwa UU ITE kalau ditafsirkan terlalu luas. Setiap ngomong saja digebuk. Salah sedikit bisa digebuk. Semuanya bisa masuk. Ini menjadi masalah serius buat saya," singgung Mudzakir.

Seharusnya saat ini pemerintah harus membatasi penafsirannya, jangan sampai memberangus demokrasi. "Saya enggak ngerti juga. Makanya terorisme itu muncul karena ulama dikriminalisasi. Akhirnya ulama kan konsentrasinya bukan kepada yang lain, tetapi kepada itu (terorisme). Sehingga orang tidak ada kontrol melakukan tindak pidana kekerasan macam itu," ungkapnya.

Baginya hanya ulama yang mampu meredam berbagai aksi terorisme. Maka itu, kedekatan pemimpin dengan ulama sangat diperlukan guna meredam aksi-aksi radikal maupun teror terhadap rakyat.

"Yang bisa mempengaruhi mereka itu siapa, ya ulama. Bukan polisi. Polisi kan cuma menakut-nakuti karena punya andil dan senjata aja.

Sekarang justru ulamanya yang digebukin. Kalau ulamanya digebukin, siapa yang mendukung?" ujarnya.

Oleh karena itu, kedekatan ulama dengan Soeharto memang harus diapresiasi. Terlebih, hal itu bukan untuk kepentingan pribadi melainkan kepentingan rakyat. "Makanya dulu enggak ada terorisme, karena ulama dengan penguasa. Karena kedekatannya itu, ulama pun kerap mendokan Pak Harto bahkan hingga akhir hayatnya," tandas Mudzakir. (ydh)

https://indopos.co.id/read/2018/05/25/139237/dikenal-dekat-dengan-ulama-elit-hingga-ulama-kampung

Piye le?

Quote:
Diubah oleh: LordFaries
Halaman 1 dari 7
panggah penak jamanku cuk, pangan murah, lha saiki ?????
Quote:


Saiki harga diri, kehormatan dan idealisme yg murah 😁

Kakean njilat bokong cino
Nastakbong gak ada suaranya..
mereka auto tagar #soehartodiktator32tahun
Puji mereka bgi sang tjahaya asia pakde en tandukan megatron tak ada yg mengalahkan
Diubah oleh mendoan76
Quote:


timbang bokonge angur njilat bolongan sing di nggo nguyuh cuk emoticon-Big Grin
Quote:


Ambek di iwik2 sampek teles terus di gasak uenak tenan.
Quote:


Nyumbang mulus ya gan...biar lebih berasa menggasak...Dikenal Dekat Dengan Ulama ‘Elit’ Hingga Ulama ‘Kampung’Dikenal Dekat Dengan Ulama ‘Elit’ Hingga Ulama ‘Kampung’
Gak perlu gue baca full ya, pointnya udah kebaca


Giniii lo bilang jaman sekarang banyak kriminalisasi agama.
Gini loh nyet, jaman dulu pada diem karna emang jaman beliau diktator.
Salah omong sdikit lo ilang dimari.
Skarang lo di bebasin mau koar apa juga, tapiiiiii....
Banyak yang ketololannya udah resep ke dna, mereka asal cuap tanpa mikir efek jangka panjangnya, tanpa mikir sebab akibat masalah yg lagi terjadi.
Lah giliran di salahin di bikang kriminalisasi.
Pake bawa semua pemuka Agama di kriminalisasi.
Ehh nyetttttt, knapa yang kena kriminalisasi orangnya cuma grup grup itu aja?
Knapa yg lainnya aman?

Fix ketololan lo meresap ke DNA emoticon-Cool
Quote:


Yang kek gini mah jabar
Wa akui daerah sukabumi banyak yg auto pilot
Diubah oleh LordFaries
Setiap Presiden mempunyai cerita dan masanya sendiri-sendiri. Memoar.
Quote:


Blablablaba... Bela juragan lagi.
Intinya Eyang bisa mengakomodir Ulama dari berbagai background.

