alexa-tracking

Minimalism

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afd9bdaa09a39f43f8b4567/minimalism
Inspiratif 
Sebuah Gaya Hidup untuk Hidup yang Lebih Bermakna : Minimalism
Minimalism

Minimalism merupakan sebuah gerakan dalam bidang seni pada awalnya, akan tetapi semakin berkembangnnya zaman membuat gerakan seni tersebut di adaptasi menjadi sebagua gaya hidup. Ketika teman-teman mendengar kata "Minimalist" apa yang anda dipikiran anda? Yap, sesuatu yang simpel atau sederhana bukan? Sesuatu yang lebih mementingkan pada sebuah kualitas dari pada kuantitas.

Tapi bagaimana jika penerapan gerakan seni tersebut diterapkan dalam gaya hidup? Jika kita menggunakan prinsip "Quality over quantity", bisakah anda bayangkan bagaimana kehidupan anda? Disini saya akan berbagi sedikit pengalaman pribadi saya ketika saya menemukan gerakan ini yang penerapannya pada gaya hidup.

Minimalism

Yap (sekali lagi), semua berawal ketika pada waktu luang saya sedang mencari film untuk di tonton. Saya memang seseorang yang lebih menyukai genre Documentary karena pada dasarnya hal tersebut didasarkan pada kisah nyata, saya mulai mengscroll down berdasarkan rating di salah satu situs daftar film dan akhirnya saya menemukan film diatas. Minimalism: A Documentary About The Important Things . Dengan judul yang menurut saya cukup "click bait" membuat saya menonton film tersebut, dan setelahnya saya merasa ada dorongan nyata dalam diri saya untuk melakukan yang mereka lakukan dalam film tersebut. Kondisi yang saya tepati pada saat menonton tersebut adalah kondisi dimana saya sedang menjadi ketua panitia dalam acara fakultas saya yang sedang mencari dana dengan berbagai cara (salah satunya dengan ngawul/menjual baju yang sudah tidak terpakai). Setelah menonton film tersebut, saya langsung membuka lemari pakaian di kos saya dan mulai memilah mana baju yang sudah jarang terpakai tapi masih layak untuk dijual. Hasilnya bisa dikatakan kalau 2/3 dari lemari pakaian saya adalah sesuatu yang saya sisihkan untuk diawul. Bermula dari lemari pakaian, hal tersebut menjalar ke buku kuliah saya, tempat makan dan minum, dan alat tulis. Bagaimana perasaan saya pada saat itu? Sangat lega dan merasa bahwa banyak "space" dalam kamar kos saya. Perasaan ini lah yang saya ingin bagikan kepada teman-teman disini, tentang bagaimana kita memiliki hidup yang lebih kaya dengan lebih sedikit. "Intentional living" dan sejenisnya adalah sesuatu hal yang sama dengan Minimalism.

Pada film dokumentari tersebut saya sempat menggunakan kata "Mereka", tapi siapakah mereka? Yap (lagi), mereka menyebut dirinya The Minimalist. The Minimalist terdiri dari Joshua Fields Millburn & Ryan Nicodemus yang memiliki keinginan untuk membantu orang-orang hidup dalam hidup yang bermakna dengan lebih sedikit. Lebih detail tentang mereka bisa teman-teman kunjungi disini
Minimalism

Saya disini bukanlah seorang "Minimalist" sejati ataupun sudah sangat ahli dalam gaya hidup ini, tapi saya di sini ingin mengajak teman-teman semua untuk mencoba gaya hidup ini dan merasakan apa yang telah saya rasakan, jika cocok maka pertahankan dan jika tidak maka tinggalkan. Inti dari gerakan ini adalah bagaimana kita menjalani hidup dengan lebih bermakna, terlepas dari semua ras, agama, ataupun aliran politik yang kita anut.

Every feedback on this thread will be worth it personally for me to spread this lifestyle to everyone in here (especially Indonesia). Mari kita buat hidup ini lebih bermakna, lebih berharga, dan lebih sadar.

Yuk berdiskusi!

"Love people, use things. Because the opposite never works."
Menarik sih salah satu mazhab seni jadi gaya hidup. Yang aku lihat sih rada susah mungkin para wanita, yang lebih suka banyak pilihan. Kalo pria ini banyakan lebih ke 'sedikit jumlahnya tapi branded semua'. emoticon-Malu
Quote:


Terimakasih banyak atas responnya, tapi kalau dari saya pribadi (sebagai pria) bukanlah tentang masalah "branded" atau tidaknya sesuatu yang saya beli, tetapi lebih mengarah ke 6 pertanyaan, yaitu:
1. Kepada siapa aku membeli ini?
2. Akankah ini akan menambah "nilai" dalam hidupku?
3. Apakah aku bisa membeli ini?
4. Apakah ini yang terbaik yang bisa didapatkan oleh jumlah uangku saat ini?
5. Apa biaya sebenarnya?
6. Apakah "versi terbaik"ku akan membeli ini?

Untuk sisi wanita saya pribadi kurang memahami, tapi jika saya berpendapat saya akan mengatakan "Just be concious about your 'twitch', start aware of yourself about what you need and you don't". Banyak channel youtube yang mereka adalah seorang minimalist dan juga seorang wanita, mungkin hal tersebut bisa membantu anda ataupun teman anda untuk memiliki hidup yang lebih bermakna. Happy experimenting!
Lalu gimana kalok ada si buah hati dari sudut pandang minimalist?
Mereka juga butuh mainan, kadang juga saking banyaknya jdi berantakan rumahnya. Bajunya juga harus banyak karena emang sering BAK dan BAB.
Quote:


Terimakasih sekali lagi atas responnya, balik lagi ke prinsip awal tentang "Quality over quantity". Inti dari prinsip ini adalah kita membeli barang memang karena benar-benar membutuhkannya, bukan karena "saraf konsumen" kita yang membelinya. Disinilah terkadang kita sering kabur antara batasan "butuh" dengan "ingin", karena yang kita butuhkan pasti selalu sesuatu yang penting sedangkan apa yang kita inginkan masih bisa ditunda untuk di beli karena sifatnya kurang penting. Jika seperti yang anda bilang di atas, menurut saya (walaupun masih belum ahli akan gaya hidup ini) baju ataupun mainan yang memang dibutuhkan untuk si buah hati, jika hal tersebut memang memberikan fungsi yang baik dalam kelangsungan hidup keluarga anda bahkan memberikan makna yang lebih dalam keluarga anda, kenapa tidak? emoticon-Big Grin
Quote:


emang sih teorinya begitu. tapi implikasinya sungguh sulit. terutama yang masalah anak ini. dia bisa suka dan minta dibeliin tiap kali dateng ke toko, sambil nangis keras keras lagi. emoticon-Ngakak

pandangan quality over quantity buat istri aja ah ntar, cukup satu tapi bermakna. emoticon-Malu
boleh nih terobosan baru 🔥🔥🔥🔥