alexa-tracking

Ekspor lemah dan konsumsi naik bikin neraca dagang defisit

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afb9d4d642eb60e1b8b458c/ekspor-lemah-dan-konsumsi-naik-bikin-neraca-dagang-defisit
Ekspor lemah dan konsumsi naik bikin neraca dagang defisit
Ekspor lemah dan konsumsi naik bikin neraca dagang defisit
Presiden Joko Widodo bersama pejabat terkait melepas ekspor dengan kapal kontainer berukuran raksasa di Terminal JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/5/2018). Neraca ekspor impor April 2018 di luar dugaan malah defisit.
Momentum lebaran dan puasa membuat nilai impor Indonesia melonjak. Sebab lainnya, situasi perdagangan internasional yang belum menentu membuat ekspor Indonesia lemah.

Sehingga, di luar dugaan, neraca perdagangan April 2018 defisit lumayan besar, US $1,63 miliar.

Neraca perdagangan adalah perbandingan antara ekspor dan impor pada periode tertentu. Neraca ini disebut surplus jika ekspor lebih besar dari pada impor. Jika impor lebih besar, maka neraca disebut defisit.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada April 2018 ekspor tercatat US$ 14,47 miliar, sedangkan impor mencapai US$ 16,09 miliar.

"Neraca perdagangan di luar ekspektasi defisit US$1,63 miliar," kata Kepala BPS Suhariyanto di Gedung BPS, Selasa (15/5/2018) seperti dikutip dari detikFinance.

Jika dilihat dari mitra dagang, defisit perdagangan terbesar ada dengan Tiongkok yang mencapai US $5,7 miliar. Lalu disusul Thailand US $1,5 miliar, dan Australia US $997 juta.

Suhariyanto menjelaskan defisit tersebut dipicu oleh impor yang meningkat sangat tajam. Defisit di sektor migas sebesar US $1,13 miliar dan nonmigas US $495 juta.

Situasi perdagangan dunia yang masih belum menentu, membuat negara-negara tujuan utama ekspor Indonesia masih menahan diri. "Maka dari itu permintaan untuk bahan bakar, besi baja, serta CPO yang digunakan bahan baku mereka agak menurun," kata Suhariyanto, seperti dinukil dari Kompas.com .

Misalnya, keputusan Tiongkok untuk menahan mengurangi terhadap barang-barang yang diekspor Indonesia membuat ekspor Indonesia terhadap Tiongkok turun tajam, yaitu dari US $2,4 miliar menjadi US $1,8 miliar. "Lumayan signifikan (turunnya ekpor), 22,81 persen," jelasnya.

Sebaliknya, impor malah melonjak. Jika dibandingkan impor Maret 2018 dengan April 2018, impor naik 11,80 persen atau US $1,63 miliar.

Menurut Suhariyanto, melonjaknya impor ini didorong barang konsumsi ini menjelang lebaran hingga 25,86 persen atau senilai dengan US $310 juta.

Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap, melonjaknya impor barang konsumsi selama April 2018 hanya terjadi sementara karena faktor musiman.

"Saya harap ini sifatnya seasonal. Dalam artian, ini hanya (karena) mendekati puasa, Lebaran dan mungkin berbagai event-event internasional yang mungkin menyebabkan meningkatnya konsumsi barang impor," ujar Sri Mulyani, Selasa (15/5/2018) seperti dipetik dari CNN Indonesia.

Ekonom Institute for Develompent of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai, tak ada jalan pintas mendongkrak kualitas neraca perdagangan agar positif.

Menurutnya, pemerintah bisa mendorong hilirisasi industri agar ekspor bisa semakin bernilai tambah. "Jangan cuma ekspor tapi komoditas mentah.," ujarnya kepada akurat.co.

Menurutnya, solusi jangka pendek yang bisa dilakukan pemerintah adalah berunding dengan negara tujuan ekspor yang mengeluarkan kebijakan proteksionisme atau menerapkan tarif bea cukai bagi komoditas ekspor Indonesia.

Sebenarnya, neraca perdagangan RI bulan Maret lalu sudah membaik. Januari dan Februari neraca perdagangan defisit. Hanya neraca perdagangan Maret yang positif. Sayangnya, pada April ini kembali defisit karena impor yang tumbuh tinggi. Jika diakumulasikan sejak Januari, maka neraca perdagangan masih defisit US $1,31 miliar.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution justru melihat dari sisi lain atas impor yang tinggi.

Menurutnya, ekonomi masyarakat justru sedang menggeliat. Naiknya, pertumbuhan proyek infrastruktur dan proyek investasi swasta noninfrastruktur mendorong pertumbuhan impor karena kebutuhan akan barang modal dan bahan baku..

Sebab, jika ditarik hingga Januari 2018, nilai impor terbesar berasal dari bahan baku/penolong berjumlah US $44,7 miliar atau 74,58 persen dari total nilai impor Indonesia.

Untuk impor barang modal, mencapai US $9,1 miliar setara 16,34 persen. Sedangkan untuk barang konsumsi, nilainya US $5,45 miliar atau 9,08 persen dari keseluruhan total nilai impor.
Ekspor lemah dan konsumsi naik bikin neraca dagang defisit


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...dagang-defisit

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Ekspor lemah dan konsumsi naik bikin neraca dagang defisit Seragam waktu puasa Ramadan

- Ekspor lemah dan konsumsi naik bikin neraca dagang defisit Debat cagub: bukan ganti gubernur, tapi ganti presiden

- Ekspor lemah dan konsumsi naik bikin neraca dagang defisit Antiterorisme: Kalau macet di RUU akan terbit perppu

IMPOR MEROKET emoticon-Marah emoticon-Marah emoticon-Marah emoticon-Marah emoticon-Marah emoticon-Marah emoticon-Marah emoticon-Marah

cukup 1 periode emoticon-Salaman emoticon-Salaman emoticon-Salaman emoticon-Salaman emoticon-Salaman emoticon-Salaman emoticon-Salaman emoticon-Salaman emoticon-Salaman
×