alexa-tracking

Pembangunan Ekonomi Syariah dan bank Wakaf Hasil Blusukan Jokowi

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afd4bde925233016b8b456a/pembangunan-ekonomi-syariah-dan-bank-wakaf-hasil-blusukan-jokowi
Pembangunan Ekonomi Syariah dan bank Wakaf Hasil Blusukan Jokowi
Pembangunan Ekonomi Syariah dan bank Wakaf Hasil Blusukan Jokowi
Jakarta, Wiranto maret lalu tepatnya hari Sabtu (31/3/2018) mewakili Presiden Joko Widodo menghadiri acara Musyawarah Besar Alumni & Simpatisan Syachonah Moh. Cholil (ASSCHOL) di Demangan Bangkalan.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) dalam sambutannya menyampaikan bahwa kesatuan antara ulama dan umara sangat penting dan harus kita bina.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo, Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Arief P. Moekiyat.
Wirantoo sesuai keterangan pers Humas Kemenko Polhukam mengatakan jika ilmu para ulama diserap oleh rakyat maka akan muncul kebijakan-kebijakan yang arif dan berpihak kepada rakyat.
“Saya sampaikan bahwa saat ini Presiden Joko Widodo juga terus menerus berkomunikasi dengan para ulama untuk memahami apa aspirasi para ulama terhadap bangsa ini, itu diserap. Tapi beliau juga blusukan kemana-mana untuk mendengarkan suara rakyat agar dapat menyaksikan langsung apa yang dirasakan rakyat,” ujar Wiranto.
Wiranto menambahkan muncul kebijakan-kebijakan Presiden Jokowi itu dikarenakan blusukan dan silaturahmi yang beliau lakukan.
Misalnya dari sisi ekonomi, ada pembangunan ekonomi syariah, dimana saat ini Bank Syariah memiliki aset mencapai Rp 432 triliun. Kemudian pembukaan Bank Wakaf Mikro untuk pemberian kur (kredit usaha rakyat).
“Itu saya kira yang bisa kita lakukan tatkala ulama dan umara itu bersatu,” sambung Wiranto.
Tak lupa dalam kesempatan tersebut, Menko Polhukam juga berharap agar kesadaran yang dirintis oleh para pendahulu yakni KH. Moch. Cholil tentang kependidikan di pondok pesantren dapat diwariskan atau ditularkan oleh para generasi penerus, dimana tujuannya yaitu tidak tunduk terhadap penjajahan Belanda
Jika dulu tantangannya adalah penjajahan Belanda, maka ancaman yang saat ini dihadapi bangsa Indonesia akan semakin banyak.
“Modalnya apa? Kalau dulu persatuan sekarang juga persatuan, ukhuwah wathoniyah,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Sumber Berita : http://www.tribunnews.com/nasional/2...lusukan-jokowi

Indahnye
Salam 2 periode dah
Huahuahua