alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Jejak Bupati Bengkulu Selatan, dari pembunuhan, narkoba, hingga KPK
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afc0f35d44f9f551b8b4576/jejak-bupati-bengkulu-selatan-dari-pembunuhan-narkoba-hingga-kpk

Jejak Bupati Bengkulu Selatan, dari pembunuhan, narkoba, hingga KPK

Jejak Bupati Bengkulu Selatan, dari pembunuhan, narkoba, hingga KPK
Petugas kepolisian menggiring Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud (kedua kiri) yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat tiba di Polda Bengkulu, Bengkulu, Selasa (15/5).
Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan di rumah Bupati Bengkulu Selatan pada Selasa (15/5/2018) malam. Sang bupati, Dirwan Mahmud, terjaring operasi tangkap tangan dugaan suap sejumlah proyek di Bengkulu Selatan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjaring empat orang dalam operasi penangkapan di Bengkulu Selatan dan membawanya ke gedung KPK Jakarta pada Rabu (16/5/2018). Istri Bupati, Heni Dirwan turut digelandang pula ke KPK.

Selain Bupati Dirwan dan istri, KPK pun menjaring pegawai negeri dan orang dari swasta. "Sejauh ini informasinya dibawa empat orang," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui Antaranews.

Dirwan Mahmud merupakan Bupati Bengkulu Selatan periode 2016-2021 dan Ketua DPW Partai Perindo Bengkulu. Dirwan memenangkan pilkada serentak yang digelar pada 9 Desember 2015 bersama wakilnya Gusnan Mulyadi. Kemenangan ini merupakan kemenangan tertunda dari perjuangannya merebut kursi bupati.

Sebelumnya, Dirwan Mahmud pernah muncul dalam Pemilihan Bupati Bengkulu Selatan 2008 berpasangan dengan Hartawan. Dirwan-Hartawan diusung PDI Perjuangan, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB).

Dirwan-Hartawan menang, tetapi kemenangannya digugurkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada 7 Januari 2009. Kemenangan Dirwan digugat pesaingnya di Pilkada Bengkulu Selatan, Reskan Effendi-Rohidin Mersyah. Selain hasil pemilihan, Reskan-Rohidin menggugat status terpidana Dirwan.

Dikutip amar putusan MK, Dirwan pernah menjalani hukuman penjara sekitar 7 tahun di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Cipinang Jakarta Timur dari tahun 1985 sampai 1992. Dirwan dijebloskan ke penjara karena kasus pembunuhan.

Pada Pilkada 2010, syarat calon kepala daerah masih mengacu pada Undang-Undang nomor 12 tahun 2008 tentang pemerintahan daerah.

Undang-Undang itu menyatakan syarat calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di antaranya tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.

MK akhirnya menyatakan Pilkada Bengkulu Selatan 2009-2014 batal demi hukum. MK memerintahkan KPU Bengkulu Selatan menggelar pemilihan umum ulang tanpa menyertakan Dirwan-Hartawan.

Pada pemilihan ulang yang berlangsung 2010 itu, Reskan-Rohidin akhirnya terpilih sebagai Bupati-Wakil Bupati periode 2010-2015.

Pada 2011, Dirwan sempat terjerat kasus kepemilikan ekstasi. Dirwan didakwa menyimpan dan membawa narkoba ketika hendak menyeberang pelabuhan Bakauheni.

Pada 13 Desember 2011, Mahkamah Agung memutuskan Dirwan bersalah dan dihukum 4 tahun, 3 bulan penjara. Dirwan menjalani masa tahanan di LP Klas IIA Kalianda dan bebas pada 6 Agustus 2015.

Dirwan bebas menjelang Pilkada Bengkulu Selatan yang digelar pada Desember 2015. Pilkada memberikan angin segar bagi Dirwan karena pasal larangan terpidana dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun telah dibatalkan MK pada 9 Juli 2015.

Dengan keputusan MK itu, keluarlah Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Aturan itu menyatakan syarat kepala daerah dan wakilnya antara lain tidak pernah sebagai terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap atau bagi mantan terpidana telah secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik bahwa yang bersangkutan mantan terpidana.

Dengan bekal putusan MK itu, Dirwan maju dalam Pilkada Bengkulu Selatan, meski menyandang status mantan terpidana dua kali. Dirwan berpasangan dengan Gusnan Mulyani yang diusung Golkar, PPP dan PKS. Mereka bertemu dengan seteru lamanya, Reskan yang berpasangan dengan Rini Susanti.

Dirwan-Gusnan meraih kemenangan. Tak mudah bagi Dirwan meraih kursi Bupati karena petahana Reskan-Rini kembali menggugat ke MK. Kubu Reskan-Rini beralasan, Dirwan maju pada Pilkada dengan status terpidana kasus narkoba.

Argumen kubu Reskan terpatahkan dalam sidang MK. Dirwan telah bebas pada 20 Agustus 2015, sedangkan penetapan calon di Pilkada Bengkulu Selatan berlangsung 24 Agustus 2015. Dirwan pun telah mengumumkan dan menyertakan keterangan status mantan terpidana dalam dua kasus.

MK menolak gugatan Reskan-Rini sehingga Dirwan-Gusnan resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Selatan pada 17 Februari 2016 oleh Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti.

Baru tiga bulan duduk jadi Bupati, kasus kembali menerpa Dirwan. Di ruang kerjanya, ditemukan sabu dan ekstasi di ruang kerjanya. Hampir setengah tahun kemudian, BNN menguak, temuan sabu dan ekstasi di ruang kerja Dirwan adalah rekayasa oleh pesaingnya, Reskan Effendi.

Polisi menetapkan Reskan sebagai tersangka bersama mantan Kabid Berantas BNNP Bengkulu Herly Yudianto, wartawan Ahmad Murad, anggota Polri BKO BNNP Bengkulu Sarkawi, PNS BNNP Bengkulu Darmawan Fanani dan Khairul Dani serta mantan Sekda Bengkulu Selatan dan Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, Rudi Zahrial.

Pengadilan Negeri Bengkulu menghukum Reskan dan Ahmad Murad masing-masing 4,5 tahun penjara pada 9 Agustus 2017 karena terbukti bersalah melakukan pemufakatan jahat narkoba. Hakim juga menghukum Sarkawi, Khairul Dani, Darmawan 4 tahun penjara.

Lawan politik sekaligus persoalan hukum narkoba telah lepas dari Dirwan. Kini, Dirwan menghadapi soal hukum lain di KPK.
Jejak Bupati Bengkulu Selatan, dari pembunuhan, narkoba, hingga KPK


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...oba-hingga-kpk

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Jejak Bupati Bengkulu Selatan, dari pembunuhan, narkoba, hingga KPK Ekspor lemah dan konsumsi naik bikin neraca dagang defisit

- Jejak Bupati Bengkulu Selatan, dari pembunuhan, narkoba, hingga KPK Seragam waktu puasa Ramadan

- Jejak Bupati Bengkulu Selatan, dari pembunuhan, narkoba, hingga KPK Debat cagub: bukan ganti gubernur, tapi ganti presiden

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di