alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
[#CerpenReligi ] "Kupinang Dirimu Dengan Ar Rahman"
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afabd461854f77f618b4567/cerpenreligi--quotkupinang-dirimu-dengan-ar-rahmanquot

[#CerpenReligi ] "Kupinang Dirimu Dengan Ar Rahman"




[#CerpenReligi ] "Kupinang Dirimu Dengan Ar Rahman"

[#CerpenReligi ] "Kupinang Dirimu Dengan Ar Rahman"


[#CerpenReligi ] "Kupinang Dirimu Dengan Ar Rahman"


[#CerpenReligi ] "Kupinang Dirimu Dengan Ar Rahman"


"Namaku Ramdoni, sebut saja aku Doni saat ini aku hanya ingin kenalan denganmu namamu Vita kan ?" tulisku di sebuah layar smartphone kepada seseorang yang sering mengusik hari-hari diriku di sekolah.

Kutunggu hingga hampir dua jam tak ada balasan, mungkin saja dirinya memang tak suka denganku maklum saja aku memang lelaki yang berperawakan tidak sebaik kawan-kawanku di sekolah, hanya saja tubuhku terlihat athletis karena suka bermain olahraga.

"Kringgg....kringggg....kringgg.." bel sekolah berbunyi menandakan pelajaran telah usai, tak lama berselang para siswa pun berlarian untuk segera pulang.

Aku pun berjalan santai menuju halte seperti biasa, kutatap layar Handphone ku tetap tak ada balasan, remuk redam hatiku melihat cinta yang tak terbalas.

Entahlah bayangan dirinya susah kuusir dari setiap lamunanku, bahkan untuk bermain bersama kawanku pun aku malas gerak alias "mager", aku lebih banyak diam menatap hari-hariku saat ini.

Gadis manis dengan balutan hijab yang menarik itu memang telah menawan hatiku, sayang pribadinya terlalu tertutup apakah dia tak mau di ganggu lelaki, entahlah yang jelas aku seperti terkesima dengan kelembutan tutur bahasanya dan matanya yang memancarkan keteduhan.

Tak terasa sudah berapa bus yang harusnya kunaiki telah kulewati, sambil duduk terdiam di pojok halte bus dengan pikiran yang menerawang "apakah aku bisa mendapatkan cintanya".

Quote:


Aku pun tersenyum sendiri mengingat masa lalu itu ketika ku masih bersekolah, kini aku bersandar di sebuah halte sekolah tempatku dahulu. Entah sudah berapa tahun yang lalu hal itu terjadi aku lupa pastinya karena kejadian itu sudah berlangsung lama, namun hingga kini hafalan Ar Rahman itu tak pernah ku ucapkan kepada sosok gadis yang bernama Vita hingga lulus sekolah, walau berkat Maria memang aku bisa berdekatan dengannya tapi hafalan itu yang sudah susah payah aku menghafalnya tak pernah keluar dari bibirku.

Suara adzan magribpun memanggilku, aku bersegera mencari masjid terdekat "Allahu Akbar....Allahu Akbar" lafadz takbir terdengar memanggil jiwa-jiwa yang hendak berserah diri padaNya. Seperti diriku saat ini yang merasa tersentuh dengan panggilan dari sang muadzin yang mendayu-dayu.

Kuambil air wudhu dengan berserah diri padaNya, teringat sebentar lagi ramadhan akan tiba. Bulan yang penuh berkah akan kembali menyapa, setidaknya inilah yang membuatku berubah dengan menghafal Ar Rahman ada sesuatu yang membuat diriku lebih dekat padaNya.

" Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? " ayat itu selalu terngiang ditelingaku dengan segala kebesaran Nya manusia banyak yang teramat sombong untuk mengakui Nya.

Aku pun lantas menunaikan kewajibanku beserta jamaah yang lain, hingga tak terasa di tengah shalat yang kulakukan air mataku jatuh mengingat banyaknya dosa yang telah kuperbuat di dunia yang penuh dengan kenikmatan semu ini.

Shalat pun berakhir ketika Imam sudah megucapkan salam, banyak jamaah yang sudah meninggalkan rumah Allah ini, namun diriku tetap tak beranjak pergi aku masih ingin rasanya berlama-lama bersenda gurau dengan Tuhanku. Tapi waktu yang membatasiku karena aku harus segera pulang untuk mengajar pengajian anak-anak remaja di karang taruna.

