alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tagar #TerorismeBukanIslam dan perdebatannya: Benarkah terorisme tak terkait agama?
2.33 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afcdfa1c1cb17cb748b4579/tagar-terorismebukanislam-dan-perdebatannya-benarkah-terorisme-tak-terkait-agama

Tagar #TerorismeBukanIslam dan perdebatannya: Benarkah terorisme tak terkait agama?

Setelah terjadi tiga ledakan bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, banyak unggahan di media sosial yang menyatakan bahwa terorisme bukan bagian dari agama.

Namun kemudian, pernyataan tersebut banyak diperdebatkan oleh pihak-pihak yang mengatakan bahwa agama sering digunakan untuk menanamkan bibit ajaran terorisme.

Melalui akun media sosialnya, Presiden Joko Widodo, selain mengatakan bahwa terorisme adalah tindakan biadab, dia juga mengatakan bahwa, "Terorisme adalah musuh bagi semua agama".

ISIS 'menyusupi sebagian masjid' di Indonesia
Bangkitnya sel tidur teroris: Empat hal tentang kerusuhan di Mako Brimob
Unggahan Presiden Jokowi tersebut kemudian sudah disebar 13.000 kali dan disukai 19.000 kali.

Video singkat dari unggahan media sosial Presiden Jokowi itu kemudian digunakan untuk menegaskan pesan bahwa 'terorisme tidak ada kaitannya dengan agama apa pun'.

Unggahan media sosial Cholil Nafis, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia, juga mengatakan bahwa, "Terorisme itu bukan produk agama apalagi termasuk ajarannya", namun kemudian pernyataannya tersebut dibalas oleh pengguna lain yang mengatakan bahwa para pelaku menjalankan ketentuan agama.

"Sebaiknya intro(s)peksi ada yang salah dalam cara dakwah selama ini," kata pengguna @mfalemi.

Cuitan lain yang juga ramai dibagikan meminta agar orang "pisahkan agama dengan perilaku manusianya" dan bahwa para pelaku aksi terorisme adalah "oknum yang membajak ajaran agama".

Di media sosial, tagar #TerorismeBukanIslam pun ramai digunakan. Spredfast mencatat ada sekitar 152.000 cuitan lebih yang memakai tagar itu sejak 14 Mei.

Ada beberapa tagar lain yang juga kurang lebih sama populernya dan menyampaikan pesan serupa, seperti #islamlawanterorisme, #dakwahtanpakekerasan, #waspadaskenariojahat, dan #islamselamatkannegeri.

Narasi yang disampaikan lewat tagar tersebut kemudian ramai dipertanyakan oleh pengguna media sosial lain.

Salah satu yang populer dibagikan adalah dari pengguna @diqit yang mengatakan, "Ada temen bilang : kalau ada teroris suruh liat perbuatan, bukan agamanya. Tp kalau milih gubernur, suruh liat agamanya, bukan perbuatannya."

Unggahan tersebut sudah disebarkan hampir 10.000 kali dan disukai lebih dari 4.000 kali.

Musisi Jerinx dari band Superman is Dead juga mengatakan bahwa, "Ini fakta yg harus kamu terima, bibit terorisme justru ditabur pemuka agamanya."

Unggahan tersebut kemudian dibagikan lebih dari 1.500 kali dan disukai lebih dari 600 kali.

Sementara itu, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid mengatakan bahwa, "Semua agama & semua ideologi di muka bumi pernah dijadikan alasan aksi terorisme."

"Perebutan makna dan simbol agama di ruang publik"

Bagi peneliti radikalisme Doktor Najib Azca dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, perdebatan ini memperlihatkan "perebutan makna, tafsir, dan simbol agama di ruang publik".

"Itulah yang terjadi, tidak hanya di Indonesia, tidak hanya Islam, ini gejala global. Makna dan simbol agama selalu dikontestasikan oleh berbagai pihak, ada yang menggunakan agama sebagai simbol inpirasi untuk gerakan-gerakan damai, transformasi sosial ekonomi politik, dan bisa juga sebaliknya, agama apapun bisa dijadikan simbol, jadi identitas, jadi basis mobilisasi gerakan sekelompok orang untuk tujuan-tujuan sebaliknya, bisa destruktif, bisa macam-macam," kata Najib.

Perebutan makna agama ini terjadi karena, menurut Najib, agama tak pernah hadir di ruang vakum dan terisolir, tapi pada praktiknya, "agama selalu ada di ruang sosial, ekonomi, politik di mana ada pertarungan dan percaturan antar-pihak yang menggunakan argumen dalih dan dalil identitas keagamaan".

