alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
Pelaku Bom Sengaja Tak Sekolahkan Anak-anak Mereka
5 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afa642ec1d770f4038b4572/pelaku-bom-sengaja-tak-sekolahkan-anak-anak-mereka

Pelaku Bom Sengaja Tak Sekolahkan Anak-anak Mereka

Pelaku Bom Sengaja Tak Sekolahkan Anak-anak Mereka

Surabaya, IDN Times - Kapolda Jatim, Irjen Machfud Arifin mengatakan bahwa para pelaku bom di Surabaya dan Sidoarjo tidak menyekolahkan anak-anak mereka. Ini sekaligus membantah rumor yang beredar bahwa mereka menjalani homeschooling.

"Tidak ada homeschooling. Mereka tidak sekolah, dikungkung dengan doktrin-doktrin khusus. Kalau ditanya orang, baru jawabnya homeschooling," katanya kepada awak media pada Selasa (15/5).


1. Anak-anak pelaku mendapatkan doktrin melalui video
Pelaku Bom Sengaja Tak Sekolahkan Anak-anak Mereka
IDN Times/Rosa Folia



Machfud juga menyebutkan bahwa usia yang terbilang sangat muda membuat mereka mudah untuk dicekoki doktrin-doktrin ekstrimisme. Walhasil, mereka pun mau saat akan diajak melakukan bom bunuh diri.

"[Dikungkung] agar tidak berinteraksi dengan masyarakat. Dikasih tontonan video-video, dengan ajaran-ajaran yang diberikan," tambahnya. Ia juga mengungkap bahwa keluarga pelaku bom tiga gereja, Sidoarjo serta Polrestabes saling berkaitan.


2. Dita adalah guru para pelaku
Pelaku Bom Sengaja Tak Sekolahkan Anak-anak Mereka
IDN Times/Reza Iqbal



Fakta lain juga terungkap dari hasil penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian. Ternyata, para pelaku bom bunuh diri berguru "Mereka pergi ke pengajian yang sama. Gurunya ya si Dita itu. Satu guru," ujar Machfurd. Hanya saja, anak tertua pelaku bom Sidoarjo yang ia sebutkan menolak untuk tidak bersekolah, dan lebih memilih dekat bersama neneknya.


3. Ada 3 anak pelaku yang selamat
Pelaku Bom Sengaja Tak Sekolahkan Anak-anak Mereka
IDN Times/Stella Azasya



Dari tiga aksi yang dilakukan pada Minggu dan Senin, ada empat anak yang selamat. Tiga dari Sidoarjo, satu dari Surabaya. Keempatnya kini masih berada dalam pengawasan Polda Jatim, termasuk Ais, anak pelaku bom Polrestabes, yang dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara.



Sumber : https://news.idntimes.com/indonesia/...mpaign=network

---

Baca Juga :

- Pelaku Bom Sengaja Tak Sekolahkan Anak-anak Mereka Satu Keluarga, Inilah Identitas Pelaku Bom Polrestabes Surabaya

- Pelaku Bom Sengaja Tak Sekolahkan Anak-anak Mereka Pakai Seragam Depag, Warganet Ini Sebut Korban Teror dengan "Ekor"

- Pelaku Bom Sengaja Tak Sekolahkan Anak-anak Mereka Kisah Cinta Bing Bing dan Stefanus, Terpisah karena Bom Gereja

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 7
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 06
kasian masih kecil udah bunuh diri , gimana besarnya ya emoticon-Malu
tidak disekolahkan supaya gak belajar ppkn dan cuma belajar teror sama cara bikin bom
Pelaku sudah tewas.. Pelaku membuat bom high explotion di rumahnya apa nggak?? Kalau tidak membuat di rumah.. Kukira tugas intelijen mencari sumber bom pelaku mendapatkan bom tersebut.
Sebenernya kalo orang tersebut mempelajari islam yg lurus ga gini
Di islam pun ga diajarkan fanatik sama sekali
Di islam di ajarkan seimbang. Antara ibadah dengan berbuat baik kepada sesama manusia
Orang yg tiap hari ibadah tiap waktu shalat puasa tp membiarkan tetangganya kelaparan tidak akan masuk surga
Orang yg tiap hari berbuat baik menolong sesama tapi tidak beribadah juga tidak akan masuk surga
Itulah islam sesungguhnya
Semua diatur untuk seimbang. Islam itu damai. Islam itu indah.
Jika semua penganut mengikutinya pasti akan damai.
Islam pun mengajarkan menghargai orang lain meskipun itu tidak seiman
Islam bahkan menganjurkan menjalin komunikasi dengan orang lain meski bukan seiman
Namun islam hanya melarang untuk mencampuri masalah keimanan orang lain. Agamamu agamamu agamaku agamaku.
Yang melakukan semua ini hanyalah oknuk yg bodoh. Oknum yg dengan mudahnya ingin menuju surga tanpa tau maksud sebenarnya dari jihad tersebut.
Islam itu mengikuti zaman
Pada zaman ini perang bukanlah suatu solusi maka perang tdak bisa dijadikan alasan jihad.
Tolong stop sebar kebencian kita satu keluarga satu tanah air. Tinggal di bumi yg sama
Meski kita bukan keluarga seiman namun kita keluarga sebangsa dan tanah air. Apa mau kita saling ribut saling ujar kebencian. Apakah itu bahagia apakah itu menenangkan? Tidak
Tolong jangan sebar foto musibah tersebut. Doakan saja dalam hati. Lakukan yg bisa dilakukan untuk menolong. Dan lawan semua tindakan teroris biadab tersebut
Saya muslim dan saya tidak setuju bom bunuh diri dijadikan alasan untuk jihad
bikin anak 4 cuma untuk diajarkan berbuat jahat dan jadi pembunuh, sekarang klo emang 3 anaknya selamat. kan kasihan masa depannya, seumur idup dia akan diasingkan masyarakat karena tau dia ekstrimis. orang tua sialan tuh teroris
sengaja biar mau di cuci otak
mbok ya kalo mau kayak gitu jangan bawa anak2nya yang masih tak bersalah. bunuh diri kok ngajak2emoticon-Cape d...
Sakit emg
usul pak
yang sekolah diluar negri kalo pulang ke Indonesia kasih pendidikan PPKN..
terrorist every where
Dicini tadi ada polici dibacok emoticon-Frown
Mejeng dulu di trit bom emoticon-Hot News
sebel banget bacanya , teroris keparat emoticon-Lempar Bata
udah gede tuh anak cuma dijadiin kaya petasan
Kasian nasib anak-anaknya, engga tau apa-apa di doktrin buat ngebunuhemoticon-Turut Berdukaemoticon-Turut Berduka



Pelaku Bom Sengaja Tak Sekolahkan Anak-anak Mereka
BUKTI BAHWA RADIKALISME CUMAN NEMPEL DI ORANG ORANG GOVLOK YANG TIDAK SEKOLAH


DAN KAUM TERORIS INI TERNYATA TAKUT JUGA SAMA PENDIDIKAN
kasihan anak anak nya masih kecil udah di ajak jadi teroris, oh mas dita, engkau orang tua penghuni neraka yg abadi...
Good bless you in hellemoticon-Lempar Bata
reserved
Nasbung goblok disini juga pada ga sekolah..
Sekalinya sekolah juga yang diurusin agama dan intervensi urusan orang lain..
Hidupnya setara kotoran onta..
emoticon-Jempol
Halaman 1 dari 7


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di