alexa-tracking

Kenapa Teroris di Riau Pakai Pedang, di Surabaya dengan Bom?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afd2586529a45aa318b4570/kenapa-teroris-di-riau-pakai-pedang-di-surabaya-dengan-bom
Kenapa Teroris di Riau Pakai Pedang, di Surabaya dengan Bom?
Kenapa Teroris di Riau Pakai Pedang, di Surabaya dengan Bom?

17 Mei 2018 10:38 WIB


Kenapa Teroris di Riau Pakai Pedang, di Surabaya dengan Bom?

jpnn.com, JAKARTA - Mantan pentolan Jamaah Islamiyah (JI) Ali Fauzi menjelaskan mengapa teroris yang menyerang Mapolda Riau memakai peralatan manual, sementara pelaku teror di Surabaya menggunakan bom.

Ya, serangan di Riau melibatkan senjata tajam seperti pedang. Tradisional. Beda dengan Surabaya. Sempat tersiar bahwa di tubuh pelaku teror di Riau terdapat bom. Namun, tidak meledak. ’’Di Riau kurang bahan dan kurang skill,’’ ujar mantan kepala instruktur perakitan bom JI Jawa Timur tersebut.

Fenomena itu menunjukkan bahwa Surabaya mempunyai banyak sumber daya yang bisa mendukung aksi terorisme.

Yang pertama adalah bahan peledak. Menurut Ali, bahan peledak yang digunakan Dita Oeprianto cs dalam aksi di Surabaya lalu sangat mudah didapatkan di Surabaya. Dalam bom yang digunakan Dita, ada tiga senyawa kimia yang dipakai. Biasanya dibeli secara terpisah untuk menghilangkan kecurigaan toko kimia yang bersangkutan.

Tiga senyawa kimia tersebut kemudian dicampur untuk menghasilkan gaya dan daya simpatetik. Mereka dicampur, lalu kemudian disaring dengan kertas saring. Hanya, senyawa itu sangat berbahaya karena high sensitive. Kena panas saja bisa meledak. Misalnya, yang terjadi di rusun tempat tinggal Anton yang menewaskan dirinya beserta istri dan seorang anaknya.

Surabaya dikenal sebagai produsen bahan kimia paling murah. Bagi kalangan kombatan, harga bahan kimia di Surabaya dikenal paling murah jika dibandingkan dengan kota lain di Indonesia. Menurut Ali, tentu mustahil melarang toko kimia menjual bahan tersebut. Sebab, senyawa itu banyak digunakan untuk kepentingan sehari-hari. ’’Jadi, yang bisa dilakukan adalah pengawasan,’’ tegasnya.

Ali juga mengomentari serangan di Mapolda Riau. Menurut dia, itu menunjukkan bahwa jaringan JAD di Riau gagal merekrut mantan kombatan lulusan Mindanao dan Poso. 

’’Setahu saya ada banyak di sana. Sebab, saya pernah melatih mereka,’’ ungkap mantan instruktur kombatan di Poso yang pernah melatih lebih dari 3.000 orang tersebut.

Selain itu, teror di Surabaya menunjukkan sebuah fenomena yang memprihatinkan. Yakni, terjadinya transfer ilmu peracikan dan pembuatan bom dari mantan kombatan yang lebih senior. ’’Sebab, teknik peracikan dan pembuatan bom di Surabaya jauh lebih baik ketimbang serangan-serangan sebelumnya. Memang belum matang, tapi sudah tergolong bagus,’’ tegas Ali.

Hal itu dibenarkan salah seorang anggota Densus 88 yang ikut menangani kasus tersebut. ’’Ada kekhawatiran hal itu terjadi,’’ lanjut petugas tersebut seraya mewanti-wanti agar namanya tak disebutkan.

Menurut dia, Densus 88 belum bisa memastikan soal itu dan siapa mantan kombatan di Surabaya yang memberikan pelatihan tersebut. Dia lantas menyebut salah seorang ustaz berinisial KB.

Inisial nama itu dikenal sebagai salah seorang ideolog garis keras di Surabaya. Namun, dia tidak pernah muncul di permukaan. Hanya dikenal secara underground sebagai ustaz yang sangat dihormati di kalangan orang-orang yang menjulukinya ikhwan jihadi.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos, KB bukan seorang kombatan. Murni seorang ideolog yang sangat didengar kalangan pelaku teror tersebut. ’’Tapi, dia punya akses ke mana-mana. Karena didengar itu, dia menjadi berbahaya,’’ terangnya.

KB bisa memerintah salah seorang mantan kombatan untuk mengajarkan teknik perakitan dan perancangan bom kepada Dita Oeprianto. ’’Kami masih mencari bukti-buktinya,’’ kata sumber tersebut.

