alexa-tracking

Kenali Masalah Gizi yang Ancam Remaja Indonesia

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afc506396bde670348b4575/kenali-masalah-gizi-yang-ancam-remaja-indonesia
Kenali Masalah Gizi yang Ancam Remaja Indonesia
Kenali Masalah Gizi yang Ancam Remaja Indonesia

JPP, JAKARTA - Menteri Kesehatan RI mengungkapkan beberapa masalah kesehatan yang dialami dan mengancam masa depan remaja Indonesia. Salah satu masalah yang dihadapi remaja Indonesia adalah masalah gizi mikronutrien.

Paparan tersebut disampaikan Plt Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI Pattiselano Robert Johan, di dalam sebuah seminar kesehatan dan gizi remaja di Jakarta yang dihadiri pula oleh Duta Besar Kanada dan Duta Besar Australia serta Yayasan Mitra Pangan, Gizi, dan Kesehatan Indonesia (MPGKI), pada Selasa (15/5/2018) pagi. Seminar tersebut mengangkat tema “Edukasi dan Kampanye Kesehatan dan Gizi Remaja Menuju Generasi Tinggi, Cerdas dan Berprestasi”.

Sekitar 12% remaja laki-laki dan 23% remaja perempuan, menurut Pattiselano, mengalami anemia, yang sebagian besar diakibatkan kekurangan zat besi (anemia defisiensi besi).

Anemia di kalangan remaja perempuan lebih tinggi dibanding remaja laki-laki. Anemia pada remaja berdampak buruk terhadap penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran remaja dan produktifitas.

Selain itu, secara khusus anemia yang dialami remaja putri akan berdampak lebih serius, mengingat mereka adalah para calon ibu yang akan hamil dan melahirkan seorang bayi, sehingga memperbesar risiko kematian ibu melahirkan, bayi lahir prematur dan berat bayi lahir rendah (BBLR).

Anemia dapat dihindari dengan konsumsi makanan tinggi zat besi, asam folat, vitamin A, vitamin C dan zink, dan pemberian tablet tambah darah (TTD). Pemerintah memiliki program rutin terkait pendistribusian TTD bagi wanita usia subur (WUS), termasuk remaja dan ibu hamil.



Sadar Tinggi Badan

Remaja Indonesia banyak yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki tinggi badan yang pendek atau disebut stunting. Rata-rata tinggi anak Indonesia lebih pendek dibandingkan dengan standar WHO, yaitu lebih pendek 12,5cm pada laki-laki dan lebih pendek 9,8cm pada perempuan.

Stunting ini dapat menimbulkan dampak jangka pendek, di antaranya penurunan fungsi kognitif, penurunan fungsi kekebalan tubuh, dan gangguan sistem metabolisme tubuh yang pada akhirnya dapat menimbulkan risiko penyakit degeneratif, seperti diabetes mellitus, jantung koroner, hipertensi, dan obesitas.

Oleh karena itu, pencegahan dan penanganan stunting menjadi salah satu prioritas nasional guna mewujudkan cita-cita bersama yaitu menciptakan manusia Indonesia yang tinggi, sehat, cerdas, dan berkualitas.



Kurang Energi Kronis

Remaja yang kurus atau kurang energi kronis bisa disebabkan karena kurang asupan zat gizi, baik karena alasan ekonomi maupun alasan psikososial seperti misalnya penampilan.

Kondisi remaja KEK meningkatkan risiko berbagai penyakit infeksi dan gangguan hormonal yang berdampak buruk di kesehatan.

KEK sebenarnya dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Menjadi Obesitas

Pola makan remaja yang tergambar dari data Global School Health Survey tahun 2015, antara lain, Tidak selalu sarapan (65,2%), sebagian besar remaja kurang mengonsumsi serat sayur buah (93,6%) dan sering mengkonsumsi makanan berpenyedap (75,7%).

Selain itu, remaja juga cenderung menerapkan pola sedentary life, sehingga kurang melakukan aktivitas fisik (42,5%). Hal-hal ini meningkatkan risiko seseorang menjadi gemuk, overweight, bahkan obesitas.

Obesitas meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus, kanker, osteoporosis dan lain-lain yang berimplikasi pada penurunan produktifitas dan usia harapan hidup.

Pada prinsipnya, sebenarnya obesitas remaja dapat dicegah dengan mengatur pola dan porsi makan dan minum, perbanyak konsumsi buah dan sayur, banyak melakukan aktivitas fisik, hindari stres dan cukup tidur.

Dalam paparannya, Menkes menegaskan bahwa seluruh masyarakat perlu memahami pentingnya gizi untuk kesehatan dalam setiap siklus kehidupan, karena gizi adalah investasi bangsa. (kes) 


Sumber : https://jpp.go.id/humaniora/kesehata...maja-indonesia

---

Kumpulan Berita Terkait HUMANIORA :

- Kenali Masalah Gizi yang Ancam Remaja Indonesia Per Tahun, Kebutuhan Darah Indonesia Mencapai 5,1 Juta Kantong

- Kenali Masalah Gizi yang Ancam Remaja Indonesia Lagi, Kemenkes Kirimkan Tenaga Kesehatan ke Asmat

- Kenali Masalah Gizi yang Ancam Remaja Indonesia Menkes Meminta Pemda Fokus Menangani TB, Imunisasi dan Stunting

×