alexa-tracking

Kemenristekdikti Targetkan Kenaikan Produksi Padi Sidenuk di Kampar

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afd235fa2c06e857f8b4571/kemenristekdikti-targetkan-kenaikan-produksi-padi-sidenuk-di-kampar
Kemenristekdikti Targetkan Kenaikan Produksi Padi Sidenuk di Kampar
Kemenristekdikti Targetkan Kenaikan Produksi Padi Sidenuk di Kampar

JPP KAMPAR - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menargetkan produksi padi 9 hingga 11 ton/hektare di Desa Pulau Tinggi, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Target tersebut disampaikan Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe, pada acara penanaman padi varietas inpari Sidenuk dengan metode IPAT BO atau intensifikasi padi aerob terkendali berbasis organik pada kegiatan Bhakti Teknologi dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-23 tahun 2018 di Desa Pulau Tinggi, Kampar, Selasa (15/05/2018).

Turut hadir pada kegiatan ini Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Hendig Winarno, Gubernur Riau yang diwakili Kepala Badan Litbang Provinsi Riau, Arbaini; Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Riau Darmansyah; Bupati Kampar yang diwakili Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan, Aliman Makmur; serta Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kamar, Hendri Dunan.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe usai melakukan penanaman bibit padi Sidenuk mengatakan, kegiatan ini dalam rangka mengaplikasikan hasil penelitian dan pengembangan anak bangsa untuk meningkatkan hasil bidang pertanian sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani.

"Di sini produktifitas padi per hektare biasanya hanya 5 sampai 6 ton, maka dengan bibit dan teknologi ini bisa menghasilkan 9 hingga 11 ton per hektare," ungkap Jumain Appe.

Teknologi yang digunakan ini adalah menggunakan teknologi nuklir dengan radiasi dan bermutasi, sehingga menghasilkan bibit yang bagus dan produktivitasnya juga bagus.

Teknologi nuklir bisa digunakan untuk mengembangkan industri pangan dan kesehatan. Sidenuk ini adalah sidenukasi nuklir yang dimasukkan ke dalam bibit padi sehingga produktivitasnya tinggi.

Menurut Jumain Appe, jika hasil sawah hanya 5 ha per hektare, hal itu belum bisa memberikan kesejahteraan kepada petani, dan tamatan sarjana atau SLTA tidak tertarik menjadi petani atau malas turun ke sawah.

Dalam pengarahannya, Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe juga menyampaikan bahwa Presiden RI minta sistem pertanian harus berkelanjutan.

"Kita harus mengolah menjadi suatu usaha lebih memberikan nilai tambah. Tiga hal harus dilakukan yakni kreatifitas, inovasi dan jiwa wirausaha," bebernya.

Dikatakan, sekarang petani lebih banyak menanam, terus dikonsumsi dan tidak ada berkelanjutan secara terus menerus dan tidak menjadi kemandirian di tengah masyarakat.

Ia mengungkapkan, keunggulan lain bibit sidenuk ini adalah masa tanam hingga panen hanya tiga bulan, bahkan pernah hanya 83 hari.

Deputi Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir Batan RI Hendig Winarno menambahkan, bibit padi Sidenuk yang dikembangkan Batan telah ditanam di berbagai daerah di Indonesia.

Untuk wilayah Sumatra telah dikembangkan di Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan, beberapa daerah Sumatra Barat, Padang Sidempuan Sumatra Utara dan Aceh. Sementara di Riau, Kabupaten Kampar adalah daerah pertama yang menanam bibit ini.

"Kalau persentase nasional masih 0,4 persen, tapi bibit Sidenuk telah ditanam sekitar 40 ribu hektare lahan. Yang terbanyak masih jenis jiherang," bebernya.

Gubernur Riau yang diwakili, Arbaini, maupun Bupati Kampar yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Aliman Makmun, menyambut baik bantuan banjir bibit dan teknologi di Kampar.

Aliman Makmur menyampaikan, saat ini Kampar sedang menggalakkkan program 3i (infrastruktur, investasi dan industri). "Dari hasil lima ton dalam satu hektare dan menjadi sepuluh hektare kan luar biasa. Kita siap bekerjasama dengan pemerintah pusat," ungkap Aliman Makmur.

Ia menambahkan, Kampar berpotensi untuk meningkatkan secara tajam produktifitas padinya karena luas lahan di Kampar mencapai 5.000 hektare lebih.(rri/ris)

 


Sumber : https://jpp.go.id/teknologi/iptek/32...enuk-di-kampar

---

Kumpulan Berita Terkait TEKNOLOGI :

- Kemenristekdikti Targetkan Kenaikan Produksi Padi Sidenuk di Kampar Ratusan Produk Kreatif Inovatif Siswa SMK Dipamerkan

- Kemenristekdikti Targetkan Kenaikan Produksi Padi Sidenuk di Kampar KKP Berhasil Produksi Massal Ikan Bubara

- Kemenristekdikti Targetkan Kenaikan Produksi Padi Sidenuk di Kampar Pacu Industri Manufaktur, Kemenperin Fokus Menjalankan Hilirisasi

×