alexa-tracking

Ratusan akun penebar kebencian dan hoax ditutup

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afad59dd675d4963e8b456e/ratusan-akun-penebar-kebencian-dan-hoax-ditutup
Ratusan akun penebar kebencian dan hoax ditutup
Ratusan akun penebar kebencian dan hoax ditutup
Ilustasi aplikasi media sosial. Pemerintah menutup ratusan akun media sosial dan pesan instan karena menebarkan kebencian dan hoax
Pemerintah menutup akun media sosial dan pesan instan setelah teror bom di Surabaya dan Sidoarjo. Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Facebook, YouTube, Twitter, dan Telegram memberangus akun-akun penebar kebencian dan hoax.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memaparkan, ada sekitar 280 akun yang sudah dibekukan di Telegram, 300 akun di Facebook, 250 lebih di YouTube, dan sekitar 70 akun di Twitter.

Namun belum semua dari akun maupun konten yang bermasalah di layanan tersebut ditindak. "Ada yang identifikasi semuanya ada ribuan akun sudah terkonfirmasi, ada yang sudah di-take down dan ada yang belum," ujar Rudiantara di gedung Kemenkominfo, Selasa (15/5/2018) seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Terkait konten yang belum diproses, Rudiantara menyatakan Polri dan Badan Nasional Pemberantas Terorisme (BNPT) masih memantau dan melacak pemilik akun. "Polri ingin tahu jaringan mana. Itu alasan kenapa belum di blokir," ujarnya seperti dinukil dari suara.com.

Setelah kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Depok dan serangan bom di Surabaya dan Sidoarjo, banyak akun media sosial yang menyebarkan hoax.

Menurut catatan Tribunnews, setidaknya ada 5 hoax yang disebar. Misalnya, hoax Grand City Mall Surabaya dibom, lalu bom di Rusun Jemundo Sidoarjo, penangkapan pria dengan ransel berisi bom rakitan di Semarang, pemboman Satpas Colombo Polrestabes Surabaya, hingga Bom di Graha Kencana Singosari, Malang.

Bahkan di Kalimantan Barat, pemilik akun Facebook menilai bom di Surabaya sebagai rekayasa. Bahkan ada hoax yang menyatakan ada serangan bom di Jakarta. Misalnya bom di 15 mal di Jakarta hingga bom yang disebut berada di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Polisi menangkap penyebar hoax dan menyematkan status tersangka pada pembuat hoax. Dia dikenakan pasal berlapis, misalnya Undang-undang ITE dan Undang-undang Pemberantasan Terorisme dengan ancaman hingga seumur hidup.

Dari banyaknya hoax ini, pemerintah menghimbau terutama para PNS, agar tak menyebarkan hoax, menebarkan kebencian, hingga menyanjung radikalisme.

Dari banyaknya hoax ini, muncul pula gerakan masyarakat untuk mengawasi dan melaporkan hoax. Misalnya, Kabarkan.org.

Platform ini hendak menampung laporan masyarakat terkait adanya perlakuan diskriminasi dan ujaran kebencian yang diketahui publik. Baik di ruang pendidikan, tempat kerja, lembaga pemerintahan, dan ruang publik lainnya.

Laporan-laporan yang masuk akan disalurkan kepada lembaga-lembaga yang berwenang. Pemerintah juga membuka laporan lewat aplikasi Lapor.id.

Rudiantara menjelaskan, pemerintah telah bertemu dengan 4 perusahaan internet tersebut terkait dengan penanganan konten terorisme dan radikalisme.

Ia memastikan usai pertemuan itu, akun dan konten bermasalah di layanan itu akan lebih sering dan cepat. "Tadinya kan kadang-kadang bisa sehari, dibawa dulu ke Amerika, lama, kalau sekarang sudah hitungan jam," imbuhnya.
Ratusan akun penebar kebencian dan hoax ditutup


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...n-hoax-ditutup

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Ratusan akun penebar kebencian dan hoax ditutup 28 tahun menghilang, seorang TKI akhirnya pulang

- Ratusan akun penebar kebencian dan hoax ditutup Gogon, si pelopor reuni Srimulat itu tutup usia

- Ratusan akun penebar kebencian dan hoax ditutup Pertumbuhan kredit topang kinerja BRI awal tahun

bagaimanakah nasib xaruduy dan gip???emoticon-Sorry
×