alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / Green Lifestyle /
[COC GL] KERUSAKAN HUTAN AKIBAT DARI KEJAHATAN PEMBALAKAN LIAR
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afca793dac13ee50a8b4568/coc-gl-kerusakan-hutan-akibat-dari-kejahatan-pembalakan-liar

[COC GL] KERUSAKAN HUTAN AKIBAT DARI KEJAHATAN PEMBALAKAN LIAR

[COC GL] KERUSAKAN HUTAN AKIBAT DARI KEJAHATAN PEMBALAKAN LIAR

Kerusakan hutan yang terjadi didunia, khususnya di Indonesia, dipastikan 70 persen sampai dengan 80 persen akibat perbuatan manusia. Permasalahan ini bagi indonesia merupakan sesuatu yang sangat sulit, kerusakan hutan di Indonesia merupakan sesuatu yang sangat sulit, kerusakan hutan di Indonesia disebabkan karena ulah manusia, baik sebagai masyarakat maupun pengusaha, namun pada sisi lain negara maju mendesak kepada negara berkembang, terutama negara yang memiliki hutan tropis menghentikan pemanfaatan hutan untuk keprluan pembangunannya.

Menilik dengan seksama mengenai manfaat sumber daya hutan selama kurang 25 tahun terakhir, dimana eksploitasi sumber daya alam dan tekanan pembangunan mempunyai pengaruh terhadap hutan. secara keseluruhan, Bappenas telah menyoroti faktor-faktor yang menekan hutan yaitu pertumbuhan penduduk dan penyebaran yang tidak merata, konversi hutan untuk pertambangan dan pengembangan perkebunan, pengabaian atau ketidaktahuan mengenai kepemilikan lahan secara tradisional (adat) dan peranan hak adat dalam memanfaatkan sumber daya alam, program tansmigrasi, perencanaan industri dan pertanian pada hutan lahan basah, degrafasi hutan bakau karena konversi menjadi tambak, pemungutan spesies hutan secara berlebihan dan introdusir spesies eksotik.

Penebangan hutan adalah sesuatu istilah yang digunakan dalam konteks semua gangguan manusia yang dengan serius mengubah suatu hutan. penebangan hutan menghabiskan hutan, untuk menyediakan arus barang dan jasa. Semua penebangan hutan tidak selalu salah. Beberapa bagian hutan dapat dikonversi menjadi sebuah kota dan areal pertanian yang tidak sebanding dengan jasa hutan yang hilang. Beberapa hutan utama dapat diubah menjadi hutan sekunder atau agroforestry. Masyarakat akan memperoleh manfaat yang lebih jelas bermanfaat bagi dari perubahan ini, pada akhirnya akan gagal seperti penurunan debit air, perubahan iklim, dan bodiversitas (keanekaragaman hayati). Penebangan hutan yang berlebihan mengurangi kesejahteraan wilayah misalnya hilangnya manfaat sosial dan ekonomi. 

Penebangan hutan terus meningkat sebab ada perangsang kuat untuk memanfaatkan hutan. Penebangan hutan akhir-akhir ini kini diperkirakan pada hampir 20 juta hektar tiap-tiap tahun, suatu wilayah yang hampir setara dengan luas negara Inggris atau Uganda. Banyak negara berkembang menghadapi kekurangan fuel-wood akut, makanan hewan, kayu, dan produk hutan lain. Polusi udara mengancam di banyak negara-negara industri, banyak wilayah dingin dan tropis kekurangan hutan sama sekali . Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Matthew Hansen, penyebab utama penebangan hutan yang terjadi di dunia menjadi tak terkendalikan adalah perluasan areal pertanian, padang pengembalaan, kayu bakar, penjualan kayu, dan pengembangan industri dan infrastruktur . Penyebab utama kerusakan hutan dunia berdasarkan penelitian Matthew Hansen adalah sebagai berikut: 

a. Perluasan Areal Pertanian Penghidupan petani di negara berkembang menyebabkan lebih dari 60 persen hutan tropis hilang setiap tahun. Perluasan areal oleh petani penggarap di Amerika Latin telah menyebakan 35 persen kerusakan hutan. Penebangan hutan tropis misalnya digunakan untuk peternakan lembu. Hutan Amazon, sekitar 70 persen area hutan yang alami dikonversi. Di banyak negara bagian Amerika, yang diakses pada hari Minggu, 13 Juli 2014, Pukul 09.12 WIB. pelanggaran perluasan areal pertanian menjadi yang penyebab utama konversi hutan. Pemburu dan peladang berpindah menjadi penyebab utama penurunan kualitas hutan dan menghalangi regenerasi hutan.

