alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Nasib Jenazah Pelaku Bom Gereja di Surabaya yang Ditolak Warga
3 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afa65241ee5df6c3e8b456e/nasib-jenazah-pelaku-bom-gereja-di-surabaya-yang-ditolak-warga

Nasib Jenazah Pelaku Bom Gereja di Surabaya yang Ditolak Warga

Nasib Jenazah Pelaku Bom Gereja di Surabaya yang Ditolak Warga

Banyak fakta tak terduga yang ditemukan tentang latar belakang para pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, keluarga Dita Oepriarto (47).

Dita dikenal sebagai sosok yang santun dan ramah, bahkan pernah menjabat sebagai ketua RT selama 10 tahun. Begitu pula dengan sang istri, Puji Kuswati (43) yang pernah menjadi ketua PKK di RT yang sama.

Salah satu tetangga Dita tak mengira pria yang berprofesi sebagai distributor obat herbal ini adalah pelaku bom bunuh diri. "Terakhir saya ketemu kemarin, pulang dari musala. Dan beliau selalu menyapa, setelah itu tak berbicara banyak. Tapi selalu menyapa," katanya.

Cara berpakaian keluarga yang tinggal di Wonorejo Asri, Rungkut ini juga biasa saja. "Kalau istrinya jarang keluar, tapi tak mencurigakan. Nggak pakai cadar juga, yang sering keluar adalah dua anaknya yang perempuan, main sepeda keliling komplek," lanjut Unjung.

Sedangkan kedua anak laki-laki Dita selalu berboncengan menuju ke musala. Kelimanya dikenal rajin salat berjamaah di musala setempat.

Baik keluarga Dita maupun Puji pun syok dengan aksi yang mereka lakukan. "Kami sekeluarga syok, ibu dan bapak saya juga syok. Kami tak menyangka dia (Dita) melakukan itu," kata Dentri, adik Dita saat ditemui detikcom di rumahnya.

Sayangnya, Dentri enggan bercerita banyak terkait kepribadian kakaknya. Dia berdalih sudah lama tak bertemu dengan kakak kandungnya itu.

Hanya, dia mengaku kesal atas ulah Dita yang dengan tega mengajak keempat anaknya melakukan aksi bom bunuh diri. Ditambah lagi, kini ketenangan keluarganya terganggu setelah menjadi sorotan banyak pihak terkait aksi Dita.

"Otak dia ditaruh mana, kok tega ngajak anak melakukan itu," tuturnya.

Bahkan keluarga Puji tak bisa ditemui. Yang ada hanya perwakilan keluarga yang memberikan keterangan didampingi Kepala Desa Tembokrejo.

Mendengar kabar Puji Kuswati, sebagai pelaku terorisme bom bunuh diri, pihak keluarga langsung syok. "Semua masih syok, mereka baru tahu dari siaran berita tadi malam," ungkap Rusiono, perwakilan keluarga.

Keluarga tidak pernah menduga nasib Puji Kuswati, beserta anak-anaknya, berakhir tragis.

Keluarga makin prihatin karena mobil Toyota Avanza yang digunakan Dita untuk melakukan serangan bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Arjuna, dibeli di Banyuwangi.

"Ini mungkin mobil yang ketiga yang diberikan ke Puji. Dua mobil sebelumnya dijual. Tidak jelas karena apa dijual," kata Rusiono.

Kemudian, keluarga di Banyuwangi kembali membelikan mobil, tanpa diberikan BPKB. Mobil ini yang diduga digunakan untuk meledakkan bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS).

"Keluarga kecewa, karena dua kali dibelikan mobil, lalu dijual dengan alasan yang kurang jelas. Akhirnya, dibelikan lagi, tapi tidak diberi BPKB. Mobil itu yang diduga dipakai pelaku," tambahnya.

Meski sejak kecil diasuh saudara orangtuanya di Magetan, kata Rusiono, keluarga di Banyuwangi selalu peduli dengan keluarga Puji Kuswati. Bahkan, pelaku sempat dibelikan rumah seharga Rp 600 juta di Surabaya. "Semua untuk kepentingan keluarga Puji. Sempat juga memberi kabar jika akan menjual rumahnya, katanya tidak jelas," tambahnya.

