alexa-tracking

Status-status Istri Dita Sebelum meledakkan Diri Bersama Dua Putrinya

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afbfa49582b2e7e388b4569/status-status-istri-dita-sebelum-meledakkan-diri-bersama-dua-putrinya
Status-status Istri Dita Sebelum meledakkan Diri Bersama Dua Putrinya
Status-status Istri Dita Sebelum meledakkan Diri Bersama Dua Putrinya

SURABAYA -- Peristiwa ledakan bom di 3 gereja Surabaya menjadi peristiwa begitu memilukan bagi semua orang.
Siapa sosok pelaku bom bunuh diri itu akhirnya terungkap? satu keluarga yang terdiri dari 4 orang anak-anak dan dua diantara masih begitu belia.

Banyak yang tak menyangka, ketika orangtuanya sampai hati mengajak anaknya menjadi pelaku bom bunuh diri.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan, pelaku ketiga serangan itu masih satu keluarga, keluarga Dita Supriyanto, yang merupakan warga Rungkut, Surabaya.

"Alhamdulilah, dari identifikasi sudah diketahui. Pelaku satu keluarga yang melakukan serangan ke tiga gereja," sebut Tito saat mendampingi Presiden RI Joko Wiedodo di RS Bhayangkara Polda Jatim, Minggu(13/5/2018) petang.
Tito menuturkan, Dita menyerang Gereja Pantekosta di Jalan Arjuna dengan mengendarai mobil bermuatan peledak yang ditabrakkan ke gereja.

"Ledakan di gereja Jalan Arjuno ini yang paling besar," jelas Tito.

Selanjutnya, istrinya Puji Kuswati dan dua anaknya meledakkan bom di GKI di Jalan Diponegoro.
Dia datang ke gereja dengan berjalan kaki bersama dua anak perempuannya, Fadilah Sari (12) dan Pemela Riskika (9).
Puji bersama dua anak perempuannya masuk ke gereja dengan membawa bom bunuh diri yang diikatkan di pinggang.

"Ciri sangat khas, korban rusak perutnya saja. Ibu meninggal, tapi juga ada korban masyarakat," terang Tito.
Sedangkan di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, bom bunuh diri dilakukan oleh dua anak laki-laki Dita.
Mereka adalah Yusuf Fadil (18) dan Firman Halim (16). Keduanya membawa bom dengan cara dipangku.

Mereka masuk ke gereja naik motor dan memaksa masuk, kemudian bom meledak dan keduanya tewas.
"Soal jenis bom apa, belum jelas. Tapi korban pecah dan ledakan besar," terang Tito.
Namun bagaimana caranya mengajak anaknya mau bunuh diri?

Keseharian Keluarga Dita

Tinggal di Perumahan Wisma Indah, Jalan Wonorejo Asri XI, Blok K, Nomor 22, keluarga tersebut dikabarkan jarang bersosialisasi dua tahun terakhir.

Padahal, tiga tahun yang lalu Dita pernah menjadi ketua sub RT 2/RW 3, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut. Ketua Sub RT adalah jabatan di bawah kepala RT dimana Sub RT hanya membawahi satu blok saja.

Jabatan Dita pun diganti oleh Adi, warga yang rumahnya hanya berjarak tujuh bangunan dari rumah Dita.

Adi tinggal di lingkungan tersebut sejak 2010. Sebelum itu, Dita dan keluarganya sudah terlebih dulu tinggal di lokasi tersebut.
"Orangnya tertutup. Identitas dia tidak pernah ditunjukan. Bahkan kepada RT," kata Adi saat ditemui di rumahnya, Minggu (13/5/2018).

Informasi soal Dita hanya diketahui dari cerita para tetangga. Adi, misalnya, tahu bahwa orang tua dari salah satu pasangan istri itu berasal dari Banyuwangi. Tapi ia tak tahu detail tentang latar belakang lain dari mereka.
Di luar itu, Adi mengenal Dita sebagai orang yang baik.

Tak tampak ada perilaku radikal darinya, juga keluarganya. Meski tak pernah bersosialisasi dengan warga sekitar dua tahun terakhir, ia menunjukkan gelagat yang baik setiap kali keluar rumah.

"Jarang ketemu. Kalau ada kumpul-kumpul RT, dia tak pernah datang," ungkapnya.
Perilaku serupa juga ditunjukkan istri dan anak-anaknya. Menurut Adi, sejak dulu, istri dan anak-anaknya tidak pernah berkumpul dengan warga sekitar.

"Rumah itu tidak ada tenggangganya yang pernah masuk. Dia kalau ke rumah saya, saya persilakan. Tapi dia tidak pernah (mengajak orang ke rumahnya)," tutur dia.

