alexa-tracking

Sisi lain Yogyakarta

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b0c39f51a99757e548b4567/sisi-lain-yogyakarta
Sisi lain Yogyakarta
Sebenarnya kisah ini sama sekali tidak ingin aku ceritakan. Sudah aku pendam dan mungkin sudah aku lupakan. Jangankan kalian, teman sekamar sewaktu itu pun tidak aku beritahu kejadian yang akan aku ceritakan ini.

Kisah ini bercerita tentang pertemuanku dengan sesuatu dari alam lain, dan mungkin sesuatu itu ingin menyampaikan pesan atau hanya mengikutiku.

Liburan yogyakarta


#2 Agustus 2017

Menginjak senja ketika kami sudah penat berkeliling mencari penginapan di daerah yang dekat dengan alun - alun kidul. Akhirnya kami terpaksa menginap di suatu rumah yang disulap menjadi semacam penginapan. Sebelum tiba dipenginapan ini pun, sebenarnya kami sudah mencari penginapa terlebih dahulu, namun selalu dirasa tidak cocok atau tidak nyaman.

Penginapan yang sangat jauh dari kata mistis atau seram, karena termasuk penginapan modern.

Singkat cerita, karena sudah tidak ada pilihan. Kami memutuskan untuk menginap di penginapan itu. Setelah masuk dan membereskan barang - barang kemudian mandi. Kami duduk - duduk di ruang tamu dengan meja kecil yang tanpa kursi, bergaya lesehan. Kami datang bertiga, temanku yang satu lagi, katanya tidak bisa menemani kami untuk liburan bersama. Sore itu dia langsung pulang ke Bandung dengan menaiki kereta terakhir dari Stasiun Lempuyangan. Akhirnya kami hanya berdua, aku dan temanku yang satu lagi. Menjelang maghrib, lebih kurang pukul 17.30 aku yang masih duduk bersandar seraya merokok, minum kopi dan temanku yang satu lagi, dia sedang tiduran dibalik meja. Kami menempati penginapan ketiga, ini seperti komplek penginapan. Penginapan pertama dan kedua berada di depan dan disebelah penginapan kami. Posisi penginapan kami paling ujung. Setiap satu penginapan, lebih kurang ada 5 kamar didalamnya, dengan kamar mandi 'Konvensional' dan 'Shower', dapur, ruang tamu juga halaman.
Ketika aku yang saat itu sedang bersandar, dan mungkin sedikit melamun. Diujung bola mata sebelah kanan, aku seperti melihat ada sesuatu yang sedang berjalan melintas. Tidak cepat, berjalannya sangat pelan. Seperti baru saja keluar dari kamar mandi. Aku yang dari dulu tidak percaya dengan hal 'begituan', dipaksakan dan mungkin penasaran ingin mencari tahu. Aku pun menengok kesebelah kananku. Memang, sesuatu itu terlihat tengah berjalan kemudian menghilang menembus tembok disisi jendela.

Saat itu, aku pikir hanya imajinasiku saja karena mungkin terlalu banyak aktivitas pada hari itu.

Aku baru ingat, sebelum kejadian itu. Aku pergi keluar terlebih dahulu untuk membeli kopi. Aku melangkah keluar penginapan, berjalan keluar, menyusuri jalan yang tidak terlalu ramai kendaraan, katanya ini masih area panembahan senopati, masih dalam area benteng keraton Yogya. Aku melangkah seraya menikmati suasana sore. Ketika sampai di perempatan yang saat itu sedang sepi, aku berjalan menyebrang karena warung yang menurutku cukup ramai ya yang ada disebrang jalan. Ketika sampai di warung itu, tidak ada penjaga warung. Hanya ada beberapa perempuan paruh baya sedang berkumpul, berbincang ditepi jalan. Setelah menunggu beberapa lama, salah satu ibu yang tadinya mengobrol menghampiriku

"Mau beli apa mas ?" tanyanya

"Beli kopi bu !" pintaku

Ketika menunggu ibu itu mengambilkan beberapa bungkus kopi yang menggantung. Kepalaku menengok kesebelah kiri jalan, dan ternyata ada bangunan yang sering aku lihat di teve. Bentuknya benteng putih, ada terowongan yang dilewati kendaraan - kendaraan hilir mudik menunggu giliran lampu hijau lalu lintas. Tidak tahu kenapa, aku sangat antusias ketika melihat benteng itu.

"Sebentar ya bu, nanti saya ambil kopinya. Mau kesana dulu" kataku kepada ibu itu

Aku kemudian berlari pelan kearah benteng itu, berjalan menaiki anak tangga. Melangkah keatas, menikmati suasana Yogya ditelan senja. Setelah dirasa puas berkeliling dan melihat - lihat. Aku turun kemudian kembali ke warung itu.

