alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
20 Tahun Reformasi, Demokrasi Jalan di Tempat
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afbb142902cfebd138b456a/20-tahun-reformasi-demokrasi-jalan-di-tempat

20 Tahun Reformasi, Demokrasi Jalan di Tempat

20 Tahun Reformasi, Demokrasi Jalan di Tempat







Koran Sulindo – Dua dekade sejak bergulirnya reformasi, kualitas demokrasi Indonesia stagnan tanpa perkembangan.


Menurut peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof. Syamsuddin Haris menilai Tata kelola pemerintahan tak kunjung lebih baik, korupsi konflik sektarian merajalela.

“Demokrasi yang bisa dikatakan stabil, namun dilemanya pada saat yang sama kualitasnya stagnan,” kata Syamsudin seperti dikutip antaranews.com Jakarta,  Selasa (15/5).

Demokrasi stagnan karena cenderung terperangkap ke dalam demokrasi elektoral yang hanya mementingkan prosedural.

Beberapa faktor yang disinyalir menjadi mandeknya sistem demokrasi setelah tumbangnya orde baru di antaranya adalah warisan kolonial dan rezim yang otoriter.

Beberapa hal lainnya yakni eksploitasi ekonomi dari segelintir kekuatan kapitalis, pola dan setting transisi demokrasi tidak menjanjikan termasuk kegagalan konsolidasi kekuatan politik sipil.

Reformasi institusi cenderung inkonsisten dan tidak koheren serta tambal sulam dan ambigu.
Syamsudin juga menambahkan meski seelah 1998 rakyat seolah lebih berdaulat, namun mereka cenderung bertindak sebagai sebagai massa dibanding warga negara. Ini memicu kedaulatan rakyat lebih tampak di jalanan ketimbang di dalam sidang DPR dan DPRD.

“Seperti pada era Soeharto, rakyat masih diperlakukan sebagai ‘massa mengambang’ yang didekati dan diimingi harapan menjelang pemilu dan pilkada, yang masa depannya dicampakkan para elite setelah pesta demokrasi,” katanya.

Sejatinya ada peluang dan tantangan untuk mewujudkan sebuah demokrasi substansial yang inklusif, dan terkonsolidasi ke depan.

Pertama, secara historis komitmen keindonesiaan yang berpondasikan keberagaman begitu kuat, dan mengalahkan perbedaan berbasis identitas SARA.

“Jangan lupa bangsa ini pernah memiliki pemimpin yang rela hidup miskin dan menderita demi bangsanya,” kata Syamsudin.

Dengan kata lain, para pemimpin bangsa di masa lalu pernah menjadikan partai, parlemen dan jabatan pemerintahan sebagai wadah mengabdi bagi bangsa, bukan sekadar tempat mengambil keuntungan pribadi seperti sekarang.

Kedua, secara komperatif indeks demokrasi Indonesia cukup baik tidak hanya di Asia Tenggara namun juga di tingkat global.

“Tingkat ketahanan demokrasi Indonesia cukup baik, tingkat kepercayaan terhadap sistem pemerintahan demokrasi juga relatif menjanjikan,” kata dia.

Ketiga, secara global, pada tahun 2016 tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah dalam negeri adalah tertinggi di dunia.

Modal kepercayaan publik, mesti dikelola secara cerdas sehingga kepercayaan masyarakat bisa mendorong percepatan pembangunan di semua bidang dan pada akhirnya berkontribusi bagi peningkatan kualitas keadilan dan kesejahteraan.

Keempat, Indonesia memiliki elemen masyarakat sipil yang relatif otonom terhadap negara sehingga berkontribusi dalam mendorong, memperjuangkan dan mengawal demokrasi. [CHA/TGU]






















BACA SUMBER : https://koransulindo.com/20-tahun-re...lan-di-tempat/

Urutan Terlama
Ganti dengan Khilafah
Yg ada klo kritis malah di anggap hatespech emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Lah emang,, gwa rasa juga bgtu.. Ditambah lagi setelah 2014 harusnya kan semua pihak bersatu membangun bangsa namun apa yang terjadi?
Persaingan politik sepanjang tahun, ke 2 kubu.

Mikir atuh adek emoticon-Traveller
kalo mayit ikut dipolitisasi itu termasuk maju apa mundur gan..? emoticon-Bingung (S)
lanjutkan karya
Ibarat sekumpulan monster yg selama ini dikekang begitu terlepas saling menerkam, gak peduli siapa yg diterkam, only the strong will survive.
Ada sesuatu yg salah dr pelaksanaan orde reformasi saat ini, ada sesuatu yg melenceng dalam cita2 mulia reformasi. Ada euforia yg salah dalam menyikapi reformasi ini.
Ya makanya itu, sudah saatnya umat islam di indonesia jadi tuan di negeri sendiri.
200jt umat harus bangkit mengakhiri rejim yg ini
#2019raihkemenangan
setelah 2014, oposisi di isi org bodoh plus bonus nasbangke yang hanya mencela tanpa punya ide sama sekali.
Era reformasi saat ini sedang mengalami tantangan terberat karena mayoritas umat tertentu di masuki unsur tidak di kenal sebelum nya, hingga mengalami suatu perubahan yang menyeret seluruh rakyat Indonesia dalam suatu situasi yang sangat menantang dan urgen untuk di indentifikasi sehingga penangan yang berkelanjutan dapat di lakukan oleh seluruh rakyat Indonesia untuk tumbuh dan berkembang menjadi satu kesatuan bangsa yang bersatu dan kuat.
Diubah oleh daimond25
Memang harusnya negeri sebesar ini dengan mayoritas diisi oleh manusia yang goblog dan gampang dipanasin wajibnya dipimpin secara otoriter sampe kualitas pendidikan dan tingkat penalaran masyarakat baik selain itu sentimen agama juga sangat memengaruhi kehidupan di negeri ini.

Rata-rata negara yang hampir mirip kurang lebih situasinya seperti Indonesia, macem Russia dan China aja nerapin pemerintahan yang otoriter, sebab mereka tau, negara mereka dengan luas yang besar dan manusia yang banyak sangat rentan disusupi kepentingan dari pihak luar yang ingin memecah belah bangsa mereka.

Kalo cuma berkiblat demokrasi sama Amerika ya kejauhan, karena dari segi tingkat pendidikan, budaya, dan kehidupan mereka sangat mendukung untuk menjadi demokratis emoticon-Nohope
Sighs, mau gimana? Demokrasi itu dari rakyat. Tapi banyak rakyatnya masih kurang pendidikannya. Pendidikan masih harus ditingkatkan kalau mau Demokrasi maju jadi rakyat tahu apa yang baik untuk bangsanya. Kalau nggak, kita bakal begini terus nih....


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di