Aku bergegas meninggalkan rumah yang membuatku nyaman ini, ketika ku sedang memakai sepatu dan melihat langit yang mulai merambat gelap, hatiku bersyukur masih diberikan nikmat hidup sampai saat ini.

Quote:


Pertemuan itu telah membuatku kembali akrab, aku ingin memberitahukannya pada Maria. Ya Maria sahabatku dahulu ia memang sampai detik ini tetap menjadi sahabat terbaikku, bahkan Maria sudah kuanggap adik sendiri karena ia sering berkunjung kerumahku, walau banyak orang menyangka kami berpacaran. Namun sahabat tetaplah sahabat tak lebih dari itu lagipula keyakinanku berbeda, terlalu banyak rintangan bila kita bersama.

Quote:


Dari pertemuan tersebut menumbuhkan kebersamaan kami kembali seperti waktu masih bersekolah, hingga dua tahun dari pertemuan pertama kami pada tanggal yang sama aku memutuskan akan meminang vita, tepat sekali di bulan ramadhan yang penuh berkah sama dengan saat kami bertemu dahulu ketika Ramadhan sebentar lagi tiba, walau keadaan saat ini tentu berbeda, karena bulan sudah memasuki waktu Ramadhan dan sebentar lagi akan merayakan hari kemenangan Idul Fitri.

Hingga tibalah saat aku ingin mengutarakan isi hatiku kepada Vita dan Maria sebagai saksi dari niat tulusku, karena ia yang selama ini mensuport aku untuk bersama Vita. Aku pun dengan perasaan gundah gulana menelepon Vita untuk bertemu dan berhubung ini hari minggu aku dan Vita akan menjemput Maria di Gereja tempatnya beribadah.

Tibalah kami di dekat Gereja sepertinya sebentar lagi peribadatan akan selesai karena puji-pujian kepada Tuhan sudah tak terdengar lagi, Vita sendiri sedang sibuk dengan gadgetnya, duduk disamping pagar Gereja. Kemudian aku melihat sosok cantik dengan dress berwarna putih.

Quote:


Teriakan penuh kesedihan terdengar ada beberapa korban pejalan kaki yang terluka, entahlah yang ada dipikiranku hanya Vita, dia mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan banyak orang.

Akhirnya bantuan datang ambulans membawanya pergi ke rumah sakit terdekat, aku sedang di interogasi polisi sebagai saksi apa yang terjadi, kusuruh Maria dengan dress yang putih dengan banyak noda darah mendampingi Vita, raut wajah Maria tak berhenti dari kesedihan entah sudah berapa banyak air matanya yang keluar.

Aku hanya dapat melihatnya sampai akhirnya pintu ambulans tertutup, ketika aku sudah memberikan kesaksian kulihat seorang anak kecil terluka sedang memasuki ambulans karena aksi bom bunuh diri ini. Entah apa yang ada di pikiran mereka hingga tega melukai orang lain. Tega dan tak bisa dipikir dengan logika, pikirannya telah disesatkan oleh iblis ucapku dalam hati penuh amarah.

Tak ada dalam Islam melakukan kekejaman seperti ini, sudah pasti ini aliran sesat yang mengikuti Iblis karena sombongnya, bahwa ia yang paling benar di hadapan Tuhan seakan-akan surga sudah menjadi miliknya. Sungguh jiwa-jiwa yang tersesat ini pasti akan selalu ada karena pemahaman yang salah, entahlah apa yang mereka ikuti yang jelas bukan cara Rasull yang selalu berbuat baik kepada mereka yang menghinanya. Mereka bukanlah Islam melainkan Iblis yang mengaku Islam, untuk menghancurkan Islam dari dalam.

Aku pun menyusul Vita dan Maria di rumah sakit terdekat, kulihat para pemburu berita sudah datang dan sibuk dengan dunianya sendiri walau ada korban yang ada mereka seakan tak perduli entah itu bentuk keprofesionalan hingga berita lebih penting daripada korban, entahlah aku tak sanggup berfikir jernih.

Di rumah sakit aku mencari kamar yang di mana Vita di rawat, entah sudah berapa kali aku salah kamar hingga kamar mayatpun kumasuki, untung saja tidak ada kamar janda bisa masalah nanti bila kumasuki.

Akhirnya Kamar Mawar No 3 pun kutemui, kulihat Maria masih menangis sedangkan Vita dengan infus di tangan dan beberapa balutan perban sudah dipakainya. Ia tampak sudah siuman namun masih lemah, ketika aku datang aku terharu dengan apa yang diucapkannya.