Dia kemudian mengilustrasikan KB itu seperti Aman Abdurrrahman atau Abu Bakar Ba’asyir. Yakni, bukan kombatan, tetapi pendapatnya sangat dihargai. Ketika dimintai konfirmasi, Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera enggan menjawab. ’’Semua masih dalam penyelidikan,’’ ujarnya. (c5/ano)

https://m.jpnn.com/news/kenapa-teror...gan-bom?page=1

gw kok yakin yah..
kaskus khususnya BP/BPLN ini ikut andil dalam maraknya terorisme.

di kaskus sini banyak bgt yg saling hina agama. debat agama yg ga perlu. tanpa tahu seperti apa lawan debat dan manusia di balik akun2 kaskusnya ini.
seperti yg kita tau, islam adalah agama yg paling tegas bela agamanya dibanding agama2 lain di republik ini.
makin banyak ngehina2 islam, dan kebetulan ada manusia islam berotak pekok ngikutin trit. dan kekesalannya berubah jd kebencian lalu menjadi dendam, maka si otak pekok ini makin bernyali utk mampus demi agama.
kadang org yg tdnya baik2 aja, tp krn kekesalan yg memuncak, bisa jd goblok.

berlaku utk smua agama.

saranku, mending berhenti lah nyindir2 soal agama. Ya kalo ada manfaat. kalo cuma nambah kebencian buat apa.
lo nghina2 agama juga apa yg lo dptin? duit?

tapi ah sudahlah.. penduduk kaskus mah goblok2.
Monggo dilanjutin.
selamat memupuk potensi chaos negara.. emoticon-Angkat emoticon-Angkat Beer
daerah di sekitaran surabaya memang banyak pabrik kimia gan.
karena miskin, boro2 buat bikin bom...buat makan aja susah, utang banyak, cicilan numpuk, kontrakan belom bayar....akhirnya ikut pengajian radikal...di iming2 masuk sorga, tapi harus bunuh diri pake bom....balik lagi, karena miskin akhirnya pake pedang dengan harapan masuk sorga....apalah daya....udah miskin tolol...bau!!! dan mati masuk neraka....MAMPUSSSSS HAHAHAHHA
Quote:


Di luaran semua ag@ma mah dihina gan
Bahkan sampai dibikin pelem birunya juga banyak

Tapi hanya satu yg imbecile n panasan ..
Quote:



Masalah di kaskus sini dulu sangat banyak banget orang malingsia yang suka ngomporin sara di kaskus sini, dan hal ini tidak disadari oleh member kaskus

Orang orang malingsia ini paling demen perang sara dari ke dua pihak malingsia sana di kaskus kita ini.
Quote:


kaskus aman emoticon-Wakaka
Quote:


apakah trit/berita di atas membahas/menyindir/mendebat ttg suatu agama? emoticon-Angkat Beer
Quote:


ga ada yang hina agama ah bre
yang ngerasa paling punya PEMIKIRAN SEMPIT doank

paling yg di hina adalah
TERRORIST ANJING IDIOT PENDUKUNG KHILAFUCK

masa ada yang ngerasa terhina?
berarti ngaku mereka bagian terrorist donk?
berarti ngaku pengen menjadi PENGKHIANAT NEGARA donk?

emoticon-Frown
siapa KB ini? Kuntur Bumi kah? emoticon-Leh Uga
Mungkin karena bom teknologi tapir?
Quote:


Mantep jiwa komennye bre
Huahuahua
Quote:


Ooo jadi teloris itu produknya kaskus ya bre emoticon-EEK!

Bukannya ploduk mamarika mizonis rhemason wahyudi cina asing aseng PKI CIA FBI Mossad dsb? emoticon-Tai
lama2 plg niru kyk yg di luar
ngga perlu pake bom tinggal pake mobil n nabrak2 kerumunan
Terorisnya bisa dibilang lone wolf gan
Ada yg punya dana tp ada juga yg cekak alias kere

Makanya cuma sajam doang bikin terornya tp yg diserang markas besar utk tunjukin taringnya.

Klo yg punya dana uda pasti pake bom & mungkin alat2 bantu modern lainnya.
yang sby udah di planning, yg Riau itu hanya frustasi, saat tero udah kena teror densus 88, akhirnya secara sporadis menyerahkan diri dengan konyol.
Kurang dana itu, boro2 lulus pelajaran kimia sma jg emoticon-Imlek
Karena bendaharanya sudah ketangkep kemarin?
Jadi sanggupnya beli pedang aja..
emoticon-Leh Uga
Quote:


Membela agama ato membela ego nyet?
Agama itu sudah punya kebenaran sendiri di dalamnya bagi yang meyakini itu.
Orang yg mengimani agama mau dihina sehina2nya, mereka ndak akan marah, senyum aja, bahkan mgk turut tertawa bersama2 penghina, karena TAHU agamanya benar....

Tp yg senbaik ketika agamanya disinggung seupil doang ud kebakaran jenggot.. gw yakin 100% bhw orang itu ga 100% meyakini kebenaran agamanya sendiri. Mereka membela diri sendiri karena takut bahwa ternyata agamanya salah dan penghinanya yg benar.. Takut kehilangan imannya.. takut murtad... takut masuk neraka... jadi ngamuk2..

Lu kan kuper dan masih ijo nyet, karena penghinaan agama ga cuma dikaskus dan ga cuma sekarang2 doang.. penghinaan agama sudah dari jaman nabi.. nabi atau pengikut2nya dihina disiksa pun.. senyum aje.. krn dah yakin....

Jd ente2 yg imannya kurang.. mending murtad aje.. belajar dulu agama yg laen2.. jd tau dimana kebenaran.. bela agama jgn pake napsu..
Quote:

WTC dulu gak pake bom atau pedang loh. tapi pake pesawat.

dan saat itu nasbung nastak belum ada, BP/BPLN gak serame ini, ramenya forum bb17 emoticon-Big Grin

udah lah kalimat lu masih maksa buat nyalahin pihak lain.
gak ada bedanya yg nyalahin pemerintah tanpa sedikitpun nyalahkan teroris. dengan begitu gimana org mau percaya kalo pelakunya cuma oknum emoticon-Traveller