alexa-tracking

Politisi PDIP Sebut Jangan Dukung Partai Pendukung Teroris, Politisi Golkar Berang

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afd63c3162ec254288b4567/politisi-pdip-sebut-jangan-dukung-partai-pendukung-teroris-politisi-golkar-berang
Politisi PDIP Sebut Jangan Dukung Partai Pendukung Teroris, Politisi Golkar Berang
Politisi PDIP Sebut Jangan Dukung Partai Pendukung Teroris, Politisi Golkar Berang

MEDAN - Postingan Ketua DPC PDIP Medan, Hasyim, di Facebook ditanggapi keras oleh sejumlah politisi. Hasyim dalam postingannya menulis 'Jangan Pilih Partai Pendukung Teroris'.

Screenshot postingan Hasyim ini kemudian ia bagikan ke grup WhatsApp 'Politik Sumut'. Grup ini berisikan banyak politisi dari berbagai parpol.

Tak pelak, postingan anggota DPRD Medan ini mendapat reaksi keras. "Komentarmu kayak tukang becak! Partai pendukung teroris yang mana? Sebutlah," kata Samsir Pohan, pengurus Golkar Sumut.

Komentar keras juga dilontarkan Sukran Jamilan Tanjung, mantan Bupati Tapanuli Tengah. "Bisa diproses hukum ini anggota dewan," sebut Sukran.

Namun meski terus dicecar, Hasyim tak merespon kembali komentar pedas yang ditujukan padanya.

http://www.medanbisnisdaily.com/m/ne...golkar_berang/
Tidak mungkin diciduk, partai kitaks kitaks emoticon-Leh Uga

Polisi Kecewa DPR Sebut Santoso Pahlawan dan Cap Polisi Teroris

Polisi Kecewa DPR Sebut Santoso Pahlawan dan Cap Polisi Teroris
----

Politisi PDIP Sebut Jangan Dukung Partai Pendukung Teroris, Politisi Golkar Berang

Suara.com - Pernyataan Ketua Panitia Khusus Rancangan Undang-undang Terorisme DPR RI Muhammad Syafii yang menyebut bahwa polisi adalah teroris yang sebenarnya di Poso, dan Santoso tidak dianggap sebagai teroris, sangat melukai perasaan aparat kepolisian yang sedang bertugas di daerah itu.

"Kami sangat menyesalkan pernyataan seperti itu. Polisi ada di Poso karena perintah negara dan menjalankan amanat undang-undang," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto yang dihubungi di Palu, Selasa malam (27/7/2016).

Polisi di Poso, kata Hari, merupakan representasi negara sehingga tidak mungkin polisi menyakiti masyarakat yang tidak bersalah.

"Jadi kalau Pak Muhammad Syafii menyebut bahwa polisi-lah teroris yang sebenarnya di Poso, ini sangat melukai perasaan ribuan polisi yang bertugas di sana," kata Hari.

Muhammad Syafii seperti dikutip sebuah harian di Kota Palu yang juga mengambil berita itu dari situs berita Republika Online, Selasa (26/7/2016), antara lain menyebutkan bahwa setelah Santoso tewas, suasana di Poso sangat aman. Itu karena polisi tak lagi di sana dan masyarakat di Poso tidak menganggap kelompok Santoso sebagai teroris.

Bagi masyarakat Poso, kata Syafii, teror sebenarnya datang dari aparat kepolisian sebab masyarakat di sana menyimpan dendam yang luar biasa kepada polisi akibat banyaknya aparat yang melakukan pelanggaran HAM berat.

Syafii juga menyebut bahwa jenazah Santoso disambut oleh ribuan orang dari berbagai kalangan di Poso bahkan mereka membawa tulisan selamat datang syuhada sementara di sisi lain, mereka menginginkan agar aparat kepolisian angkat kaki dari kota mereka.

Hari Suprapto membantah pernyataan-pernyataan Muhammad Syafii bahwa warga Poso tidak menginginkan polisi hadir di sana dan masyarakat menyimpan dendam pada polisi, padahal sebaliknya, masyarakat sangat senang dengan kehadiran polisi karena mereka merasa lebih aman dan tenteram untuk beraktivitas sehari-hari.