Quote:


********************

Di pusara yang masih baru aku dan Maria terdiam sambil berdo'a, Maria mengeluarkan kalung salibnya dan menaruh tepat di atas pusara itu.

Quote:


Hari perlahan terlihat mulai gelap, mendungpun bergelayut menaungi pusara, hatiku memang berduka tapi setidaknya aku tahu Di Ramadhan ini ada kemenangan yang hakiki, kemenangan jiwa-jiwa yang tenang yang hatinya ridha kepada Tuhan, aku pun berjalan menjauhi pusara itu dengan hati yang ikhlas dan berharap akan bertemu kembali di dunia yang berbeda dengan membacakan Ar Rahman. Sementara dari kejauhan takbir dan tahlil bergema menyongsong hari kemenangan esok hari.


“Wahai jiwa yang tenang! (27), Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya (28). Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambak-Ku (29), dan masuklah ke dalam surga-Ku (30).” (Al-Fajr 27-30)


*TAMAT*

[#CerpenReligi ] "Kupinang Dirimu Dengan Ar Rahman"

[#CerpenReligi ] "Kupinang Dirimu Dengan Ar Rahman"

Gambar : budi23ramdani.blogspot.com

Semoga cerpen ini menambah ketakwaan kita kepada Allah, dan di bulan Ramadhan ini saya mengucapkan mohon maaf lahir dan batin kepada warga kaskus semua, semoga dari cerita yang sederhana ini menjadi berkah untuk semua, monggo seruuputt dolo.

[#CerpenReligi ] "Kupinang Dirimu Dengan Ar Rahman"

[#CerpenReligi ] "Kupinang Dirimu Dengan Ar Rahman"

By c4punk@2018

[#CerpenReligi ] "Kupinang Dirimu Dengan Ar Rahman"

[#CerpenReligi ] "Kupinang Dirimu Dengan Ar Rahman"




Diubah oleh c4punk1950...
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
[#CerpenReligi ] "Kupinang Dirimu Dengan Ar Rahman"


Semoga Menang Aminnn..
Diubah oleh c4punk1950...
Ceritanya emoticon-Mewek
Vita dan Maria?
Kok nggak Vita, wulan, dan dari ya?


Komen dulu, baca entar ..


emoticon-Leh Uga
Quote:


hehe jangan lah gan nanti pas kenak semua
emoticon-nyantai
emoticon-Matabelo emoticon-Belo

Pernah baca p*lisi baru 1 bulan tau 1 hari menikah mas kimpoi surah ar rahman.

Dia Tiada

baca di portal apa lupa emoticon-Mewek
Diubah oleh kkaze22
mantep udah di buka ternyata..
Semoga kamu menang gan
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Makasih yang dah coment di thread sederhana ini gan emoticon-Nyepi
cool gan
keren
Namanya berbau Eropa gan en tidak berbau Islami emoticon-Shakehand2
Quote:


Makasih gan

Quote:


Thxs ya gan

Quote:


Iya gan biar keren dikit...
wiii keren.. bikin novel jg nih om
Quote:


Kek kenal potongan nama2 itu emoticon-Ngakak

**

Hatur nuhun om capunk a.k. konco kenthel sudah menjadikan diriku sebagai inspiriasi ceritanya. Semoga menang, jan lupa cipratannya yes emoticon-Genit

Pesan buat cerpen ini:

Berbahagialah kalian para muslimah yang di pinang dengan mahar hafalan Ar-Rahman atau surat lain emoticon-shakehand
Diubah oleh vitawulandari
Quote:


Sebenernya itu terinspirasi dari momod syantik dibawah ini

Quote:


Makasih ya kak dah mau membaca cerita sederhana ini...emoticon-Nyepi
gak modal amat dipinang dengan surah arrahman emoticon-Ngakak
Quote:


emoticon-Cape d... dsar bujang.lalang suruh ngapalin keringat dingin kale lang tapi kalo bisa hapal dan kasih mas kimpoi ar rohman satu isi dunia pun lewat emoticon-Big Grin emoticon-Blue Guy Peace

emoticon-raining
Quote:


ya setidaknya tambahin mas kimpoi emas atau apa kek gitu emoticon-Leh Uga biar gak dianggap kere, Nabi Muhammad aja melamar Siti Khadijah dengan unta 100 ekor
Quote:


Quote:


Hahaha asyemm...ntar tak tambahin 100 ekor semut...emoticon-Big Grin
Wah keren nih. Dari judulnya aja udah ndeng ndeng seremoticon-Belo
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di