 b. Padang Pengembalaan Padang pengembalaan menjadi penyebab penebangan hutan yang utama di Afrika Utara, Timur Tengah, Asia Selatan Asia, dan Afrika. Data Statistik menunjukkan suatu hubungan antara peningkatan penggembalaan ternak dan kerusakan hutan. Masyarakat di negara tersebut tergantung pada ternak sebagai sumber pendapatan dan makanan utama mereka. Usaha peternakan dengan memagari padang rumput sering bertentangan dengan kehidupan hewan liar yaitu pencegahan migrasi musim dingin binatang. Hal ini memaksa hewan liar kemudian dipelihara dalam padang pengembalaan. Hal ini menyebakan daerah hutan dijadikan areal pengembalaan untuk memaksimalkan pendapatan jangka pendek. Padang pengembalaan mempercepat penurunan kualitas padang rumput dan mengurangi kapasitas dari hutan untuk pulih, ketika padang rumput tiruan menjadi tandus. 

c. Kayu Bakar Hampir 3 milyar orang di seluruh dunia tergantung pada kayu, terutama dari hutan alami dan pohon di luar hutan sebagai sumber energi rumah tangga. Di negara berkembang, rumah tangga terutama dari keluarga miskin, sering membelanjakan 20 persen sampai dengan 30 persen pendapatan keluarga untuk membeli kayu bakar. Kayu bakar berperan dalam kerusakan hutan terutama di daerah pertanian. Permasalahan pengambilan kayu bakar terutama sekali mempengaruhi di Afrika Timur dan Himalayan meliputi dataran tinggi Andean, Amerika Tengah dan Karibia di mana populasi penduduk memaksa penggunaan kayu bakar tidak efisien. Kecenderungan ini memaksa kerusakan sumber daya hutan . 

d. Penebangan Kayu Ilegal Setiap tahun, 4 - 5 juta hektar hutan dibuka untuk tujuan komersial produktif. Di Afrika terdapat 20 persen hutan tropis produktif pada tahun 1985, sedangkan di Asia dan Amerika Latin sekitar 19 persen dan 9 persen. Hutan tropis Amerika Latin menjadi paling sedikit yang dipengaruhi oleh pembukaan hutan komersil, tetapi batang kayu produksi tumbuh dengan cepat di Asia dan Afrika Hutan dihabiskan kayunya untuk tujuan komersil. Kerusakan hutan secara langsung disebabkan oleh tingkat kepandaian memilih pohon kayu yang tepat untuk ditebang. Efek tidak langsung membuka area hutan ke penghidupan masyarakat sekitar hutan.

 e. Infrastruktur dan Pengembangan Industri Pembangunann jalan, proyek listrik tenaga air dan pertambangan mineral, sering berdampak pada lingkungan. Proyek infrastruktur sering dilakukan tanpa penilaian dampak lingkungan terhadap konversi hutan. Industrialisasi juga dapat berperan menyebabkan penebangan hutan selain itu udara industri telah merusakkan area hutan. 

Deforestasi dan degradasi hutan di seluruh dunia disebabkan oleh beberapa hal misalnya perubahan iklim, konversi hutan menjadi nonhutan, namun yang paling parah adalah praktik pembalakan liar atau illegal logging. Pembalakan liar menjadi faktor utama penghilangan hutan di dunia, karena praktiknya tidak terkontrol dan tidak direncanakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga memakan porsi sangat besar.Diprediksikan, sekitar 30 persen kayu di hutan ditebang secara ilegal di dunia dengan nilai 30 miliar dolar AS hingga 100 miliar dolar AS per tahun.