Pelajar SMA di Padang, Sukabumi, dan Solo dianggap paling rentan terpapar radikalisme
Dua keluarga pelaku serangan bom Jawa Timur: 'Sulitnya' penanganan orang-orang yang kembali dari Suriah
Najib mengakui bahwa memang, pelaku terorisme tidak eksklusif dan tidak melekat pada agama tertentu, namun, dia menambahkan, bahwa agama memiliki dimensi yang ambigu.

"Di satu sisi dia mengajarkan damai, rahman rahim, pengampunan, cinta kasih, tapi agama punya sisi dimensi yang memuat unsur-unsur yang bisa ditafsirkan sebagai katakanlah perintah untuk menegakkan kebenaran, perintah untuk menegakkan keadilan, perintah untuk menegakkan sesuatu yang dianggap baik secara moral dengan cara-cara yang keras. Ini adalah tafsir," kata Najib.

Menurut Najib, karena karakter ambivalensi dari kitab suci itu, maka ada umat-umat yang menafsirkan ayat-ayat suci dengan perintah menegakkan kebenaran sebagai justifikasi atas perilaku teror.

Agama untuk kepentingan tertentu

"Saya kira itu yang terjadi di Jawa Timur, dan itu tidak eksklusif Islam, karena ada penganut agama Shinto di Jepang, atau Hindu di India, atau Buddha di Myanmar, mereka menggunakan dalil dan dalih agama untuk melakukan kekerasan pada pihak lain yang menurut mereka justified (bisa dibenarkan), legitimate (punya dasar kuat)," ujar Najib.

Bom Surabaya: Bisakah teror di Indonesia dicegah dengan UU dan program deradikalisasi?
Bagaimana para perempuan menjadi pelaku teror dan membawa anak?
Sebelumnya, Profesor Abdul A'la, salah seorang ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang pernah menjabat sebagai rektor UIN Sunan Ampel, Surabaya, mengatakan bahwa serangan atas tiga gereja di Surabaya merupakan aksi terorisme yang semata-mata untuk mengganggu ketenangan masyarakat.

"Terorisme itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan ajaran (agama) mana pun, ajaran (agama) apa pun. Kalau mengatasnamakan agama, maka itu sebenarnya agama hanya digunakan untuk kepentingan-kepentingan tertentu."

Konferensi Wali Gereja Indonesia juga memilih untuk tidak membuat pernyataan sendiri terkait serangan bom di tiga gereja di Surabaya agar jelas bahwa peristiwa di Surabaya tidak menyangkut komunitas agama tertentu.

"Yang diserang bukan hanya lembaga gereja, lembaga agama, tapi juga lembaga negara, khususnya kantor kepolisian. Sehingga jelas ini bukan masalah agama, tetapi masalah yang menyangkut Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Monsinyur Ignatius Suharyo dari Keuskupan Agung Jakarta dalam jumpa pers.

Ignatius juga menyerukan kepada masyarakat, khususnya para tokoh dan pemimpin, supaya tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk kepentingan apapun.

Di Facebook BBC Indonesia, perdebatan soal kaitan agama dan terorisme pun juga terjadi.

Salah satu pembaca, Dian Tri Hardianto berkomentar, "Terorisme memang bukan islam, kalau muslim ada yg menjadi teroris itu benar. Islam dan muslim itu tidak selalu sama. Dalam islam tidak ada ajaran terorisme, tapi seorang muslim bisa saja menjadi teroris. Maka yg perlu dilakukan adalah menghukum teroris dan menyadarkan umat agar tidak melakukan kejahatan terorisme."

Pembaca lain, Yuki, berkomentar, "Bagi pelaku ya tentu saja ini berkaitan dengan agama yang dianutnya karena sesuai pemahaman mereka ya begitu, mereka menelan bulat-bulat tanpa filter dan berguru pada tempat yg salah."

Pembaca lain, Yohanes AR mengatakan, "Tidak usah cuci tangan gitu lah, mending introspeksi diri dan memperbaiki dari dalam."

http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-44121276
Halaman 1 dari 4
Quote:

mejeng dulu sambil nyanyi peterpan

pake dulu topeng mu

back to reff emoticon-siul:
Diubah oleh bakar7sekolah
Agama lu jelas2 disisipi paham2 terorisme dan kebencian.
Kalau masih denial terserah lah. Tinggal survey keliling cari jumatan random, berapa persen yang isinya buat ibadah mendekatkan diri ke Tuhan dan berapa persen yang isinya ujaran kebencian.
Diubah oleh vangoz
Tagar Denial lagi deh emoticon-Cape d... (S)
astajim yg boneng nih bray Teroris Bukan Islam emoticon-Kagets
sekali munak tetap munak
denial adalah contohnya
gak mau ngaku kalo agama nya emang ada terselip ajaran kek gitu
ane prnah baca kitab agama sebelah dari A sampai Z, tak satupun terselip ajakan horror ke penganut sebelah kek gitu

murtad is the best
Diubah oleh devil..soldier
Quote:


Gw jg mau nanyi.

