alexa-tracking

Pori siaga, Polda Kaltim awasi napi teroris

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5afa273ca2c06ee5178b4568/pori-siaga-polda-kaltim-awasi-napi-teroris
Pori siaga, Polda Kaltim awasi napi teroris
image-url-apps
Pori siaga, Polda Kaltim awasi napi teroris
Foto arsip. Personel Densus Antiteror 88 menangkap seorang terduga teroris di Samarinda, Kalimantan Timur, November 2016.
Aparat kepolisian di seluruh Indonesia bersiaga menyusul gelombang aksi teror di tanah air dalam tiga hari terakhir. Kasus kericuhan di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, dan lima ledakan bom berkalung nyawa di Surabaya, Jawa Timur, membuat para personel polisi di berbagai daerah otomatis siaga mengantisipasi ancaman teror.

“Kami tingkatkan kewaspadaan di sejumlah tempat ibadah,” kata Kepala Polda Kalimantan Timur, Inspektur Jenderal Priyo Widyanto, Senin (14/5/2018).

Polda Kaltim pantas waspada karena sejumlah mantan napi teroris bermukim dan berdomisili di provinsi ini. Mereka adalah beberapa terpidana kasus terorisme yang di antaranya menghebohkan seperti peristiwa bom Bali dan Jakarta.

“Ada beberapa eks napi teroris yang kami pantau,” paparnya.

Priyo mengemban kewajiban menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Kaltim menyusul aksi terorisme di Mako Brimob, pengeboman tiga gereja, dan Polresta Surabaya. Salah satu upaya bisa dilakukan adalah dengan memantau eks napi teroris di Kaltim.

“Memang soal teror menjadi urusan Densus (Antiteror 88). Kami di sini memantau eks napi teroris yang berada di Kaltim,” ungkapnya.

Sementara ini, Priyo menilai para mantan napi teroris ini seluruhnya sudah mampu berbaur kembali ke masyarakat. Polisi bahkan meminta mereka mengeluarkan pernyataan yang isinya berupa penolakan segala bentuk teror terjadi di Indonesia.

“Mereka sudah bisa berbaur dengan masyarakat, kami bahkan meminta untuk menolak segala bentuk aksi teror terjadi saat ini,” paparnya.

Kaltim menjadi berkepentingan dengan aksi terorisme di Surabaya. Maklum, ibukota Samarinda pernah terguncang ketika bom molotov merusak Gereja Oikumene Samarinda pada November 2016. Satu orang meninggal dan tiga lain mengalami luka bakar.

Sementara pada Januari 2016, Densus 88 membekuk terduga teroris yang disebut terkait pengeboman di Sarinah, Jakarta. Terduga teroris berinisial F merupakan pelarian teroris asal Ambon, Maluku, yang bersembunyi di Balikpapan.

Bahkan jauh sebelumnya, Kaltim menjadi saksi penangkapan pelaku pengeboman di Bali, Ali Imron, di Pulau Brukang Samarinda, Januari 2003. Adik kandung Amrozi ini diduga hendak kabur ke Malaysia pasca-pengeboman yang memakan 180 korban jiwa tersebut.

Salah seorang keluarga terduga teroris di Balikpapan, Jamal, sudah pasrah melihat nasib F sang menantu yang kini mendekam di sel Rutan Tegal, Jawa Tengah, atas kasus terorisme. Ia berusaha ikhlas menerima putusan menantunya yang disebut punya keterkaitan dengan pengeboman di Sarinah Jakarta.

“Saya tidak tahu apa-apa, sepengetahuan saya kalau di rumah juga tidak macam-macam,” ujar Jamal. Kepasrahan Jamal juga termasuk enggan mencari tahu berapa lama F menjalani masa tahanan di penjara.

“Saya serahkan saja pada mereka (pengadilan) yang memutuskan, saya tidak akan cari tahu seperti apa masalahnya. Saya tinggal menjalani saja,” ujarnya seraya menambahkan sempat sekali membesuk menantunya di sel tahanan Rutan Tegal.

“Kondisinya sehat saja di sana, sikapnya juga baik saja,” imbuhnya.

Di sisi lain, aksi pencegahan radikalisme menjadi pusat perhatian alim ulama di Balikpapan. Pengurus Masjid At Taqwa Balikpapan, MS Siregar, menyebutkan paham radikalisme tumbuh dan berkembang akibat pengajaran yang salah soal pemahaman agama di masjid dan pendidikan sekolah.

“Ada ceramah seorang ustaz di Balikpapan yang jelas-jelas menyebutkan pemerintah thogut. Ada pula seorang anak SMP yang menolak menghormati bendera saat upacara,” sebutnya.

Siregar menilai hal-hal seperti ini menjadi bibit pertumbuhan radikalisme di kalangan generasi muda di Balikpapan. Masyarakat memperoleh pemahaman yang salah soal agama dan pemimpin di Indonesia.

“Bila tidak sealiran dengan dia dianggap kafir, bid’ah, thogut dan sebagainya. Ini tanda tanda radikalisme,” sesalnya.

Pengurus masjid terbesar di Balikpapan berulang kali mengajak dialog guna meluruskan pemahaman radikal sejumlah pemuka agama ini. Meski demikian, Siregar harus mengakui ini bukan perkara mudah menumbuhkan kesadaran mereka yang sudah terkena proses cuci otak.

Mereka tidak segan menolak hingga balik menantang pemahaman berbeda dari paham yang sudah diyakininya.

“Karena kami bukan lembaga penindak, kewenangan cuma sebatas pada dialog saja,” tuturnya.

Sementara ini, Siregar hanya bisa berharap aparat kepolisian mampu memberantas radikalisme hingga ke akar-akarnya. Dalam beberapa kasus penindakan tegas aparat memang dibutuhkan untuk memberikan efek jera penyebaran radikalisme di Indonesia.

“Penindakan aparat polisi harus dilakukan, kalau perlu melibatkan unsur TNI agar sinergi bisa terjadi di lapangan,” tegasnya.
Pori siaga, Polda Kaltim awasi napi teroris


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...i-napi-teroris

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Pori siaga, Polda Kaltim awasi napi teroris Ketika warga berlomba mewartakan teror

- Pori siaga, Polda Kaltim awasi napi teroris Meneror Indonesia

- Pori siaga, Polda Kaltim awasi napi teroris Lain paham beda sasaran dalam teror di Indonesia