Pernah suatu ketika Adi punya perlu dengan Dita. Ia pun mendatangi rumahnya, tapi rumah selalu dalam keadaan terkunci.
Ketika banyak yang penasaran bagaimana cara Dita mengajak anak dan istrinya menjadi pelaku?

Dilansir Sripoku.com dari laman Facebook sang istri, ternyata Dita terlebih dahulu memberikan doktrin kepada istrinya.
Hal itu terlihat dari beberapa postingan istrinya soal kehidupan setelah mati. Benar saja, ketika istri sudah terpengaruh Dita dengan mudah mempengaruhi anaknya.

Ia terakhir mengunggah di akun Facebook-nya pada 2014 lalu. Ditilik dari rekam jejak di beranda Facebook-nya, Puji juga pernah menulis beberapa status soal kehidupannya.

Terlebih, ia sering menuliskan status soal nasihat berbau islami, dan membahas soal kehidupan setelah kematian.

Berikut beberapa diantaranya :

"Kesulitan di dunia tidak ada apa apanya dibandingkan kesulitan di negeri akherat. Yang memudahkan kita adalah kedekatan kita dengan ALLAH."

"Selalu mengingat ALLAH dan hari esok harus lebih baik. itulah moto bujang kecilku. Smg ALLAH menguatkanmu nak..."
"Banyak orang baik tapi kebaikanya hanya untuk dirinya sendiri bukan untuk ALLAH"

"Tidak diciptakan dua hati dalam satu wadah. Dan telah ditetapkan bahwa konsumsi hati adalah nilai nilai kebenaran dari ALLAH, jadi jika hati(qolbu) diberikan konsumsi selain nilai nilai kebenaran dr ALLAH maka ia akan bocor, tergoncang dan akhirnya rusak. Raih cinta dari ALLAH dg memberi konsumsi qolbu yg benar."

Nyaris tak ada gelagat yang menunjukkan keluarga Dita berpaham radikal Sang istri, yang dalam pengeboman menggunakan cadar, berpenampilan normal saja sehari-hari.

Pernah dua tahun lalu rumah Dita dipakai untuk latihan silat orang-orang dari luar. Adi mengetahuinya dari laporan satpam.
Ia pun tak pernah mengganggap hal itu sebagai hal yang mencurigakan. Sebagai warga kampung itu, Dita bekerja tak tetap.
Dia pernah bekerja sebagai pembuat jamu. Kemudian, ia menjadi pembuat minyak kemiri. "Dulu pernah limbahnya dibuang di got. Tetangga-tetangga marah," tambahnya.

Empat anak Dita pun masih bersekolah. Satu masih di jenjang SMA, satu jenjang SMP, dan dua jenjang SD.

Pelaku Bom Rusun Wonocolo

Kapolda Jatim Irjen pol Mahfud Arifin menyatakan bahwa yang meninggal dunia di lokasi ledakan Rusun Wonocolo, Taman, Sidoarjo bukanlah korban. Tapi pelaku.

"Mereka itu pelaku, bukan korban. Mereka akan melakukan aksi seperti di Surabaya," jawab Kapolda di lokasi ledakan, Senin (14/5/2018) dinihari.

Disebutnya, lokasi sudah berhasil diamankan oleh petugas. Termasuk tiga pelaku yang dalam keadaan tidak bernyawa di blok B lantai lima juga sudah selesai diperiksa.

"Pelakunya juga tinggal dievakuasi menuju rumah sakit. Termasuk beberapa barang buktinya," lanjut Kapolda.
Mereka disebut akan melakukan aksi pemboman tapi keburu meledak di tempat tinggalnya di blok B lantai lima Rusun Wonocolo.

Apakah ada kaitannya dengan aksi pemboman di Surabaya? Kapolda menyebut masih dalam penyelidikan. Tapi kemungkinan itu cukup kuat.

Seorang Penjual Kue
Pengurus Rusunawa Wonocolo, Sepanjang, Sidoarjo Lidya Susanti mengaku mengenal terduga pelaku peledak bom di rusunawa tersebut.

Penghuni yang tinggal di Lantai 5 blok B3 Rusunawa Wonocolo itu dikenal dengan nama Anton, warga asal Tandes, Surabaya.
"Kalo suaminya namanya Anton. Tapi kalau nama istrinya saya gak tahu. Mereka punya anak empat dan sudah tinggal di sini sejak 2015," ujar Lidya saat ditemui di lekasi.

Lidya mengungkapkan, Anton sehari-harinya dikenal sebagai tukang kue kelilingi. Sementara, istrinya biasa membuat kue di rumahnya untuk didagangkan suaminya.

Adapun kesehariannya, lanjut Lidya, keluarga tersebut dikenal baik. "Kalau sama saya suka menyapa. Tapi kalau info dari tetangga itu tertutup. Gakterlalu akrab paling suka ngobrol kalau bayar tagihan saja," kata Lidya.

