alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Mantan Dirjen Hubla dihukum 5 tahun penjara
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afd4aadc0d7701d3f8b456f/mantan-dirjen-hubla-dihukum-5-tahun-penjara

Mantan Dirjen Hubla dihukum 5 tahun penjara

Mantan Dirjen Hubla dihukum 5 tahun penjara
Mantan Dirjen Hubla Antonius Tonny Budiono divonis hukuman lima tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan dikurangi masa tahanan karena terbukti menerima suap dari Komisaris PT Adhiguna Keruktama yaitu Adi Putra Kurniawan sebesar Rp2,3 miliar dan gratifikasi sekitar Rp20 miliar untuk pengerjaan proyek yang melibatkan Kementerian Perhubungan tahun anggaran 2016 dan 2017.
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta, subsider 3 bulan kurungan terhadap mantan Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan, Antonius Tonny Budiono, Kamis (17/5/2018). Tonny terbukti menerima suap Rp2,3 miliar dan gratifikasi sekitar Rp22,35 miliar.

Vonis itu lebih rendah dibandingkan dengan tuntutan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta Tonny divonis 7 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta, subsider 4 bulan kurungan. Hakim mempertimbangkan status justice collaborator alias saksi yang bekerja sama dari Tonny.

"Terdakwa sudah ditetapkan sebagai justice collaborator yang bukan kewenangan majelis hakim, tapi jadi bagian pertimbangan meringankan untuk terdakwa," ujar hakim Titi Sansiwi dikutip Antaranews.

Hakim juga memerintahkan pengembalian sejumlah uang milik Tonny yang tidak terbukti dengan perkara korupsi. Majelis hakim yang terdiri dari Saifuddin Zuhri, Mahfudin, Duta Baskara, Ugo, dan Titi Sansiwi menilai uang tersebut merupakan uang pribadi Tonny.

KPK menangkap Tonny pada Rabu (23/8/2017) di Mes Perwira Dirjen Hubla, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. KPK menemukan uang tunai Rp18,9 miliar yang tersimpan di dalam 33 tas dan koper miliknya.

Antonius didakwa menerima Rp2,3 miliar dari Komisaris PT Adhiguna Keruktama Adi Putra Kurniawan dalam proyek pengerukan alur pelayaran pelabuhan dan persetujuan penerbitan Surat Izin Kerja Keruk (SIKK) PT Adiguna Keruktama. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi telah menghukum Adi Putra hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta, subsider 5 bulan kurungan.

Adi Putra memberikan uang suap dengan modus baru. Ia memberikan kartu ATM Bank Mandiri beserta PIN dan buku tabungan bank Mandiri dengan nama Joko Prabowo kepada Antonius. Dari total yang diberikan Rp2,3 miliar, masih tersisa di rekening Joko Prabowo senilai Rp1,15 miliar.

Proyek pertama yang dikerjakan PT Adhiguna adalah pengerukan alur pelayaran Pelabuhan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah TA 2016 senilai Rp61,2 miliar; Pelabuhan Samarinda Kaltim TA 2016 senilai Rp73,509 miliar, dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang TA 2017 senilai Rp44,518 miliar yang dimenangkan oleh PT Adhiguna Keruktama dengan imbalan sebesar Rp1,5 miliar yang diberikan secara bertahap.

Proyek kedua adalah penerbitan SIKK untuk PT Indominco Mandiri terkait pekerjaan pengerukan di Bontang, Kalimantan Timur. Setelah dibantu penerbitan SIKK, PT Adhiguna mengirimkan Rp300 juta dari rekening Yongkie Goldwing ke rekening Joko Prabowo sebagai bentuk terima kasih kepada Antonius.

Proyek ketiga adalah penerbitan SIKK untuk PT Indonesia Power Unit Jasa Pembangkitan (UJP) PLTU Banten terkait pekerjaan pengerukan di Lontar Banten. Menyusul SIKK itu juga tidak kunjung diterbitkan, maka Adi Putra menemui Antonius hingga akhirnya terbit SIKK pada 24 November 2016. Sebagai imbalan, PT Adhiguna mengirim uang sebesar Rp300 juta dari rekening Yongkie ke Joko Prabowo.

Proyek keempat adalah penerbitan SIKK Pekerjaan pengerukan di Tanjung Emas Semarang. Antonius mengeluarkan surat keputusan pada 8 Mei 2017 tentang pemberian izin kepada KSOP kelas I Tanjung Emas untuk melaksanakan pekerjaan pengerukan Tanjung Emas, sehingga pada 13 Juli 2017 Adi Putra mentransfer uang sebesar Rp200 juta sebagai ucapan terima kasih.

Selain suap dari Adi Putra, Antonius juga didakwa menerima gratifikasi berupa uang tunai sejumlah Rp5,815 miliar, 479.700 dolar AS (sekitar Rp6,4 miliar), 4.200 euro (sekitar Rp68,451 juta), 15.540 poundsterling (sekitar Rp287,137 juta), 700.249 dolar Singapura (Rp7,06 miliar), 11.212 ringgit Malaysia (Rp37,813 juta), uang di rekening Bank Bukopin senilai Rp1,066 miliar, uang di rekening Bank Bukopin senilai Rp1,067 miliar, berbagai barang bernilai ekonomis yang ditaksir senilai Rp243,413 juta serta penerimaan di rekening BRI senilai Rp300 juta.
Mantan Dirjen Hubla dihukum 5 tahun penjara


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-tahun-penjara

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Mantan Dirjen Hubla dihukum 5 tahun penjara Data nomor teregistrasi tak melebihi jumlah populasi

- Mantan Dirjen Hubla dihukum 5 tahun penjara Penangkapan terduga teroris terjadi di sejumlah tempat

- Mantan Dirjen Hubla dihukum 5 tahun penjara Anwar Ibrahim bebas, minta Pakatan Harapan jaga integritas

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di