alexa-tracking

what should i do?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afbb344de2cf256208b456b/what-should-i-do
what should i do?
Hari selasa, Rudi menghadiri sekolah setelah seminggu menjadi korban kelakuan kakak kelas, yap itu adalah MOS, masa orientasi sekolah.
bagi sebagian orang, MOS adalah salah satu masa yang indah bukan? tapi ada juga yang memandang seminggu itu adalah hari-hari yang buruk.

 Setelah kita sedikit membahas apa itu MOS, sekarang kita beralih ke kisah setelahnya. Pemilihan jurusan, tidak semua sekolah menerapkan sistem seperti ini,  setelah masa orientasi langsung masuk ke jurusan yang dipilih berdasar nilai akhir sewaktu smp tapi sekolah yang di tempati Rudi kali ini, menerapkan sistem ini. Memilih jurusan berdasarkan pilihan siswa.
Contohnya
1.      IPA
2.      IPS
3.      BAHASA
4.      AGAMA

berdasarkan contoh diatas, siswa tersebut memprioritaskan kelas IPA. Rudi juga melakukan hal yang 'hampir' sama. jika siswa tersebut memikirkan yang sebaliknya, ia memilih jurusan dengan sistem point terbanyak adalah prioritas.

Pilihan Rudi
1.      AGAMA
2.      BAHASA
3.      IPS
4.      IPA

walhasil, Rudi masuk ke kelas agama, didalam hatinya "Gawat, rencana masa depan bisa berantakan". Di  papan tertulis namanya dan kelasnya. Sebagian siswa yang lainnya bersorak kegirangan, mereka berhasil masuk ke kelas impian mereka atau keinginan orang tuanya. kebanyakan orang tua beranggapan bahwa jika masuk ke kelas IPA, maka nanti masuk ke jenjang selanjutnya atau pekerjaannya akan menjadi mudah.

pemikiran tersebut memang tidak salah tapi tidak sepenuhnya benar, coba gini, kamu adalah jenius dalam bidang atletik tapi orang tuamu memaksamu masuk ke kelas IPA. nah, disanalah kesalahannya, dimana potensimu tertutup oleh keinginan orang lain.
Tapi tidak seluruh impianmu akan terkubur oleh keinginan orang lain. Rencana Tuhan Yang Maha Esa tidak bisa kita baca, terkadang kita akan dibuat kehilangan tapi sebenarnya kehilangan itula yang membuat kita berhasil.

Walau masuk ke kelas yang bukan rencananya, Rudi masih bisa ‘berjalan’, walau jalannya akan menjadi terjal. Seseorang pernah berkata “hidup itu selalu diluar rencana kita”, kita adalah manusia yang tidak bisa mengubah takdir semau kita, hanya tuhan yang bisa.
Langkah awal untuk mengubah seluruh dunia, Rudi memasuki kelas Agama. Kosong. Kelas agama kosong! Tidak ada orang sama sekalipun, lantas Rudi keluar dan mengecek apakah benar kelas yang ia masuki. Di sana terpampang jelas bahwa kelas yang ia masuki benar benar kelas agama, jadi kemana yang lainnya?

Rudi menaruh tas, sebenarnya tasnya hanya berisi sebuah buku catatan, ia tidak tahu hari ini akan dilaksanakan KBM atau tidak, bisa jadi jam
khusus.

Dulu sewaktu smp, Rudi jarang mendapat teman sebangku jika duduk dibelakang tapi karena ia ingin mengubahnya, maka Rudi duduk di meja paling depan dan tidur, sebuah awal bagi orang yang paling malas di kelasnya.
10 menit tiduran di bangku, menunggu bel  masuk kelas tapi tidak ada tanda-tanda siswa yang hadir, hanya beberapa siswa yang hilir mudik melewati pintu.
“kemana sih semuanya? Udah mau bel juga”
Ting....ting....ting....
Tiga kali bel berbunyi, tanda bahwa seluruh siswa harus masuk kelasnya masing masing. Kelas agama masih kosong, hanya keberadaan Rudi yang tersisa.

