alexa-tracking

Cawapres Jokowi Tak Perlu Elektabilitas Tinggi, Ini Tiga Nama Potensial

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afa5313620881686d8b4567/cawapres-jokowi-tak-perlu-elektabilitas-tinggi-ini-tiga-nama-potensial
Cawapres Jokowi Tak Perlu Elektabilitas Tinggi, Ini Tiga Nama Potensial
Cawapres Jokowi Tak Perlu Elektabilitas Tinggi, Ini Tiga Nama Potensial


Ketika petahana calon presiden memilih calon wakil presiden, elektabiltas sang calon wakil presiden tidak lagi menjadi pertimbangan utama, contohnya kasus Boediono dalam Pemilu Presiden 2009. Boediono dipilih SBY sebagai cawapres walau dari sisi elektabilitas, saat itu posisi Boediono rendah.

Peneliti senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby kepada pers di Jakarta, Senin (14/5), mengatakan, tiga figur yaitu Airlangga Hartarto, Moledoko, TGB Zainul Majdi memperoleh angka tertinggi dari kategori pengembangkan survei LSI yaitu tentang indeks kelayakan cawapres.

Indeks kelayakan cawapres ada enam kriteria menjadi indikatornya. Indikator itu yaitu elektabilitas, dukungan partai, kemampuan memerintah, akomodasi kelompok politik, kesesuaian personalitas dengan capres yang bersangkutan dan kemampuan membawa dana kampanye.

Setiap indikator diberi nilai 1 sampai 10. Semakin tinggi skor semakin baik sang calon wapres.

LSI Denny JA lalu mengundang 30 panelis untuk memberikan penilaian ahli dan skor, sehingga membuat nilai rata-rata dari skor itu.

Hasil penilaian itu cukup menarik. Untuk calon wapres bagi capres Jokowi, dibagi ke dalam tiga latar belakang. Dari latar belakang partai politik, Airlangga Hartarto dari Golkar di rangking satu. Kemudian diikuti oleh Budi Gunawan dan Puan Maharani dari PDIP.

Dari latar belakang militer, Moeldoko mendapatkan skor tertinggi diikuti oleh Agus Harimurti Yudhoyono, dan Gatot Nurmantyo. Kemudian dari latar belakang tokoh Islam, skor tertinggi diraih TGB Zainul Majdi, diikuti Muhaimin Iskandar dan Romy (Muhammad Romahurmuziy).

Adjie menambahkan, jika capresnya Prabowo, skor indeks kelayakan calon wapres tertinggi adalah Ahmad Heryawan, Muhaimin Iskandar, TGB Zainul Majdi.

Selanjutnya jika Gatot Nurmantyo yang menjadi capres, indeks skor kelayakan cawapres tertinggi adalah Muhaimin Iskandar, diikuti Agus Harimurti Yudhoyono dan Ahmad Heryawan.

LSI Denny JA juga menemukan Jokowi tetap sebagai capres tertinggi dengan elektabilitas 46 persen. Namun ditemukan 5 alasan yang dapat membuat elektabilitas Jokowi goyah. Antara lain isu Tenaga Kerja Asing, ketidak puasan ekonomi terutama isu lapangan kerja dan Islam Politik.

Survei LSI Denny JA dilakukan tanggal 28 April- 5 Mei 2018. Total responden di 34 provinsi, sebanyak 1.200 orang. Metodologinya menggunakan multistage random sampling melalui wawancara tatap muka dan kuesionert dengan margin of error 2,9 persen.

tetep aja gw pilih pahri hamzah sebagai wakil jokowi
Ahok ga masuk emoticon-Blue Guy Bata (S)
ane pilih fahri hamzah jadi presiden PKS
deni ja anti kebasukian... kokoh ahog kagak masuk daftar heh?emoticon-Marah
jokowi dlu jeblok d jabar, cari yang bisa ngegaet pemilih di jabar lah emoticon-Traveller
Mencla-mencle nih, yaudah puan aja dari trah soekarno, rakyat rindu kepemimpinan soekarno emoticon-Cool
Quote:


Wah ini sih bakal epic.

Sama kaya TGB punya wakil si zonkie nih wkwwk
Quote:


Jabar kan sarang teroris sm sarang partai munafik bernama pks gan

Mana mau pilih jokowi mereka. Tp biarpun jeblok bakal masih ada yg pilih beliau sih
Quote:


Sip. Puan untuk masa depan pdip sangat layak.
Kalo nggak sekarang, nanti bisa terlambat. Puan sudah pasti diwarisi pdip sama mega(jadi ketum). Kalo ngga sekarang nanti di 2024 pdip ngga punya calon yg punya elektabilitas. Dengan puan menjadi wapres dan jika bisa membuktikan kemampuannya tentu elektabilitasnya meningkat. Kalo sekedar mentri yg bidangnya ngga jelas malahan menurunkan. Jadi sangat logis kalo puan maju sekarang. Demi masa depan pdip.
militer deh kalo bisa

jd ntr kalo ada nasbung nyinyir planga plongo, wapres pasang badan

😂