alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Mantan Kepala BNPT: Ada Anggota Pansus Tak Paham UU Terorisme
1 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af9c1285c7798a21e8b4567/mantan-kepala-bnpt-ada-anggota-pansus-tak-paham-uu-terorisme

Mantan Kepala BNPT: Ada Anggota Pansus Tak Paham UU Terorisme

Mantan Kepala BNPT: Ada Anggota Pansus Tak Paham UU Terorisme

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT 2010-2014 Ansyaad Mbai menilai anggota Dewan Perwakilan Rakyat saat ini tak mengetahui makna dan semangat merevisi Undang-Undang Terorisme. "Saya pastikan dari dalam Pansus itu ada beberapa orang yang tidak paham terorisme," kata Ansyaad di Hotel Atlet, Jakarta, Senin, 14 Mei 2018.

Ansyaad mengungkapkan latar belakang pembuatan Undang-Undang Nompr 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. "Kami membuat undang-undang itu bukan kebetulan. Setelah beberapa tahun penanganan terorisme, ini suara anak-anak (polisi) di lapangan menangani terorisme itu," ujarnya.

Ansyaad menjelaskan, pada 2003 ia masih menjabat sebagai Ketua Desk Koordinasi Penanggulangan Teror (DKPT) Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan. Banyak polisi yang menangani teroris mengadu kepadanya karena merasa terbelenggu.

"Pak, kami ibarat nonton di akuarium. Kita tahu ikan mana yang ganas tapi kita enggak bisa pegang. Kita tidak punya kewenangan. Kemudian, kita sudah pegang pun kami dibelenggu," kata Ansyaad menirukan keluhan anak buahnya.

Salah satu hal yang membuat para polisi itu terbelenggu, kata Ansyaad, ketika memiliki kewenangan terkait masa penangkapan terduga teroris selama tujuh hari. Hal itu sempat dipersoalkan oleh aktivis hak asasi manusia karena dianggap menculik. Padahal, kata Ansyaad, polisi tidak memiliki kewajiban untuk memberitahukan kepada siapapun soal penangkapan itu.

Menurut Ansyaad, masa penangkapan selama tujuh hari justru dirasa tidak cukup. Contohnya ketika terjadi bom Bali 1 sampai bom JW Marriot pada 2003, tak satu pun terduga teroris yang tertangkap mau membuka suara. "Bayangkan itu. Seminggu belum tentu dia mau bicara. Bagaimana kita mau proses. Dari mana kita tahu temannya, jaringannya, kalau dia enggak buka mulut, apa kita setrum? Enggak mungkin," kata dia.

Selain masa penangkapan, Ansyaad mengatakan bahwa para aparat juga terbelenggu soal masa penahanan. Ia melihat bahwa hakim kerap memberikan hukuman minimal kepada pelaku terorisme. Padahal, masa penahanan terduga teroris di Perancis saja bisa sampai empat tahun tanpa proses pengadilan.

Akibat dari masa penahanan yang ringan, kata Ansyaad, bisa dilihat dari apa yang terjadi pada Bahrun Naim. Ia hanya divonis selama 2 tahun penjara. Setelah bebas, Bahrun Naim menjadi jagoan di Suriah. Bahkan, Bahrun Naim juga mengendalikan serangan bom Thamrin. "Itu artinya apa? Hukumannya terlalu ringan. Kalau dia ada di dalam kan enggak akan ke Suriah," katanya.

Ansyaad juga menyayangkan aturan di Indonesia mengenai sisi pembuktian yang harus memiliki minimal dua alat bukti. Aturan itu, dia menuturkan, sempat ditertawai oleh hakim di Perancis karena dianggap sistem pembuktian zaman Napoleon Bonaparte, jenderal dan kaisar asal Perancis yang terkenal. Menurut dia, sistem pembuktian di negara Eropa umumnya menggunakan satu alat bukti persesuaian untuk meyakinkan hakim.
Quote:


yaiyalah ringan emoticon-Leh Uga
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Quote:


Mengintai teroris malah dituduh kriminalisasi ulama. emoticon-Wakaka

Buat yang muslim aja susah, apalagi buat yang non-muslim? Senggol dikit kena penistaan agama emoticon-Wink
Mantan Kepala BNPT: Ada Anggota Pansus Tak Paham UU Terorisme
kerjaan dan kepentingan oposisi utk menjaga dan memantaine kantong suara mereka emoticon-Leh Uga
Quote:


daerah sensitif gan emoticon-Leh Uga
yang ga suka nama Islam di cemarkan sama perbuatan teror ini ya harus terima kalo begitu
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 06
nastaik laknat memang dungu

nastaik otak dungu selalu salahin.oposisi

pdhal yg hambat rezim.kowi.ndiri emoticon-Big Grin


Quote:



eh kowi.ketauan ngibul emoticon-Leh Uga

Quote:


Diubah oleh ishgard
Quote:


Mantan Kepala BNPT: Ada Anggota Pansus Tak Paham UU Terorisme
Nasbung derita tiada akhir
ini cecunguk paham nya cuman soal duid
pansus dr partai mana itu pak mantan kepala BNPT? paling ngga sebut asal partainya lah,biar jelas..
Quote:


Ini lho definisi teroris menurut pemerintah:

"Terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan, yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, menimbulkan korban yang bersifat massal, atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek-objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik atau fasilitas internasional"



Ini beritanya:

Revisi UU Terorisme
Ini Pengertian Terorisme Versi Pemerintah

Menurut Enny, dalam pembahasannya, DPR meminta pemerintah memasukkan frasa mengenai tujuan politik atau ideologi dalam pengertian terorisme. Ini kemudian menjadi perdebatan baru dan membuat RUU Terorisme tak jadi disahkan pada akhir masa persidangan DPR kemarin.

"Pada saat diminta dimasukkan di situ, aparat penegak hukum keberatan, apa makna tujuan politik atau ideologi itu, apa batasannya? Kalau nanti pada saat kami (aparat) menangkap, ternyata tidak ada bukti bahwa dia ada kaitan dengan tujuan ideologi atau politik, berarti kita lepaskan mereka, tak bisa kita gunakan UU Terorisme," ucap Enny.

DPR mintanya ditambahkan itu, tapi hanya satu-dua fraksi saja, yang lainnya sudah sepakat apa yang disepakati pemerintah, oke, itu yang dipakai. Itu akhirnya pada saat menjelang reses kemarin, itu nggak selesai dibahas. Baru sekarang ini akhirnya tadi kesepakatan kami pemerintah, kita tetap satu suara, inilah yang merupakan pengertian teroris," jelas Enny.


Dari beritanya bisa disimpulkan: DPR meminta tujuan politik atau ideologi dimasukan dalam pengertian terorisme. Ini yg kemudian menjadi perdebatan baru. Dan aparat penegak hukum jd keberatan, klo tersangka teroris gak punya tujuan politik atau ideologi, gak bisa ditangkap donk?

Jd yg bikin lama RUU terorisme DPR atau pemerintah?


https://m.detik.com/news/berita/4020148/ini-pengertian-terorisme-versi-pemerintah
Selama ini polisi seperti cowok melihat cewek seksi di jalan.

Hanya bisa mengamati (memantau) saja, tapi gak boleh memegang.
Quote:


Mungkin dpt Komnas ham blg melihat ikan telanjang itu melanggar HAM.

Ham anjing emoticon-fuck
Quote:


awas ya kalo keluarga ente di bedil tentara trus triak2 ham
Teroris harusnya dikenakan pasal pembunuhan berencana juga.

Masak pembunuhan biasa bisa kena seumur hidup, teroris cuma 2-4 tahun.


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di