alexa-tracking

RI-Jepang Kerja Sama Tingkatkan Kapasitas Ahli Konstruksi Indonesia

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afa43e45c77985f0a8b4576/ri-jepang-kerja-sama-tingkatkan-kapasitas-ahli-konstruksi-indonesia
RI-Jepang Kerja Sama Tingkatkan Kapasitas Ahli Konstruksi Indonesia
RI-Jepang Kerja Sama Tingkatkan Kapasitas Ahli Konstruksi Indonesia

JPP, JAKARTA - Kerja sama Indonesia-Jepang telah berlangsung lama termasuk dalam bidang infrastruktur. Dalam rangka memperingati 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara, telah terselenggara Symposium on Indonesia-Japan Development Cooperation dengan tema "Building the Future Based on Trust”, di Jakarta, Senin (14/5/2018). 

Sebagai salah satu panelis, Kepala Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis H Sumadilaga yang mewakilai Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa kerja sama Indonesia-Jepang tidak hanya semakin kuat, namun juga semakin luas ke sektor lainnya.

Pada periode awal, katanya, kerja sama lebih banyak pada pembangunan infrastruktur sumber daya air seperti bendungan, namun kini berkembang ke sektor jalan tol, sanitasi, dan perumahan. Saat ini nilai kerja sama infrastruktur antara Kementerian PUPR dan Japan International Cooperation Agency (JICA) mencapai USD1,1 miliar.     

“Kerja sama dalam pembangunan infrastruktur tidak hanya memberi manfaat pada hadirnya infrastruktur fisik semata, namun juga memberikan manfaat bagi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, alih teknologi, dan lahirnya institusi baru,” ujar Danis.   

Dicontohkannya, kerja sama pembangunan beberapa bendungan pada tahun 1960-1970 di Jawa Timur turut meningkatkan kemampuan insinyur Indonesia serta turut berpengaruh pada lahirnya Perum Jasa Tirta 1 yang mengelola Daerah Aliran Sungai Brantas dan berdirinya PT Indra Karya, BUMN jasa konsultansi bidang sumber daya air.

Adapun beberapa bendungan yang dibangun seperti Bendungan Selorejo (1963-1972), Bendungan Lahor (1972-1977), Bendungan Wlingi (1972-1979), dan Bendungan Karangkates (1975-1977).  

Lebih lanjut Danis menyebutkan pula kerja sama spesifik lainnya dalam hal pembangunan Sabo Dam untuk menahan aliran banjir lahar erupsi gunung berapi.

“Melalui kerja sama tersebut, Indonesia telah memiliki ahli Sabo dan telah dibentuk Balai Sabo di Yogyakarta sebagai pusat riset dan pengembangan teknologi Sabo,” ungkapnya.

Hingga kini, kata dia, sudah dibangun 646 bangunan Sabo Dam di Indonesia, di antaranya 250 buah di lereng Gunung Merapi dan 92 buah di lereng Gunung Agung.  

Sementara di sektor jalan tol, antara lain pembangunan Tol Akses Pelabuhan Tanjung Priok yang telah rampung tahun 2017, Tol Akses Pelabuhan Patimban di Subang, dan Tol Padang-Pekanbaru Seksi II Sicincin-Payakumbuh sepanjang 78 km.

Pada ruas tersebut terdapat pembangunan lima terowongan dengan total panjang 8,9 km yang menembus Bukit Barisan. Jepang sendiri berpengalaman dalam pembangunan terowongan panjang, sehingga diharapkan ada alih pengetahuan dan teknologi.

“Kerja sama dalam pembangunan terowongan dengan Jepang dapat dikembangkan lagi, misalnya membentuk training center khusus terowongan. Hal ini untuk mengantisipasi kebutuhan pembangunan terowongan di masa depan. Saat ini terowongan belum terlalu banyak,” jelas Danis. (pupr)


Sumber : https://jpp.go.id/nasional/infrastru...uksi-indonesia

---

Kumpulan Berita Terkait NASIONAL :

- RI-Jepang Kerja Sama Tingkatkan Kapasitas Ahli Konstruksi Indonesia Presiden Apresiasi Kiprah 92 Tahun NU Jaga Wasatiyyat Islam Indonesia

- RI-Jepang Kerja Sama Tingkatkan Kapasitas Ahli Konstruksi Indonesia Duduk Satu Panggung, 4 CEO Unicorn Buka Gerbang Indonesia Digital Paradise

- RI-Jepang Kerja Sama Tingkatkan Kapasitas Ahli Konstruksi Indonesia OGW, Kerja Bareng Pemerintah dan Publik Menuju Indonesia Lebih Maju

×