Setelah jenazah Dita dan keluarganya dievakuasi, rencananya mereka akan dimakamkan di TPU Tembok Gede, Jalan Tembok, Gang Kuburan, Tembok Dukuh. Pemakaman ini letaknya tak jauh dari rumah orang tua Dita.

Namun sebagian warga menolak jika jenazah Dita dimakamkan di wilayah mereka. "Saya hanya dengar bisik-bisik, ada warga yang tak mau Pak Dita dimakamkan di sini," ungkap Ketua RT 8 RW 1 Abdul Hamid.

Warga RW 1 Kelurahan Tembok Dukuh, Bubutan, Surabaya pun menggelar rapat untuk membahas rencana pemakaman Dita.

Warga di lingkungan rumah orang tua Puji di Banyuwangi juga menolak menerima jenazah wanita ini. Mereka beralasan Puji bukan warga desa setempat.

"Puji bukan warga Banyuwangi. Ya, seharusnya ikut dengan suaminya di Surabaya untuk dimakamkan," jelas Rusiono

Tak hanya itu, keluarga Puji sendiri pun tak berharap jenazah pelaku dan kedua anaknya itu dimakamkan di Banyuwangi. Meskipun punya hubungan darah, kata Rusiyoni, pelaku tidak lagi dianggap sebagai anggota keluarga. Sebab, puji sudah lama berpisah lantaran diasuh oleh saudaranya. Ditambah lagi keluarga sebelumnya tidak merestui hubungan dengan sang suami, Dita Oeprianto.

"Alasan lain, keluarga sebelumnya tak menerima perbedaan prinsip dan pandangan mengenai aliran yang dianut," ungkapnya.


https://news.detik.com/read/2018/05/...-ditolak-warga


Semoga ga ada lagi yang tersesat

Padahal kalau bisnis lancar, memberi kerjaan kepada orang lain juga termasuk JIHAD
Diubah oleh: banpuku
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 3
Quote:

buset ditolak disana sini. udah buang aja ke laut. kelamaan ntu emoticon-Leh Uga


Quote:

Kayak Osama Bin Laden yo
Anaknya yang IPK 1,4 mana tuh?
emoticon-Ngakak
Keluarga manapun juga bakal malu lah, enggan ngakuin lagi penjahat macam begini ke keluarganya.

Parasit pula, harta dari mertua dipakai untuk kejahatan pengkhianatan.
Kasih ke kebun binatang aja buat dimakan hewan pemakan bangkeemoticon-Jempol
titidnya kasih ke bang bowok ajah
Nasib Jenazah Pelaku Bom Gereja di Surabaya yang Ditolak Warga

Quote:
oh itu rumah dari mertuanya (orang tua puji di banyuwangi)

sampe mobil2 nya juga dari mertua

kirain emg kaya dari jualan obat ama dana dari isis


Quote:

Yang IPK 1,4 pelaku sekaligus kepala keluarga mas gan
Quote:

Itu buapaknya yg ampe di DOemoticon-Ngakak


Quote:

Kasian keluarga mereka, sdh support tapi dibikin malu
Quote:

Mantap itu bray, tapi kalo bisa mah dibakar dulu aja bray emoticon-Jempol
Si suami pernah jadi pak RT 10 tahun,si bini jadi ketua PKK.Orang terpandang,tokoh masyarakat bisa jadi teroris.
Ini laki nya modal baik doank ya .smua harta dari bini nya 😂😂😂
nasbung siap sholatin bangkeknya nih emoticon-Request
Sampe skrng gk ada foto penampakan bangke bapak sama anak laki2 nya .bener2 ancur ato gmn ? Kok yg mau dimakamin bru istri sama 2 anak cewek nya
Ternyata mereka waras dan pandai berorganisasi emoticon-Recommended Seller
di dunia aja di tolak emoticon-Smilie
dibuang ke laut, hiu pun ogah makan
suruh aje dibakar kalau ga mau dimakankan.. bayar 5-7 juta di krematorium. Anggap aja menghapus segala dosa dengan cara dibakar emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di