"Darimana mas ?" tanyanya

"Dari sana bu, itu namanya apa ?" seraya kutunjuk benteng putih itu

"Itu Plengkung Gading" jawabnya, "Sendirian ?" tanyanya kembali

Aku hanya mengangguk dan tersenyum, karena nafasku masih ngos - ngosan karena tadi sedikit berlari.

Aku kembali ke penginapan.

Dan, bersambung dengan cerita setelah aku melihat 'sesuatu' itu. Kami tidur dikamar seperti biasanya, melewati malam dengan tidak ada apa - apa, menikmati suasana Yogya dengan keseruan. Kami menghabiskan liburan di Yogya dengan ceria. Sesuatu yang aku lihat sore itu sama sekali tidak mempengaruhi ataupun mengganggu liburanku selama di Yogya.

Singkat cerita, liburan di Yogya berakhir dengan kesenangan. Kami pun kembali ke Bandung dengan selamat.



#Bandung 2017 (Beberapa bulan setelah liburan di Yogyakarta)

Di suatu malam, aku bermimpi. Tidak tahu berawal dari mimpi apa, namun yang masih aku ingat. Aku berada di kamar sewaktu aku menginap di Yogya dulu. Aku hanya sendiri di mimpi itu. Aku sedang berjalan melintasi pintu kamar, seperti sedang mondar mandir tidak jelas dan tidak tahu sedang melakukan apa. Ketika aku berjalan, melangkah hendak keluar kamar. Didepanku ada seorang ibu paruh baya, tidak terlalu tua, dengan wajah putih sayu, dia hanya berdiri tepat ditepian pintu kamar mandi. Memakai baju berwarna merah gelap, aku tidak terlalu ingat. Namun wajahnya seperti orang yang sedang tidak punya harapan, tubuhnya terlihat lesu. Rambutnya mungkin panjang, karena seingatku di mimpi itu, aku tidak melihat tepian rambutnya. Iya, dia hanya melihatku saja.


#Bandung 2018

Suatu malam aku terbangun, karena dikejutkan dengan mimpi yang sangat menyeramkan.
Ketika terbangun aku melihat jam, kira - kira itu pukul 01.30.
Didalam mimpi itu, aku sedang berjalan sendiri. Seperti berjalan di suatu lorong kemudian berjalan melewati bangunan - bangunan yang menghimpit disebelah kanan dan kiriku. Kemudian aku berjalan, namun aku ingat ini seperti penginapan saat aku di Yogya dulu. Aku berjalan menuju penginapanku yang berada di paling ujung sebelah kiri. Aku melangkah terus, berjalan terus. Setelah sampai di muka penginapan itu, aku melangkahkan kakiku menaiki anak tangga yang mungkin hanya beberapa anak tangga saja. Ketika menaiki anak tangga pertama, pandanganku tertuju lurus kedalam ke area ruang tamu. Terlihat perempuan paruh baya itu, seperti dimimpiku sebelumnya. Dia hanya duduk menghadap meja, matanya tertuju kearahku. Sebagian badannya tidak terlihat karena terhalan meja, hanya tangan dan sebagian tubuhnya yang aku lihat. Namun saat ini yang paling jelas terlihat adalah rambutnya yang sangat panjang dan sangat hitam. Wajah putihnya terus melihat kearahku. Aku langkahkan kakiku ke anak tangga kedua, seketika wajahnya seperti mencair hitam dan membusuk, aku langkahkan kakiku keanak tangga selanjutnya, saat itu juga wajahnya seperti busuk hanya tertinggal kedua bola matanya saja.
Aku ketakutan, aku membalikkan badanku kemudian berlari. LAriku seperti pelan dan sama sekali tidak beranjak dari tempat itu. Rasanya dunia didalam mimpiku itu terlihat pelan. Aku sangat ketakutan, mencoba membaca ayat - ayat di alquran yang aku ingat, namun sepertinya tidak mengubah rasa takutku. Aku masih mencoba berlari, namun tetap tidak bisa. Aku berjalan kemudian merangkak, dengan sangat ketakutan. Aku sangat ingin pergi dari tempat ini. Ketika berusaha menghindar dari tempat itu, seketika aku terbangun.

Terbangun didalam kamar dengan lampu yang masih belum aku nyalakan. Aku menggeserkan tubuhku hingga menempel di dinding kamarku, keringat membasahi pundak, leher dan sebagian keningku. Jantungku masih berdegup kencang. Saat itu, setelah mimpi itu. Aku melewati sisa malam dengan ketakutan.


Entahlah, ini masih menjadi sesuatu yang masih menempel dipikiranku.

Apakah ini ada hubungannya dengan kejadian sewaktu di Yogyakarta, atau itu hanya bunga tidur saja seperti biasanya.


















Pertalite
emoticon-Traveller wew serem brey
KASKUS Ads
baca doa gan sebelum tidur emoticon-Big Grin
image-url-apps
Sisi lain Yogyakarta

Sisi laut pangandaran
image-url-apps
Cuci kaki, n doa gan sblm tidur
Klo muslim jgn lula isya dl
×