alexa-tracking

Terorisme Libatkan Anak-Anak, Seskab: Ancaman Bisa Datang dari Mana Saja

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afa9b1ac0d770941c8b457b/terorisme-libatkan-anak-anak-seskab-ancaman-bisa-datang-dari-mana-saja
Terorisme Libatkan Anak-Anak, Seskab: Ancaman Bisa Datang dari Mana Saja
Terorisme Libatkan Anak-Anak, Seskab: Ancaman Bisa Datang dari Mana Saja

JPP, JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan aksi bom bunuh diri di sejumlah tempat di Surabaya, Jawa Timur, Minggu-Senin (13-14/5/2018), yang melibatkan keluarga (ayah, ibu, dan anak-anak) menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, bahwa terorisme itu bisa datang dari siapa saja.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa terorisme itu bisa datang dari siapa saja. Bukan lagi orang miskin, tidak berpendidikan, tapi juga orang kelas menengah, orang kaya, berpendidikan,” ujar Seskab di ruang kerja, Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Selasa (15/5/2018) pagi.

Kalau dulu tidak ada anak maupun wanita yang menjadi terorisme, lanjut Seskab, tetapi akibat brainwash (cuci otak) ataupun kesalahan mereka menangkap paham-paham yang salah, sehingga mereka kemudian menjadi keluarga teroris.

Seskab menunjuk aksi para teroris yang terjadi di Surabaya, yang dilakukan oleh 2 (dua) keluarga, yang latar belakang keluarganya sebenarnya cukup mapan dan juga dari keluarga yang harmonis.

“Maka sekali lagi, ancaman terorisme bisa datang dari mana saja, dan ini harus menjadi kewaspadaan kita,” ujar Pramono.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian dalam keterangan pers di Surabaya, Senin (14/5/2018) menyampaikan bahwa dalam serangan bom bunuh diri yang terjadi di 3 (tiga) gereja di Surabaya, Rusunawa Sidoarjo, dan Kantor Polres Surabaya, pelaku melibatkan istri dan anak-anaknya.

Untuk 3 (tiga) gereja di Surabaya, pelaku berasal dari 1 (satu) keluarga, yaitu Dito Oepriarto (ayah) di Gereja Pantekosta Surabaya, Puji Kuswati (ibu) dengan FS dan FR (anak) di GKI Diponegoro, dan Yusuf Fadil dan FH (anak) di Gereja Santa Maria Tak Bercela.

Sedangkan bom di Rusunawa Sidoarjo melibatkan Anton Ferdiantono (ayah), Puspita Sari (Ibu), dan HAR, AR, FP, dan GHA (anak).

Bom di kantor Polres Surabaya melibatkan Tri Murtiono (ayah), Tri Ermawati (ibu), AAP, MDS, dan MDAM (anak).

Terkait pelibatan anak-anak dalam kasus terorisme itu, Seskab mengatakan sudah waktunya pemerintah melakukan program deradikalisasi sejak usia dini.

“Sejak SD (Sekolah Dasar), karena paham ini ternyata juga masuk dari anak-anak tingkat SD,” ujar Pramono seraya menambahkan, bahwa program deradikalisasi itu menjadi tugas pemerintah. (stkb/nbh)


Sumber : https://jpp.go.id/polkam/hankam/3210...dari-mana-saja

---

Kumpulan Berita Terkait POLKAM :

- Terorisme Libatkan Anak-Anak, Seskab: Ancaman Bisa Datang dari Mana Saja Total 13 Tersangka Teroris Ditindak Densus 88, 4 Tewas

- Terorisme Libatkan Anak-Anak, Seskab: Ancaman Bisa Datang dari Mana Saja Polda Jatim: Korban Meninggal Akibat Bom di Tiga Gereja Jadi 18

- Terorisme Libatkan Anak-Anak, Seskab: Ancaman Bisa Datang dari Mana Saja Densus 88 Amankan 8 Tersangka Teroris di Surabaya dan Sidoarjo