alexa-tracking

Program Padat Karya Tunai Dana Desa Mampu Serap 5,7 Tenaga Kerja

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afae30ad675d49e258b4568/program-padat-karya-tunai-dana-desa-mampu-serap-57-tenaga-kerja
Program Padat Karya Tunai Dana Desa Mampu Serap 5,7 Tenaga Kerja
Program Padat Karya Tunai Dana Desa Mampu Serap 5,7 Tenaga Kerja
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dialokasikan sekitar 30 persen dari Dana Desa di tahun 2018 digunakan untuk membayar upah pekerja dalam berbagai program proyek pembangunan di desa.
Menurut Menteri Desa, (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, sekitar Rp18 triliun yang dialokasikan untuk para pekerja.
"Jadi jika Dana Desa tahun depan Rp60 triliun, berarti ada sekitar Rp18 triliun yang dialokasikan untuk membayar upah pekerja," terangnya.
Beliau memproyeksikan 5,7 juta tenaga kerja baru tersebut merupakan warga desa yang terlibat berbagai proyek pembangunan di desa masing-masing.
"Jadi ada Rp18 triliun uang yang diterima masyarakat seluruh Indonesia sebagai upah kerja mereka. Ini akan menciptakan daya beli lima kali lipat. Itu berarti hampir ada Rp100 triliun daya beli di desa. Nah ini yang kita butuhkan, ada daya ungkit baru untuk meningkatkan daya beli di desa-desa,” ujarnya.
Menteri Eko membatasi jika upah yang diberikan dalam program padat karya cash hanya sebesar 80 persen dari Upah Minimum Provinsi (UMP), pembatasan ini bertujuan agar masyarakat desa yang telah memiliki pekerjaan tetap tidak berpaling menjadi pekerja berbagai proyek dari program padat karya cash.
"Kenapa 80 persen dari UMP? Nanti kalau lebih dari UMP, orang yang sudah bekerja pindah ke proyek Dana Desa. Kalo demikian, berarti kita tidak menciptakan pekerjaan baru, tapi cuma memindahkan orang bekerja," jelasnya.
Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan tiga komoditi untuk Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), yakni gula, garam dan jagung.
"Jika tiga komoditi tersebut dikembangkan, maka akan mampu menyerap sebanyak 18 juta tenaga kerja. Potensi pengembangan ekonomi dari Dana Desa sangat besar. Tinggal bagaimana kita konsisten mengembangkan berbagai skema ekonomi untuk memanfaatkannya," kata Eko.
Dan ternyata program dana desa berpengaruh sangat besar terhadap pembangunan di desa. Dari dana pembangunan desa itu saja untuk pertama kalinya Indonesia mampu membangun 121.709 kilometer jalan, 1.960 kilometer jembatan, 32.711 unit fasilitas air bersih, 6.041 unit Pondok bersalin desa (Polindes), dan 41.739 unit saluran irigasi.
Selanjutnya sudah terbangun 590.371 unit drainase, 5.116 unit tambatan perahu, 21.811 unit Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), 2.047 unit embung, 82.356 unit MCK, 5.220 unit pasar desa, 21.357 unit bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 13.973 unit Posyandu, 45.865 unit sumur, 291.393 unit penahan tanah, dan 2.366 unit sarana olahraga.

Sumber Berita : https://asn.id/berita/9623/program-p...7-tenaga-kerja
amankan pertamax emoticon-Matabelo
Dulu ikut program KKN di sebuah dusun berbukit di pelosok Gunung Kidul yang bahkan jalan pun hanya jalan tanah dan jalan dari batu yang dipadatkan, bukan aspal. Bisa dibayangkan seperti apa ketika hujan turun. Listrik pun sangat2 terbatas. Di atas jam 6 sore, situasi gelap gulita dan berdoa saja jangan sampai Anda tersesat di lokasi itu karena percuma Anda mengetuk pintu rumah. Tidak akan ada yang berani membukakan meski nyata2 Anda adalah manusia. Isi dusun hanya warga berusia di atas 40 tahun, lansia termasuk perempuan dan anak2. Tidak ada orang muda usia produktif. Semua pergi mencari kerja di kota, kebanyakan jadi buruh pabrik. Program semacam ini, jika berhasil, maka akan membendung laju urbanisasi yang hanya memberatkan infrastruktur kota dan memberi lapangan kerja bagi orang muda di pelosok2, membangun daerahnya masing2. Tanpa keterlibatan orang muda, daerah2 pelosok itu tidak akan pernah berkembang.
Kepala desa sekarang mobilnya pd ganti, innova, fortuner ada jg yg pajero, hebat,,,,,