alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
28 tahun menghilang, seorang TKI akhirnya pulang
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afac8f5d675d41c508b4578/28-tahun-menghilang-seorang-tki-akhirnya-pulang

28 tahun menghilang, seorang TKI akhirnya pulang

28 tahun menghilang, seorang TKI akhirnya pulang
Ilustrasi kepulangan TKI.
Pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terus diupayakan oleh pemerintah. Setelah Parinah, TKI yang sudah 18 tahun bekerja tanpa gaji dan komunikasi berhasil dipulangkan ke Indonesia, pemerintah kembali memulangkan TKI yang tersandung masalah.

Dia adalah Jumanti Binti Bejo Nurhadi alias Qibtiyah Jumanah (72). Perempuan yang akrab disapa Nenek Jumanti ini adalah TKI yang telah hilang selama 28 tahun di Arab Saudi. Jumanti yang pulang menumpang maskapai Emirates dengan nomor penerbangan EK 356 tiba di Tanah Air pada Senin (14/5/2018) pukul 15.40 WIB.
https://t.co/bP2tt32S0O, Jakarta - Jumanti binti Bejo bin Nur Hadi alias Qibtiyah Jumanah, TKI hilang kontak selama 28 tahun asal Jawa Timur, akhirnya pulang ke Indonesia.... https://t.co/gO3zbNriBL
— Celoteh TKI (@FP_CelotehTKI) May 14, 2018
Tanpa ekspresi berlebih, perempuan yang disebut mulai pikun itu tampak duduk di kursi roda didampingi oleh pejabat perwakilan RI di Arab Saudi. Ia tak terlampau menguasai bahasa Indonesia, tapi justru fasih berbahasa Arab dan Jawa dialek Jawa Timur.

Ia sempat bercerita dengan perlahan bahwa ia pergi ke Arab Saudi pada 1990. Saat berangkat, dirinya meninggalkan suami--yang kini telah meninggal--dan tiga anaknya.

Sejak itu dirinya disebut tak pernah mengirim kabar kepada keluarganya di kampung.

"Ya, selama 28 tahun bekerja di Arab, Jumanti tidak pernah berkomunikasi dengan keluarganya. Bahkan, sejauh ini pun saudaranya mengira Jumanti sudah meninggal, namun tidak," ujar Kepala bagian Humas BNP2TKI Servulus Bobo Ruti seperti dikutip Suara.com.

Jumanti bekerja di kota Riyadh untuk Nourah Mohammed al-Daerim. Namun, menurut pengakuannya dan sang majikan, sejak 2008 Jumanti tak lagi bekerja. Sehari-hari ia hanya menemani seorang anggota keluarga majikan seusianya.

"Sejak 2008 dia tak lagi bekerja, tapi hanya menemani saja. Karena sama-sama tua jadi hanya saling ngobrol saja," jelas Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid dalam JPNN.

Ketika pulang, Jumanti yang mengaku tak pernah mendapat perlakuan kasar dari sang majikan pun dibekali uang sebesar SAR76.000 dan tambahan SAR1.500 atau sekitar Rp290 juta yang tak disebut sebagai gaji.

"Uang itu diberikan atas dasar kerahiman, apresiasi kepada Jumanti," ujar Duta Besar Indonesia di Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel.

BNP2TKI juga akan mengantarkan Jumanti hingga ke Dusun Curah Sawah, Desa Paleran, Umbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, daerah tempat sanak saudaranya menantinya. Mereka juga akan membantu memastikan uang pemberian sang majikan tak jatuh ke tangan yang salah.
Setelah 28 Tahun Jadi TKI, Nenek Jumanti akan Bertemu Keluarga https://t.co/VtAgny6HCE
— Tempo Nasional (@temponasional) May 15, 2018 Proses pencarian Jumanti
Penemuan pekerja migran tersebut, menurut Agus, berawal dari kabar seorang TKI di Arab Saudi yang tersebar dalam Facebook Komunitas Kabar Madura pada 9 Maret 2018. Dalam laman itu disebutkan bahwa TKI itu telah bekerja selama sekitar 30 tahun dan tidak pernah berkomunikasi dengan keluarganya di Indonesia.

KBRI Riyadh kemudian menelusuri informasi ini, tapi nama Jumanti tidak ditemukan di data. Hal ini menguatkan dugaan TKI tersebut tak pernah melakukan perpanjang paspor. KBRI pun mencoba menghubungi keluarga Jumanti dan berhasil mendapatkan nama sang majikan, Nourah Mohammed al-Daerim.

Namun, ketika dihubungi, pihak majikan sempat mengaku sudah memulangkan Jumanti meskipun tak ada bukti. KBRI Riyadh mengirimkan nota diplomatik ke Kementerian Luar Negeri Arab Saudi untuk meminta bantuan menelusuri keberadaan Jumanti.

Pada 27 Maret 2018, Agus Maftuh menyampaikan surat khusus kepada Gubernur Riyadh Pangeran Faisal bin Bandar untuk meminta bantuan menemukan Jumanti.

"Tim mendapatkan bantuan dari Pangeran Faisal bin Bandar bin Abdulaziz Al Saud, keponakan Raja Salman yang juga menjabat Gubernur Riyadh," ujar Agus.

Jumanti akhirnya ditemukan pada 18 April 2018, tapi ia tak bisa langsung pulang karena paspornya tak pernah diperpanjang sejak kedatangannya di Arab Saudi dahulu. Pihak KBRI pun harus mengurus izin keluar dari Arab Saudi dan dokumen SPLP atau surat perjalanan laksana paspor.

Sebelum pulang ke Indonesia, Jumanti menyempatkan diri melaksanakan ibadah umrah selama tiga hari dan mengadakan acara pamitan kecil-kecilan dengan sesama TKI di penampungan KBRI Riyadh, Arab Saudi.
28 tahun menghilang, seorang TKI akhirnya pulang


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...khirnya-pulang

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- 28 tahun menghilang, seorang TKI akhirnya pulang Gogon, si pelopor reuni Srimulat itu tutup usia

- 28 tahun menghilang, seorang TKI akhirnya pulang Pertumbuhan kredit topang kinerja BRI awal tahun

- 28 tahun menghilang, seorang TKI akhirnya pulang Pemerintah batasi kenaikan harga BBM nonsubisidi

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di