alexa-tracking

Periksa Pengguna Atribut Islami, Polri Menolak Dituduh Islamofobik

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afcff54d44f9ffb6a8b4567/periksa-pengguna-atribut-islami-polri-menolak-dituduh-islamofobik
Periksa Pengguna Atribut Islami, Polri Menolak Dituduh Islamofobik
Periksa Pengguna Atribut Islami, Polri Menolak Dituduh Islamofobik

Serangan teroris masih berlanjut. Setelah rentetan bom di Surabaya, serangan terjadi di Mapolda Riau. Polri pun mengaktifkan siaga satu di berbagai daerah. Pemeriksaan antisipasi terorisme menyasar sipil yang dicurigai.

Di media sosial beredar video pemeriksaan seorang laki-laki bersarung dan peci. Berjarak sekitar 8 meter dari aparat polisi, dia diminta membongkar isi kardus dan tas ransel miliknya.

Akun Twitter Satlantas Polrestabes Semarang menjelaskan, anak beratribut Muslim itu berperilaku mencurigakan saat melintas di depan pos polisi Simpang Lima, Semarang. Akun itu mengungkapkan dasar hukum pemeriksaan itu UU 2/2002. Dalam UU itu hanya dijelaskan mengapa Polri harus lakukan pemeriksaan, tetapi tak ada rincian bagaimana pemeriksaan dilakukan.


Begitu juga dengan SAN, perempuan yang diturunkan dari bus oleh petugas keamanan terminal Gayatri, Tulungagung, Jawa Timur. Sebabnya perempuan itu memakai cadar dan tampak linglung.

Kepala Terminal Gayatri Oni Suryanto menjelaskan, saat ditanyai petugas keamanan SAN tak menjawab. Akhirnya dia digiring ke pos pemeriksaan.

"Kecurigaan petugas semakin menjadi lantaran perempuan belia yang belakangan diketahui berinisial SAN itu tidak pakai alas kaki sejak masuk terminal hingga naik bus jurusan Ponorogo," kata Oni, dikutip dari Antara.

Ketua Komite III DPD Fahira Idris menegaskan tindakan macam itu justru diharapkan oleh pelaku teror. Sebab tujuan teroris, ujarnya, memunculkan sekat di antara masyarakat. Kecurigaan dan pengawasan berlebihan akan berkembang berujung persekusi bagi perempuan bercadar.

“Di negara-negara Barat, di mana sebagian masyarakat begitu benci terhadap cadar dan simbol Islam lainnya, sehingga marak terjadi persekusi,” kata Ketua Umum Ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) itu kepada Tirto, Rabu 16 Mei 2018.

Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengeluhkan prosedur Polri periksa atau geledah terduga pelaku teror. Dia menganggap apa yang dilakukan Polri telah membatasi umat Islam dan memunculkan opini buruk pada agama Islam.

“Ini pembusukan opini terhadap cadar dan syariat Islam yang kafah yang akhirnya bisa terbentuk lembaga islamofobia,” kata Bamukmin pada reporter Tirto.

Direktur LBH Jakarta Alghiffari Aqsa menjelaskan prosedur Polri dalam melakukan pemeriksaan atau penggeledahan di tempat cenderung berlebihan.

“Kalau benar ada kecurigaan, polisi harus ada bukti mendasar, bukan hanya dari atribut,” kata Algif pada Tirto.

Alghif cemas jika situasi Indonesia bisa mirip dengan Amerika Serikat. Karena Islam dicap sebagai teroris, maka muncul islamophobia di Negeri Paman Sam itu.

"Yang paling kami khawatirkan adalah friksi horizontal antar umat beragama," lanjutnya. "Padahal bisa jadi temannya atau tetangganya hanya konservatif saja."

Pernyataan mereka yang protes pada cara Polri lakukan pemeriksaan itu diperkuat dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang 1/2002. Isinya terkait pemberantasan tindak pidana terorisme tak boleh diskriminatif. Dalam Pasal 2, dijelaskan Polri harus tetap menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia, tidak bersifat diskriminatif, baik berdasarkan suku, agama, ras, maupun antargolongan.

Bantah Sebar Islamofobia

Prosedur pemeriksaan yang dilakukan Polri semata untuk menjaga keamanan, bukan memojokkan orang beratribut agama Islam. Hal itu diungkapkan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto.

Sebagian besar anggota Polri beragama Islam, masa islamophobia,” kata Setyo kepada Tirto.

Setyo menegaskan Polri hanya memeriksa gerak-gerik orang yang mencurigakan. Bukan karena cara berdandan atau berpakaian yang menjurus pada agama tertentu.

Dia juga berharap publik tak salah paham atau saling curiga satu sama lain, sehingga tak memunculkan perpecahan horizontal seperti yang dikatakan oleh Fahira Idris.

“Persekusi apapun alasannya tidak dapat dibenarkan,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Anggota Komisi III DPR, Taufiqulhadi. Politikus Partai Nasdem menuturkan, masyarakat seharusnya memaklumi kekhawatiran polisi. Sebab sudah muncul banyak korban jiwa akibat teror yang susah dideteksi.

"Kalau terjadi serangan lagi, akan ada banyak korban dari banyak orang. Dan nanti akan menimbulkan juga amarah pada Polri sendiri," katanya.