World Bank sejak awal tahun 1980-an sudah memberi peringatan bahwa hutan dunia yang hanya tinggal di tiga negara yaitu Indonesia, Brazil dan Zaire supaya dijaga ketat kelestariannya. Perundangan di Indonesia menetapkan tujuan jelas. untuk sektor kehutanan output ekonomi, distribusi manfaat yang adil untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, perlindungan daerah aliran sungai dan konservasi. Tujuan-tujuan konsisten dengan kebijakan Bank Dunia mengenai pengelolaan hutan, yang dibangun di atas tiga tujuan yang saling berhubungan: menguatkan potensi hutan untuk mengentaskan kemiskinan, mengintegrasikan hutan dalam pembangunan ekonomi berkesinambungan, dan melindungi nilai hutan global. Namun, Indonesia belum berhasil mencapai tujuan-tujuan ini, terutama dalam area kesinambungan dan kesetaraan. Tujuan Bank Dunia adalah membantu Pemerintah Indonesia dalam mencapai tujuan dan komitmen pengelolaan hutan serta mempromosikan dialog kebijakan yang lebih luas di antara pemangku kepentingan sektor hutan . 

Di sektor kehutanan, strategi bantuan Bank Dunia dalam tiga tahun terakhir mengarah pada peningkatan pengelolaan dan tata pemerintahan untuk mendukung pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan, konservasi, pembangunan dan dialog kehutanan yang berkesinambungan. Bank Dunia dapat membantu Indonesia dalam dua cara utama: pertama, mendukung peningkatan kebijakan dan praktik manajemen untuk membantu Indonesia mencapai tujuan dan komitmennya sendiri dan kedua, mempromosikan dialog yang lebih luas di antara para pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa tujuan pengelolaan hutan jelas, realistis dan diterima secara luas7 . 

World Bank pada Juni 2004 lalu menyatakan bahwa setiap detik pohon-pohon hutan Indonesia ditebangi secara liar, permenitnya mencapai 6 kali luas lapangan bola dan kerugian per tahun mencapai 31 (tiga puluh satu) triliun rupiah. World Bank mencatat, sebelum era reformasi kerusakan hutan tidak mencapai jutaan hektar per tahun, sedangkan di era reformasi justru rata-rata kerusakan hutan mencapai 3,8 juta hektar per tahun. Tahun 2004, kerusakan hutan Indonesia sudah hampir 45 juta hektar dari luas hutan yang hanya tinggal 120,35 juta hektar, dengan demikian lebih dari sepertiga hutan tropis Indonesia telah hancur. 

Salah satu penyebab degradasi sumber daya hutan Indonesia adalah adanya praktik pembalakan liar. Pembalakan liar mencakup pelanggaran hukum yang berakibat pada eksploitasi sumber daya hutan yang berlebihan dan mengarah kepada penggundulan dan perusakan hutan. Pelanggaran-pelanggaran ini bisa terjadi pada setiap tahapan produksi kayu, seperti pada penebangan kayu, pengangkutan bahan mentah, pengolahan dan perdagangan, bahkan melibatkan cara-cara yang tidak sah untuk mendapatkan akses ke dalam hutan, melanggar aturan kepabeanan, melanggar administratif keuangan seperti menghindari pembayaran pajak dan pencucian uang. Pelanggaran dapat juga terjadi karena kebanyakan wilayah-wilayah administratif dari lahan hutan negara dan kebanyakan dari unit-unit produksi resmi yang beroperasi di dalamnya tidak dipisah dari keterlibatan dengan masyarakat lokal yang sesungguhnya sangat diperlukan . 

Pembalakan liar (illegal logging) dilakukan oleh perusahaan-perusahaan atau pribadi-pribadi yang membutuhkan. Pohon-pohon ditebang dengan seenaknya untuk keperluan pribadi dan tanpa ijin, membuka hutan dan menguras habis isinya, dan tanpa menanam kembali hutan untuk kelestarian selanjutnya.
Urutan Terlama
bisa gtu ya gan kerusakan hingga tidak melihat dampak yang di timbulkan


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di