Gak usah ulama elite atau kampung, semacam Jihadis aja di akomodir, tuh di bragkatkan ke Afganistan di modalin pula, biar perang sama komunis. Hasilnya Terorisme minim.

Gak ada yang seberani dan setegas Eyang.
Quote:


Jiah ra ono Teroris? Tenane LIK... Kui deket juga ambe NU lan Mumahamdiyah sing Lurus NKRI.
Mosok setiap ulama?
Percoyo.... emoticon-Wkwkwk

Dikenal Dekat Dengan Ulama ‘Elit’ Hingga Ulama ‘Kampung’

Maaf Oot emoticon-Hammer2 emoticon-Hammer2
Diubah oleh scorpiolama

Quote:


Quote:

Jaman eyang preman kedok ulama macam ssi buron ngga berani hidup di indonesia. Mrk pada migrasi ke malingshit


Contoh abu bakar bangke bassyir


Wkwkwkwkw apanya yg deket ulama? Ulama vokal di karungi
Quote:


Akomodir ulama yaa?
Jaminan gak ulama balik lagi kesini jadi negarawan yg membela negaranya?
Atau jadi teroris kecil cem JAD dll?

Eh iya gue lupa bilang, lo belajar dulu yg baik bedain agama sama paham ideologi.
Komunis itu suatu paham ideologi bukan AGAMA nyettt.
Jadi lo gk bisa gari lurusin Ulama sama Komunis, itu udah beda konsep goblok
ane jadi inget mukatamar NU di cipasung

emoticon-Malu
saking deketnya... SDSB pun bisa dihalalin sama MUI..



Lucu2an... emoticon-Big Grin


Eh.. ga deng...


Lucu banget malah... emoticon-linux
Diubah oleh khayalan
Quote:


Udah tau blog... komunis itu idologi, lu mau bahas komunis sama wa gak bakal menang. Wa jamin, mulai kelompok ingusan macam PRD sampai PKK kurdi, mulai JRA sampai RAF wa pelajari. Mulai yg Marxisme-Leninisme, maoist sampai sempalannya macam Trotskys, Mulai dari Mao sampai Revisionis macam Deng Xiaoping wa belajar. Walau gak sampai meminum airnya secara garis besar wa paham.

"Kami percaya bahwa memahami adalah langkah pertama untuk menghentikannya."

Di Afganistan kronologinya Soviet invasi, dr indonesia berangkatkan jihadis, pemerintah modalin.
Quote:


SETUJU Lik,
Maaf Oot emoticon-Hammer2 emoticon-Hammer2
Diubah oleh scorpiolama
Yang bikin artikel diatas kalau gak naif ya bodoh !!

Orang ini gak liat ya Nasib umat islam di zaman soeharto seperti kapal tanpa nahkoda

Begitu bijaksana dan baiknya soeharto terhadap umat islam sampai dia bertanggung jawab dalam pembantaian ratusan orang di tanjung priok 1984 !!!

Belum lagi satu satunya partai islam di zaman soeharto yaitu ppp bersama pdip dipreteli habis habisan oleh soeharto katanya yang bijak dan dekat dengan ulama !!! ( bijak ndasmu cok !!!)

Puokoknya harus golkar !! Gak dikung golkar rasakanlah murkaku !!!

Belum Jaman soeharto sangat sulit buat kaum perempuan untuk memakai kerudung atau jilbab ( sampai bikin isu wanita wanita berjilbab yang suka menebarkan racun di pasar pasar !!)

Luar biasa bapak soeharto dengan segala kebijaksanaannya dan kedekatannya dengan ulama !!
Quote:


Liat kronologi nya, mayoritas muslim yo adem ayem.

Jilbaban susah? gundul mu pesok kui... Di ketawain Cak Nun kon cok.

Di prteli mbahmu, lihat paska reformasi, partai2 gimana kerjanya? sibuk berantem, saling mempreteli, merusak tatanan sosial hingga rakyat tersisihkan, dan yg perlu di garis bawahi agama di jadikan komoditas.

Halaman 1 dari 7


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di