Ia memaklumi metode pemeriksaan oleh polisi. Pemeriksaan dengan alat pendeteksi logam dinilainya sulit dilakukan di ruang terbuka dengan jumlah orang yang banyak.

"Kecurigaan [pada orang-orang tertentu] memang tidak bisa dihindari. Karena sampai sekarang memang kondisi itu sangat sulit," ujar Taufiqulhadi.


https://tirto.id/periksa-pengguna-atribut-islami-polri-menolak-dituduh-islamofobik-cKzQ

Yg punya HAM bukan hanya tersangka teroris aja, anggota polisi dan tentara jg punya HAM, berhak untuk bisa pulang ke rumah dalam keadaan sehat dan bukan dikirim pulang dalam kantong mayat. Mohon akal pikirannya digunakan, sebelum sedikit2 pake tameng Islamofobia
Quote:


Yang bikin kecurigaan siapa ??

Yang bikin orang was2 siapa ??

BACA tuh berita nya !!

Cewe nya sendiri mencurigakan gitu tindakan nya, WAJAR lah blok tuh aparat nyelidikin.

Mentalitas playing victim merupakan salah satu ciri khas orang2 MUNAFIK.
Mulai ketar-ketir bakal digulung sama pak pol emoticon-Ngakak
KASKUS Ads
Islamophobia di negara mayoritas Islam? Emang bisa? Polisinya aja muslim kok emoticon-Leh Uga

Harusnya ditulis phobia teroris, phobia pakaian timur tengah, phobia radikalisme. Itu baru bener.

Sekarang satu persatu penceramah radikal mulai ditolak oleh masyarakat. Ini suatu kemajuan.

Cara melawan intoleransi bukanlah dengan toleransi, melainkan intoleransi terhadap intoleransi itu sendiri.

Kita tidak boleh toleran terhadap radikalis yang menghapus budaya kita emoticon-Smilie
image-url-apps
yg paling gampang dilihat secara fisik ya dr tampilanya
masa mau di tanyain sambil diajakin ngopi
iya klo ngaku
klo meleduk duluan bijimane
image-url-apps
Periksa Pengguna Atribut Islami, Polri Menolak Dituduh IslamofobikPeriksa Pengguna Atribut Islami, Polri Menolak Dituduh IslamofobikPeriksa Pengguna Atribut Islami, Polri Menolak Dituduh Islamofobik
Quote:


emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
Seharusnya bisa dimaklumi tanpa ada prasangka apabila polisi melakukan pemeriksaan untuk keamanan bersama. Manusia memang punya kebiasaan untuk menyebut sesuatu dan memberinya nama, tapi dalam hal ini biarkanlah tindakan polisi itu dinamakan pemeriksaan, tanpa embel2 agama, jangan dikasi label yg bukan-bukan.

Mereka para teroris itu beragama Islam, bukan Islam agama teroris, jangan salah.
emoticon-Matabelo
Quote:


Justru pernyataan2 ente yang menciptakan friksi antar umat beragama.

Diminta buka bungkusan dan diperiksa secara baik-baik adalah suatu tindakan preventif yang manusiawi. Ane juga akan maklum dan nggak marah kalau ane diperlakukan seperti itu, mengingat kondisi saat ini.

Lain halnya kalo langsung dihajar pake popor senapan dan bawaannya dibongkar secara paksa oleh polisi, itu baru namanya persekusi.

Jadi orang koq senengnya menciptakan konflik opini. Orang2 kayak gini yang nggak suka Indonesia tenang & damai
around black 4 head
never relax

near kunoichi
always ready

yg penting kita2 ini kalau dekat-dekat yg sekiranya doyan letss take a emoticon-Angkat Beer duarr tusuk bunuh teror mending menjauh
Quote:


ya emang itu tujuannya pakbos, bikin goyang.
image-url-apps
Dibanding takut maraknya islamophobia kaya di amerika gw lebih takut ancur kaya timteng karena teroris ga bisa diberantas
islamphobia......... di negara muslim terbesar didunia......... polisinya juga muslim


itu sama aje elu nyoli sendiri trus teriak teriak di perkosa emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
Plei piktim emoticon-Big Grin

Kantor saya juga sedang menjalankan pengetatan pengamanan. Kemarin ada freelancer datang, dia diperiksa juga tuh tiga kali sama satpam. Di gerbang, di pintu, di resepsionis.

Freelancer yang bersangkutan cewek Manado, Kristen. Kemarin dia pakai kaos dan rok selutut. Rambutnya baru dicat coklat. Diperiksa juga tuh. Itu kan SOP.
image-url-apps
yang kemarin teror orang gila kenapa polisi gk sweeping orgil di jalan jalan ya...
Quote:


Di Twitter sudah mulai tuh, saya lihat, ada yg permasalahin penceramah Ramadhan di masjid Telkomsel dan Indosat. Di Telkomsel ada Tengku Z, di Indosat ada Felix S.

image-url-apps
Quote:


emoticon-Angkat Beer

nyoli sendiri lapor diperkosaemoticon-Wakaka
image-url-apps
gw udh serem skrg liat kunoichi
image-url-apps
Namanya juga efek habis diserang kemarin, jadi ya agak sedikit (sorry bukan bermaksud menjelekkan) paranoid.
emoticon-Takut
×