Seorang anak kecil, eh?  Seorang anak yang memiliki tinggi di bawah rerata. Menghampiri Rudi yang bosan menunggu.
“Rud! Kamu ngg baca WAku?”
“WA?” Rudi membuka hpnya dan membaca notif yang ada, rupanya paket jaringannya belum dinyalakan.
“pantes, kok dari tadi sepi banget nih hp”.

Mereka berdua segera keluar kelas, menuju laboraterium agama. Anak kecil yang menghampiri Rudi adalah teman Rudi saat masa-masa penindasan, Adira sapanya. Adira juga kebetulan masuk ke kelas agama walau dengan perasaan setengah setengah alias ngg ikhlas.

Adira memutar pegangan pintu dan mengucapkan salam, begitu juga dengan Rudi. Walau mereka terlambat tapi keterlambatan mereka karena ketidaktahuan Rudi jadi mereka tidak kena hukuman.
“Sepertinya seluruh anggota kelas sudah masuk, ibu buka kelas ini dengan bacaan basmalah bersama”
“BISMILLAHHIRROHMANIRROHIM”

Awal masuk yang kurang mengenakan bukan tapi dari sinilah seluruh cerita Rudi akan terjadi, Rudi akan menjadi seseorang yang akan membantu seluruh orang yang ada disini kelak walau di tengah perjalanan akan menemukan jalan yang terjal.
 
kantuk yang menyerang Rudy sudah mengalahkannya, saat ini dia menaruh kepalanya ke meja. Jam kosong, seisi kelas melakukan berbagai hal untuk mengusir kebosanan, para cewek sedang cuap-cuap gembira dengan yang lainnya tapi beberapa dari mereka ada yang mengerjakan tugas atau memainkan smartphonenya, sedang anak cowok ya ada yang tidur, ada juga yang 'mabar'.

suasana kelas memang gaduh, walau ada guru maupun tidak, tapi jika dipikir-pikir terkadang kelas bisa seperti kuburan saat ada guru killer.

"bising seperti biasa" gumam Rudy
"jika tidak kayak gini mungkin pada diem, kagak serulah!" sahut Adira
"benar juga tapi aku tidak bisa tidur"

walau kelas sudah berjalan sekitar 2 mingguan tapi Rudy belum terbiasa dengan kelas baru. Tatap muka pertama dengan wali kelas saja, Rudy memperkenalkan dirinya dengan cara biasa tidak ada yang istimewa, dia tidak ingin menonjol dari siswa lain, ingin menjalani kehidupan SMA dengan 'biasa' dan 'damai'.

Rudy mengambil smartphone dari saku kiri celana dan ada sebuah notif dari Whats*pp, ada sebuah pesan dari nomor tidak dikenal. penasaran dengan isi pesan tersebut, ia membukanya.

"Dir, kamu kenal ngg sama orang ini?" Rudy menunjukkan layar hpnya ke Adira
"Oh ini, kalo tidak salah kelas 2, dia kenapa emang?"
"dia nanya pendapatku aja"
"Baguslah kalo gitu"
"Iyasih bagus, tapi ini sedikit berbobot"
"Dia nanya apa emang?"
"Dia bilang padaku kalo dia di perlakukan kayak pembantu sama tantenya"
"kayak sinetron dong?"
"mirip tapi kurasa beda, terus jangan bilang siapapun, ok?"
"iya deh, tapi seru sih kalo perlu bantuan bilang aja, mungkin aku bisa membantu" dan Adira meninggalkan Rudy yang sedang serius memikirkan jawabannya.

Bagaimana cara menjawab pertanyaan yang seperti itu, jawabannya itu tidak harus benar tapi bisa diterima oleh semua pihak dan jawabannya itu bisa menjadi sebuah kebenaran. Jadi cukup memikirkan jawaban yang bisa terima sajakan? mungkin jika menjawab jawaban yang umum mungkin dia akan marah. Terus jawaban yang tepat apa?
image-url-apps
weh, ceritanya slice of life nih?
×