alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Medcom.id /
Perlu Pendekatan Ekonomi dalam Deradikalisasi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afb63a412e257124e8b4578/perlu-pendekatan-ekonomi-dalam-deradikalisasi

Perlu Pendekatan Ekonomi dalam Deradikalisasi

Perlu Pendekatan Ekonomi dalam Deradikalisasi

Jakarta: Program deradikalisasi di Indonesia dianggap berhasil, meski belum bisa dibilang sempurna. Perlu pendekatan ekonomi dalam program tersebut.


'Pendekatan ekonomi penting, para mantan napiter (narapidana terorisme) bisa luluh. Hal itu bisa menyadarkan seseorang,' kata Mantan Kombatan Jamaah Islamiyah (JI) Ali Fauzi pada Medcom.id, Selasa, 15 Mei 2018.


Menurutnya, mantan napiter perlu uluran tangan dari segi ekonomi. Sebab tak dipungkiri, dukungan finansial akan lepas ketika mereka keluar dari jaringan teroris. Maka mereka akan luluh ketika ada yang memperhatikan mereka, dan menjamin kehidupan keluarganya.


'Misalnya mencarikan kerja, membuka jalan. Jangan menuding bahwa mereka berdosa,' kata Ali.


Baca: Teror Bom Buah Gagalnya Program Deradikalisasi


Lebih lanjut, adik Amrozi ini menyebut, seharusnya semua pihak bersatu pada menanggulangi 'penyakit' ini. Sebab, akar terorisme tidak tunggal dan saling berkaitan. Sehingga, penanganan tak boleh hanya diserahkan pada penegak hukum atau unsur pertahanan.


'Ibarat penyakit, terorisme di Indonesia sudah masuk level komplikasi. Butuh dokter spesialis dan kampanye perdamaian bagi orang-orang yang kena penyakit ini,' katanya.


Beda Persepsi Soal Aksi Teror


Selain pendekatan ekonomi, Ali Fauzi juga mengkritisi tanggapan miring tentang teror bom bunuh diri. Banyak pihak memandang hal tersebut sebagai rekayasa. Menurutnya, hal ini salah kaprah.


'Perspektif tentang terorisme saja seperti itu. Kalau mau serius, harus ada perspektif yang sama soal terorisme. Bahwa ada yang ingin menghancurkan Indonesia,' katanya.


Baca: Di tengah Teror Bom, Kepala BNPT jadi Pembicara di Wina


Kata dia, perspektif menyimpang itu tak mendukung deradikalisasi. Sebab dukungan masyarakat masih rendah terkait hal ini. Buktinya, persepsi tentang aksi teroris masih menjadi polemik.


'Banyak dari mereka bilang ini pengalihan isu. Kok itu saja yang diperdebatkan,' kata Ali.


Tak hanya kaum akar rumput, ia menyebut perbedaan pandangan juga muncul dari akademisi. Ali menyebut pernah diundang dalam forum di UGM, UI atau di Brawijaya. Dalam diskusi, ada saja pihak yang mengarahkan spekulasi soal terorisme.


'Pengalaman saya, bahwa Profesor, Doktor sekalipun, itu banyak yang materinya merujuk pada pandangan bahwa ini semua permainan,' keluh Ali.



Sumber : http://news.metrotvnews.com/peristiw...deradikalisasi

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Perlu Pendekatan Ekonomi dalam Deradikalisasi Densus 88 Tangkap 13 Anggota JAD Surabaya, 2 Ditembak Mati

- Perlu Pendekatan Ekonomi dalam Deradikalisasi Bom Surabaya Bentuk Respons Kerusuhan Mako Brimob

- Perlu Pendekatan Ekonomi dalam Deradikalisasi 2 Terduga Teroris Tewas di Tanjungbalai

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di