Salut ama si ortu, bsia membesarkan anak & menggovlokkan anak sampe mau2nya diajak mati bareng.

Anak gue mah diajakin mati bareng mungkin bakal gue doang kali yg disuruh mati sendiri emoticon-Leh Uga
image-url-apps
Kaya alay alay yg bikin status di sosmed.... biasanya yg bikin status gitu pemikirannya kekanak kanakan
KASKUS Ads
image-url-apps
Parah, jadi anak yg kritis krn ortu itu ga selalu benar dan suci.
image-url-apps
jd lonte di neraka emoticon-Najis

Suami nya jd gigolo iblisemoticon-Betty
Tolong itu Kitab nya di REVISI lagi, kok bs sampe ada DaliL buat membenarkan Hal itu..
image-url-apps
ternyata yg tajir mertuanya, klo gak dikasi rumah sm mobil ternyata kere mencore emoticon-Hammer2
Hebat ya brainwashingnya... harusnya pemerintah mendidik2 kiyoshi2 baru baru
Jadi sebelum melakukan kejahatan bisa terdeteksi dini emoticon-Wkwkwk
image-url-apps
Quote:


Buat apa direvisi lagi? Wong agamanya mengajarkan bagi Orang-orang yang BERAKAL. bahkan berakal saja gak cukup, HARUS MENUNTUT ILMU karena hukumnya WAJIB. Itu pun masih ditambah HARUS ilmu YANG BAIK & BERMANFAAT.


Yg mestinya direvisi ntu isi otak para penganutnya. emoticon-Big Grin
image-url-apps
Sakiiiiiiiittt jiwaa. Sakiiiiitt Jiwaaaa. Teroris itu cuma orang-orang sakit jiwa delusional yang nekat.
dari statusnya saja sudah keliatan otaknya di pantat
image-url-apps
Quote:


Mobil 3 biji bray, yg ke 4 buat ngebom...
image-url-apps
Quote:


jangan denial lah, mereka itu sangat taat, tidak mikir duniawi lagiemoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:


Quote:


Keliatan banget kok dari isi kitabnya kalo si mamad itu orang penuh kemarahan dalam hidupnya, penuh emosi yg menggebu2.. Dan penuh dendam pada org yg ga sejalan dengan dirinya..

Terkadang dia bisa sangat lembut, tapi di lain kesempatan dia bisa berubah menjadi seorang yg sangat pemarah dan pendendam..

Kadang2 dia minta org utk bersabar, dia meminta org utk memakai akal pikirannya.. Tapi tiba2 dia bisa berubah jadi org yg ga berpikiran panjang dan ga berakal... Penuh caci maki..

Baca aja setiap detail dalam kitabnya, didalam kitab itu banyak terjadi tumpang tindih hukum dan aturan..

Hari ini A, besok bisa jadi B.. Besoknya lagi jadi C.. Dst.. Dst..

Itu menunjukan kalo agama ini buatan si mamad..

Entah seperti apa dia dulu hidup dan di besarkan, yg jelas gue yakin dia ini sedikit sakit jiwa.. Sedikit psikopat.. Dan sedikit berkepribadian ganda..

Dan itu menular ke para penganutnya..

Kegilaan yg di wariskan.. emoticon-Cape deeehh
image-url-apps
Quote:


di kitabnya tertulis mati syahid dlm keadaan berperang melawan kafir...

org pinter pasti ngerti, itu kejadian perang jaman nabi ribuan tahun yg lalu..

tapi teroris2 goblok jaman now mengartikan semua orang yg kafir harus dibinasakan, wlpn diri sendiri harus jadi korban...

begitulah kalo keracunan agama bray



emoticon-Ngakak
image-url-apps
Bacotnya sok agamis, ujung2nya meleduk nyusahin orang lain emoticon-Bata (S)

Dasar teroris mabok agama emoticon-fuck2

Quote:
image-url-apps
Quote:


Kalo mmg ini semua kejadian lampau yg ga ada faedahnya lagi bagi kehidupan masa kini, untuk apa surat2 penuh kekejaman itu masih di pertahankan? emoticon-Big Grin

Bukankah nabi kalian pernah bersabda, ada 2 pegangan hidup umat sampai akhir jaman...

Kitab dan sunah...

Apa yg di maksud kitab, tentu adalah keseluruhan...

Artinya termasuk surah2 penuh kekejaman itu...

Lalu kenapa umat di larang mengamalkannya? Kalo mmg tidak berlaku lagi kenapa dia bilang itu tuntunan hidup hingga akhir jaman? emoticon-Big Grin
image-url-apps
Iblis
image-url-apps
Update statusnya di medsos buatan kafir..
emoticon-Leh Uga
kasian ditipu daya iblis
iblis melaksanakan tugasnya dengan baik
×