Mengapa wajahmu begitu besar, banyak yang memanggilmu wajar besar..
Post ini telah di hapus oleh Kaskus Support 06
ya pasti bakal terulang kalau ga ada perbaikan kedalam. Melihat sejarah agama agama sebelumnya....
saatnya ustad2 youtube berani mengatakan Terorisme adalah Islam Khawarij Sesat Munafik Laknat, berani Tad ?
Kalo begitu TERORIS yan tertangkap coba dikasih makan BABI PANGGANG, kalo gak nolak berarti mereka bukan Muslim. emoticon-Leh Uga
Susah amat bilang "Islam" emoticon-Traveller
Quote:


ane quote ini aja
Kasih makan babi & rica2 anjing, semua tahanan teroris, toh mereka semua bukan islam
Tagar #TerorismeBukanIslam dan perdebatannya: Benarkah terorisme tak terkait agama?
Quote:


walaupun katanya yg diajarin kedamaian tapi memang ada juga kan disebutin buat berperang, memerangi kaum lain, dll. tinggal orangnya aja gimana emoticon-Hammer (S)
Klo menurut saya sih, sebernya sederhana, oknum2 perekrut teroris menyerang kelemahan islam, yaitu keimanan (notabene keimanan adalah keyakinan tanpa rasionalisme, menurut saya sih,btw saya juga muslim) untuk merekrut anggotanya, sekarang tinggal islam membuktkan bisa tidak menutupi celahnya supaya tidak didomplengin ama yang mengatasnamakan islam untuk melakukan perbuatan yang keji. Tapi susah juga sih karena.......
Menu makan hari ini buat Napiter adalah saksang babi

Siaaappl

Auto murtad emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
"Saya kira itu yang terjadi di Jawa Timur, dan itu tidak eksklusif Islam, karena ada penganut agama Shinto di Jepang, atau Hindu di India, atau Buddha di Myanmar, mereka menggunakan dalil dan dalih agama untuk melakukan kekerasan pada pihak lain yang menurut mereka justified (bisa dibenarkan), legitimate (punya dasar kuat)," ujar Najib.

yg sepakat sama pendapat ini, bisa kasih contoh dan link berita terorisme sinto, hindu dan buddha yang terjadi dalam sebulan seminggu terakhir ini?
atau sebulan terakhir deh
atau setahun terakhir juga boleh

yang pake dalih dan dalil agama loh ya
yg bener #terorissektesesat emoticon-Big Grin

kalo bukan Islam juga gak mungkin karena landasan buat terrornya jelas2 ngambil ayat2 dari Alquran
terroris juga melaksanakan rukun Islam yg artinya mereka adalah muslim
tapi tindakannya yg jadi terroris itulah yg membuatnya menyeleweng dari Islam
apakah masih Islam iya tapi bukan Islam yg bener tapi Islam yg salah ato sesat
mereka sudah mempunyai pandangan yg berbeda dgn muslim pada umumnya & mempunyai pandangan sendiri secara kelompok
nah pandangan yg berbeda secara kelompok ini menjadikan mereka masuk dalam sekte tersendiri

hal ini sudah terjadi jauh2 hari seblom isu teroris muncul
sekte2 Islam mulai khawarij, mujasimah, mutazilah, jabariyah, murjiah, dst2
semuanya menyempal dgn melakukan penafsiran salah satu dogma dalam Islam dan menjadi berbeda dgn pemahaman muslim pada umumnya
ada yg fokus pada takdir ada yg fokus pada jasad Allah ada yg fokus pada dosa manusia, dst yg melahirkan aliran2 / sekte2 sendiri
yg teroris lebih mirip sama doktrinnya khawarij ato bisa disebut juga neo khawarij karena kesamaan pemikiran takfiri serta merasa paling bener dalam berIslam bedanya yg sekarang suka meledukkan diri sendiri / bunuh diri

yg menyebut teroris Islam bener karena mereka juga muslim tapi yg menyebut mereka bukan Islam juga bener karena Islam secara umum / diakui mayoritas bukanlah seperti itu doktrinnya
jadi yg paling pas mereka itu Islam cabang sesat emoticon-Big Grin
Halaman 1 dari 4


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di