alexa-tracking

Rekor pasutri pejabat Bengkulu terjerat korupsi

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afd126e582b2e73658b4579/rekor-pasutri-pejabat-bengkulu-terjerat-korupsi
Rekor pasutri pejabat Bengkulu terjerat korupsi
Rekor pasutri pejabat Bengkulu terjerat korupsi
Istri Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud, Hendrati digiring mobil tahanan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (17/5) dini hari.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka dan menahan Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud serta istrinya Hendrati pada Rabu (16/5/2018).

Selain Dirwan dan istrinya, KPK menerapkan Kepala Seksi Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan, Nursilawati yang juga keponakan dari Dirwan, dan Juhari dari unsur swasta.

"Empat tersangka tersebut diduga memberi dan menerima suap sebagai bagian dari komitmen fee 15 persen dari lima proyek di Bengkulu Selatan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, melalui Antaranews, Kamis (17/5/2018).

Lima proyek tersebut merupakan pengerjaan infrastruktur di Kecamatan Pino raya yakni normalisasi atau pengerasan jalan Telago Dalam menuju Cinto Mandi, peningkatan jalan Desa Tanggo Raso (arah jembatan dua), dan proyek jalan Rabat Beton Desa Napal melintang Kecamatan Pino Raya.

Selanjutnya, proyek jalan Rebat Beton Desa Pasar Pino (Padang Lakaran) dan proyek rehabilitasi Jembatan Gantung Desa Telaga Dalam.

Diduga sebagai penerima, yaitu Dirwan, Hendrati, dan Nursilawati, sedangkan diduga sebagai pemberi, yakni Juhari.

Diduga penerimaan total Rp98 juta merupakan bagian dari 15 persen komitmen fee yang disepakati sebagai setoran kepada Bupati atas lima proyek penunjukan langsung pekerjaan infrastruktur jalan dan jembatan yang dijanjikan di Pemkab Bengkulu senilai total Rp750 juta dari komitmen fee sebesar Rp112,5 juta.

Uang tersebut diberikan Juhari yang telah menjadi mitra dan mengerjakan proyek sejak 2017 di lingkungan Pemkab Bengkulu Selatan.

Pada 12 Mei 2018 sebesar Rp23 juta diberikan secara tunai dari Nursilawati kepada Hendrati. Kemudian oleh Hendrati sebesar Rp13 juta dimasukkan ke rekeningnya di Bank BNI dan sisanya Rp10 juta disimpan tunai oleh Nursilawati.

Selanjutnya, pada 15 Mei 2018 sebesar Rp75 juta diberikan Juhari secara tunai kepada Hendrati melalui Nursilawati di rumah Hendrati. Dari sini, KPK mencokok Hendrati dan suaminya.

Dirwan Mahmud ditahan di Rutan KPK berlokasi di C1 (gedung KPK lama), Juhari di Rutan Cabang KPK yang berada di belakang gedung Merah Putih KPK serta Hendrati dan Nursilawati di Rutan Polres Jakarta Selatan.

"Intinya ini tragedi buat saya, saya tidak menyangka akan jadi seperti ini. Kita lihat prosesnya sekarang," kata Dirwan dengan mengenakan rompi jingga tahanan KPK itu.

Tak hanya tragedi bagi Dirwan dan istrinya, kasus ini pun telah menjadikan Bengkulu sebagai daerah pencetak pasangan suami istri terbanyak yang terjerat kasus KPK.

Sebelumnya, publik geger ketika Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti dan istrinya Lili Martiani Maddari terjerat operasi tangkap tangan KPK pada Juni 2017 lalu.

Ridwan telah mundur sebagai Gubernur Bengkulu. Ridwan dan istrinya telah divonis masing-masing 8 tahun penjara pada Januari 2018 lalu. Sebagai tambahan hukuman, Pengadilan Tipikor Bengkulu mencabut hak politik Ridwan Mukti selama dua tahun setelah menjalani masa pidana.

Hukuman terhadap Ridwan dan istrinya bertambah ketika majelis hakim Pengadilan Tinggi Bengkulu memperberatnya menjadi masing-masing 9 tahun penjara.

Dirwan dan Ridwan, sama huruf dan asal provinsi Bengkulu. Kesamaan lainnya adalah istri Dirwan dan Ridwan menjadi penadah uang suap. Operasi tangkap tangan KPK pun sama-sama berlangsung di rumah pribadi sedangkan Dirwan dan Ridwan tak berada di rumah.

Dirwan-Hendrati dan Ridwan-Lili kian menambah pasangan suami istri yang terjerat kasus korupsi. Ada sejumlah pasangan suami istri yang kompak terjerat korupsi dan telah menjalani masa tahanan, di antaranya mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti.

Gatot terjerat dalam sejumlah kasus sehingga total vonisnya mencapai 13 tahun. Adapun istri Gatot hanya dijerat kasus suap terhadap hakim dengan hukuman 2,5 tahun penjara pada Maret 2016 lalu.

Sebelum Gatot-Evy pasangan suami istri M. Nazaruddin dan istrinya, Neneng Sri Wahyuni telah lebih dulu menjadi terpidana korupsi. Nazaruddin dan Neneng kini masih menjalani masa hukumannya. Putusan berkekuatan hukum mengirim Neneng 6 tahun ke penjara, sedang Nazaruddin 7 tahun.

Pasutri lainnya adalah mantan Wali Kota Palembang, Romi Herton dan istrinya, Masyito. Kasus yang menjeratnya adalah penyuapan terhadap mantan ketua MK, Akil Mochtar.

Pengadilan Tipikor menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara kepada Romi Herton, dan 4 tahun penjara kepada Masyito. Pada Juni 2015, Pengadilan Tinggi DKI menambah hukuman Romi menjadi 7 tahun dan istrinya 5 tahun. Romi meninggal di Rumah Sakit Hermina, Serpong pada 28 September 2017 lalu.

Ada juga Bupati Karawang Ade Swara dan istrinya, Nurlatifah. Keduanya terjaring dalam operasi tangkap tangan, dalam kasus pemerasan pembangunan mal di Karawang. April lalu Pengadilan Tipikor menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara untuk Ade, sedang Nurlatifah 5 tahun.
Rekor pasutri pejabat Bengkulu terjerat korupsi


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...rjerat-korupsi

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Rekor pasutri pejabat Bengkulu terjerat korupsi Stok pangan selama Ramadan tak perlu dikhawatirkan

- Rekor pasutri pejabat Bengkulu terjerat korupsi Petasan ya Ramadan

- Rekor pasutri pejabat Bengkulu terjerat korupsi Serangan kelompok radikal di Mapolda Riau

×