Ia juga membantah ada ribuan warga orang menyambut jenazah Santoso di Poso Pesisir dan membawa spanduk bertuliskan "selamat datang syuhada. Yang benar adalah warga yang menyambut itu hanya sekitar 150-an orang. Itupun kebanyakan mereka yang penasaran ingin melihat Santoso dan mereka yang merasa terancam bila tidak hadir di penguburan serta sebagian lagi petugas yang berpakaian preman.

"Warga yang betul-betul simpatisan Santoso yang hadir saat pemakaman paling-paling sekitar 50-an orang," ujarnya, "Spanduk bertuliskan selamat datang syuhada juga hanya ada satu yang diletakkan di kuburan."

Hari berharap semua pihak melihat dan memahami secara komprehensif persoalan di Poso sebelum memberikan pernyataan agar upaya-upaya bersama seluruh aparat keamanan dengan masyarakat untuk memelihara situasi Poso yang aman dan tenteram serta toleran akan sesegara mungkin mencapai hasil yang diinginkan.

Juru bicara Operasi Tinombala Poso itu juga mengharapkan peran serta media untuk memberitakan hal-hal yang konstruktif mengenai kehadiran aparat Polri dan TNI untuk menumpas gerakan terorisme di Poso.

"Saya kira, wartawan dengan kebebasannya yang dilindungi UU dan kode etik jurnalistik memiliki tugas serta tanggung jawab yang sama dengan polisi dan aparat negara lainnya yakni melindungi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara sehingga terorisme dan pelaku teror seyogianya menjadi musuh bersama," ujarnya. (Antara)

https://www.suara.com/news/2016/07/2...polisi-teroris
http://nasional.republika.co.id/beri...rsonel-di-poso
image-url-apps
emoticon-Big GrinPolitisi PDIP Sebut Jangan Dukung Partai Pendukung Teroris, Politisi Golkar Berang
KASKUS Ads
image-url-apps
Koq berang ?
Kalo ga merasa yah jgn berang lah
Tar jadi berang berang loh
emoticon-Wkwkwk
image-url-apps
Kemaren muncul pendukung penista agama
Terus pendukung setan
Sekarang ada lagi pendukung teroris
emoticon-Leh Uga
Ini mirip statement jangan pilih partai setan emoticon-Leh Uga
image-url-apps
Nunjuk orang partai setan aja enak bener, giliran dicounter balik kebakaran jenggot emoticon-Ngakak
image-url-apps
golkar kejang kejang emoticon-Leh Uga
image-url-apps
Hampir mirip semua isinya, #ganti presiden, # jangan dukung partai setan, #jangan pilih partai pendukung teroris...
image-url-apps
Nyatanya trio Gerandong-PSK-PANtat kan secara terselubung melindungi teroris demi ambisi kekuasaan. emoticon-Cape d...
kalo fadli Zon yang komen pasti nastaik kelojotan
image-url-apps
bisa kenak jerat uu ite emoticon-Belo
image-url-apps
Politisi PDIP Sebut Jangan Dukung Partai Pendukung Teroris, Politisi Golkar Berang
Elitenya nih partai kan fansnya osama bin laden
image-url-apps
emg butuh mental baja pak utk bilang yg sebenarnya
image-url-apps
Jangan pilih gerinda, pan, pks
image-url-apps
Tukang becak? Kayak pernah liat...siapa yaaemoticon-Leh Uga
image-url-apps
haha tukang becak jadi politikus..ya beginilah jadinya
image-url-apps
Quote:

Di jadiin komoditas politik emoticon-Big Grin
image-url-apps
politik civil war

emoticon-Leh Uga

inikah buah reformasi ?
tanyakan pada amin emoticon-Ngakak
image-url-apps
kmrn ada yg disebut partai setan mencak2,sekarang ganti sebut partai lain spt itu,kelakuan ga ada bedanya